Akurat
Pemprov Sumsel

IHSG Melemah 37,78 Poin ke 6.598,21, Sektor Barang Baku Serta Industri Kian Tertekan

Hefriday | 10 Maret 2025, 22:30 WIB
IHSG Melemah 37,78 Poin ke 6.598,21, Sektor Barang Baku Serta Industri Kian Tertekan

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Senin (10/3/2025) dengan melemah 37,78 poin atau 0,57% ke level 6.598,21. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang cukup signifikan di pasar modal Indonesia.

Penurunan IHSG terutama dipicu oleh pelemahan saham-saham sektor barang baku dan perindustrian, yang masing-masing turun sebesar 3,23% dan 2,46%. Sentimen negatif ini menandakan adanya kekhawatiran investor terhadap kondisi fundamental di sektor-sektor tersebut.

Dikutip dari Bloomberg, saham-saham di sektor barang baku menjadi sorotan utama. Sebagai contoh, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ditutup ambles 9,68% ke posisi Rp2.800/saham, yang mengindikasikan penurunan tajam di tengah tekanan harga komoditas.

Tak hanya itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami penurunan sebesar 8,59% ke level Rp1.490/saham, sedangkan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga menyusut 8,51% ke posisi Rp1.400/saham. Penurunan ini memperkuat gambaran melemahnya sektor pertambangan dan komoditas.

Baca Juga: Pasar Saham Anjlok Akibat Kebijakan Tarif Trump, Investor Ketar-Ketir

Indeks saham LQ45, yang menyuguhkan saham-saham unggulan, juga ditutup di zona merah. Indeks ini mengalami penurunan 10,50 poin atau 1,40% hingga mencapai angka 739,88, mengindikasikan bahwa tekanan tidak hanya terjadi di sektor tertentu.

Di antara saham-saham LQ45, beberapa emiten mengalami penurunan yang cukup signifikan. Misalnya, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) drop 80 poin ke posisi Rp1.080/saham, sementara saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) kehilangan 275 poin ke posisi Rp5.125/saham. Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) pun tercatat turun 85 poin ke posisi Rp1.915/saham.

Di sisi lain, pasar modal mencatat momen penting dengan pencatatan perdana emiten PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE). Pada listing perdana, saham MINE melesat tinggi hingga mentok Auto Reject Atas (ARA) 25% dan mencapai harga potensial Rp270/saham dari harga IPO Rp216/saham, menambah dinamika di bursa.

Bersamaan dengan itu, PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) juga mencatatkan hari pertamanya di pasar modal. Namun, performa saham KAQI kurang menggembirakan karena saham KAQI justru ambles 10% ke posisi Rp106/saham dari harga IPO Rp118/saham, menunjukkan reaksi negatif dari pasar terhadap pencatatan perdana tersebut.

Sementara itu, emiten teknologi turut menunjukkan pergerakan positif. Saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) menguat hingga 34,61% dan mencapai harga tertinggi Rp70/saham, sedangkan saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) juga mencatat kenaikan sebesar 19,84% dengan puncak harga mencapai Rp15.850/saham.

Baca Juga: Saham EXCL Bakal Cerah Usai Merger

Di ranah regional, pasar saham Asia secara umum juga mengalami pelemahan. Indeks di Thailand, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Singapura, China, serta Jepang menunjukkan tren penurunan, yang semakin mempertegas sentimen global yang pesimis di tengah ketidakpastian ekonomi.

Meskipun tekanan pasar cukup terasa, para investor diharapkan untuk tetap berhati-hati dan mempertimbangkan faktor fundamental dalam pengambilan keputusan investasi. Dinamika pergerakan IHSG dan pasar regional menjadi indikator penting bagi langkah-langkah strategis ke depan dalam menghadapi ketidakpastian global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa