Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Fokus Tarik Investasi di Sembilan Sektor Strategis

Hefriday | 25 Mei 2025, 14:30 WIB
Pemerintah Fokus Tarik Investasi di Sembilan Sektor Strategis

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia tengah mengarahkan fokus investasi ke sembilan sektor strategis guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dan mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, dalam forum Global Business Summit on Belt and Road Infrastructure Investment di Jakarta, Minggu (25/5/2025).

Menurut Todotua, sembilan sektor yang diprioritaskan mencakup hilirisasi industri, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), ketahanan pangan, industri semikonduktor, serta pengembangan ekonomi digital dan pusat data. Sektor-sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia ke arah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Baca Juga: Kunjungan PM China ke Indonesia Buka Peluang Investasi Rp162,8 Triliun

“Seluruh kebijakan investasi diarahkan pada sektor yang mendukung prinsip Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan,” ujar Todotua.

Selain sektor-sektor tersebut, pemerintah juga mendorong investasi di industri manufaktur berorientasi ekspor, fasilitas kesehatan, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta sektor pendidikan dan vokasi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam memperkuat infrastruktur manusia dan ekonomi nasional.

Todotua menjelaskan, potensi besar yang belum tergarap secara optimal menjadi alasan kuat di balik pemilihan sektor-sektor tersebut. Sebagai contoh, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan sebesar 3.687 gigawatt (GW), namun baru dimanfaatkan sekitar 13,1 GW. Ini membuka peluang besar bagi investor untuk turut serta dalam proyek-proyek EBT.

Sementara itu, pembangunan IKN di Kalimantan Timur menjadi proyek strategis nasional yang membutuhkan investasi dalam berbagai bidang seperti infrastruktur dasar, pendidikan, rumah sakit, hingga perhotelan. Proyek ini diyakini akan menjadi magnet baru investasi, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Untuk meningkatkan daya tarik investasi, pemerintah terus berupaya menyederhanakan regulasi. Melalui pendekatan Omnibus Law, sebanyak 79 aturan yang sebelumnya tumpang tindih telah direvisi dan disatukan, guna menciptakan iklim investasi yang lebih ramah dan efisien. Selain itu, otoritas investasi dipusatkan agar proses perizinan lebih cepat dan tidak berbelit.

Baca Juga: PIK Jadi Magnet Investasi, Pengamat: Proyek Aktif Jadi Kunci Pertumbuhan Properti

Berbagai insentif fiskal juga ditawarkan untuk menarik investor, antara lain tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk (import duty exemption), serta super tax deduction bagi sektor tertentu yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian dan pengembangan sumber daya manusia.

Sejalan dengan berbagai strategi tersebut, realisasi investasi pada Triwulan I tahun 2025 tercatat mencapai Rp465,2 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp401,5 triliun. Capaian ini diumumkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani.

Rosan menyebutkan bahwa pencapaian tersebut sudah sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Ia optimistis tren pertumbuhan investasi akan terus berlanjut hingga akhir tahun, didorong oleh kepercayaan investor yang meningkat dan perbaikan regulasi yang berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi