Gabung Danantara, Febriany Eddy Bakal Mundur dari Posisi Dirut Vale

AKURAT.CO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menunjuk Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Febriany Eddy menjadi Managing Director Non-Financial Holding Operasional.
Chief Operation Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria memastikan Febriany akan mundur dari jabatan orang nomer satu di Vale Indonesia, namun tetap menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan.
"Nanti habis itu RUPS kan. Setelah RUPS Vale akan mengundurkan diri," jelas Dony ditemui di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (24/3/2025).
Penunjukkan Febriany menjadi bagian Danantara diumumkan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani.
Rosan menilai, Febriany merupakan sosok tepat untuk menduduki posisi Managing Director Non-Financial Holding Operasional Danantara.
Baca Juga: Pengurus Lengkap Terbentuk, Bos Danantara: Kedepankan Trust, Transparency dan Transformation
"Kalau saya bilang she's one of the toughest CEO lady yang saya pernah jumpa, saya ketemu, dan very very sharp, dan akan menduduki sebagai Managing Director Non-Financial di operation level," ucap Rosan.
Rosan juga meyakini Febriany akan mampu memberikan kontribusi yang positif bagi Holding Operasional Danantara.
"Saya rasa beliau ini akan memberikan kontribusi yang sangat-sangat positif ke depannya," imbuhnya.
Profil Febriany Eddy
Dikutip dari situs resminya Vale Indonesia, Senin (24/3/2025), Febriany Eddy memiliki lebih dari 18 tahun pengalaman kerja internasional di industri finansial maupun pertambangan.
Febriany Eddy diangkat menjadi Direktur PT Vale Indonesia Tbk oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Vale tanggal 23 April 2013.
Ia pun diangkat kembali sebagai Direktur oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2014, 2016 dan terakhir tahun 2018, masing-masing untuk masa jabatan 2 tahun.
Febriany Eddy memiliki peranan sebagai Deputy Chief Executive Officer sejak tahun 2019 hingga sekarang.
Sebelum diangkat menjadi Direktur PT Vale, Febriany Eddy dipindahtugaskan ke kantor regional Vale Base Metal Asia Pasifik dan Afrika yang berbasis di Brisbane, Australia selama 2.5 tahun.
Febriany Eddy bertanggung jawab terhadap operasional Vale Base Metal di Indonesia, Jepang, Cina, Taiwan dan Afrika.
Sebelum penugasan ke luar negeri ini, Febriany Eddy memegang jabatan sebagai Manajer Pengawasan Pembiayaan Proyek dan Evaluasi Keuangan PT Vale selama 3 tahun dan terlibat dalam kegiatan operasional yang fokus pada peningkatan efisiensi biaya, evaluasi dan pengaturan pembiayaan proyek dan perencanaan yang strategis.
Sebelum bergabung dengan PT Vale, Febriany Eddy bekerja untuk Pricewaterhouse Coopers di Jakarta selama 5 setengah tahun dan di Amsterdam, Belanda, selama satu setengah tahun dan terlibat dalam berbagai jenis pekerjaan dan proyek-proyek internasional dalam uji tuntas keuangan.
Febriany Eddy memiliki gelar MBA dari UCLA Anderson School of Management dan National University of Singapore dan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia. Febriany Eddy memegang sertifikasi akuntan publik di Indonesia maupun Australia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









