Pasar Saham Sempat Trading Halt, Dua Instrumen Investasi Ini Layak Dilirik Investor
Camelia Rosa | 18 Maret 2025, 15:00 WIB

AKURAT.CO Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaidi memberikan dua alternatif investasi yang bisa dijadikan pilihan oleh masyarakat ditengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot tajam. Alternatif investasi tersebut di antaranya obligasi dan emas.
"Ya investasi alternatif yang paling bagus itu adalah obligasi, karena pada saat saham ini berguguran ya investor ini bisa beralih pertama di obligasi dan kedua logam mulia atau emas," jelasnya ketika dihubungi Akurat.co, Selasa (18/3/2025).
Dijelaskan Ibrahim, secara jangka panjang, masyarakat bisa beralih ke investasi obligasi karena dijamin oleh Undang-Undang dan bunga yang relatif besar, sehingga aman untuk dilakukan.
"Bahkan, pemeringkat rating pun telah memberikan rating pemeringkat terhadap obligasi Indonesia triple B. Artinya apa? tidak mungkin kan pemerintah akan jadi gagal bayar," sambungnya.
Kemudian, untuk jangka pendek, alternatif investasi yang bisa dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan membeli logam mulia atau emas.
"Logam mulia atau emas ini sudah keliatan kemungkinan besar, saya bukan bicara tahun ini tapi dalam bulan-bulan April kemungkinan besar akan di 3.150 an (per toz). Artinya apa? ini secara jangka pendek ya yang paling bagus memang investasi di logam mulia. Nah tetapi kalau secara jangka panjang ya di obligasi," tuturnya.
"Nah ini ada 2 alternatif yang cukup besar dalam kondisi IHSG berguguran, saham- berguguran, terutama saham-saham bluechip ya mereka beralih ke logam mulia dan obligasi," pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara atau trading halt selama 30 menit mulai pukul 11.19 WIB, usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam.
IHSG terpantau turun 6,78% (438,8 poin) ke 6.033,06 pada perdagangan Selasa (18/3/2025) pukul 12.05 WIB, sesaat usai dibuka kembali pada pukul 11.49. Di sesi II tepatnya pukul 14.55 WIB, IHSG terpantau sedikit menguat, atau turun 252,58 poin setara 3,9% ke 6.219,37.
Menurut perwakilan BEI, trading halt dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.
"Dengan ini kami menginformasikan bahwa hari ini, Selasa, 18 Maret 2025 telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5 persen," tulis BEI dalam laman resmi, Selasa (18/3/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










