Akurat
Pemprov Sumsel

Jelang Negosiasi dengan AS, China Tiba-Tiba Tambah Cadangan Emas!

Demi Ermansyah | 8 Mei 2025, 12:25 WIB
Jelang Negosiasi dengan AS, China Tiba-Tiba Tambah Cadangan Emas!

AKURAT.CO Pemerintah China kembali menaikkan cadangan emasnya sebesar 70.000 troy ons pada April 2025, menandai bulan keenam berturut-turut pembelian logam mulia.

Langkah tersebu dilakukan bersamaan dengan pelonggaran suku bunga dan penurunan rasio cadangan wajib perbankan (RRR), sebagai bagian dari strategi menstabilkan perekonomian nasional.

Dikutip dari laman reuters, Bank Sentral China (PBOC) mencatat total penambahan emas mendekati 30 ton selama setengah tahun terakhir. Pembelian ini bertepatan dengan gejolak geopolitik dan ketegangan dagang yang terus berlangsung antara Beijing dan Washington.

Baca Juga: Di Hadapan IMF, PBoC Beberkan Strategi Moneter

"Pembelian emas bukan hanya soal cadangan devisa, tetapi juga strategi geopolitik, ini tentang ketahanan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat." kata seorang pejabat senior PBOC yang tak ingin disebutkan namanya.

Selain memperbesar cadangan emas, pemerintah China juga mengeluarkan kebijakan pelonggaran untuk menopang pertumbuhan. Diketahui pada Rabu (7/5/2025) lalu, otoritas moneter menurunkan suku bunga acuan dan mengurangi kewajiban cadangan bank, demi meningkatkan likuiditas dan mendorong pinjaman.

Langkah ini disebut sebagai persiapan menyambut pembicaraan dagang dengan delegasi AS yang dijadwalkan akhir pekan ini di Swiss.

Para analis menilai bahwa China tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi skenario terburuk jika negosiasi tidak membuahkan hasil konkret.

Di sisi lain, permintaan emas dalam negeri menunjukkan tren meningkat. Investor ritel dan institusi mulai menumpuk emas, tercermin dari lonjakan transaksi di Shanghai Futures Exchange.

Pemerintah pun menambah kuota impor emas bagi bank komersial guna memenuhi permintaan tinggi tersebut.

Baca Juga: Ketika PBoC Soroti Tarif Trump

Strategi kombinasi antara penguatan cadangan logam mulia dan kebijakan fiskal ini dinilai sebagai bentuk adaptasi China dalam menghadapi ketidakpastian global, sekaligus memperkuat posisi tawar dalam negosiasi dagang dengan Amerika Serikat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.