Paradaya 2.0: Paragon Kembangkan Ekosistem Zakat Produktif dan Berkelanjutan

AKURAT.CO Paragon Corp resmi memulai langkah baru dalam pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran Paradaya Movement 2.0, sebuah inisiatif berbasis zakat produktif yang dikembangkan dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
Tak sekadar bantuan, gerakan ini memperkuat kapasitas mustahik dengan pelatihan vokasi hingga akses kerja nyata, menjadikannya contoh konkret transformasi zakat menjadi kekuatan ekonomi.
Berlangsung di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan, peluncuran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Deputi Kemenko PM Leontinus Alpha Edison, yang sama-sama menilai program ini sebagai ekosistem pemberdayaan yang layak direplikasi secara nasional.
Baca Juga: Transjakarta Gandeng Paragon Revitalisasi Halte Swadarma
Paradaya Movement 2.0 menandai kelanjutan dari kesuksesan program serupa di tahun sebelumnya. Grup CEO Paragon Corp, Harman Subakat, menjelaskan bahwa Paradaya telah menjangkau 864 penerima manfaat di 20 provinsi selama 2024, dan lebih dari 480 di antaranya kini telah mandiri secara ekonomi.
“Paradaya ini bukan hanya bantuan sesaat, tetapi sebuah investasi sosial jangka panjang. Kita percaya masyarakat hanya perlu diberi kesempatan. Tahun ini, kami ingin memperluas jangkauan dan dampaknya,” ujar Harman dalam acara Paradaya Movement 2.0, Rabu (28/5/2025).
Dalam pelaksanaannya, Paragon Corp menggandeng 18 organisasi zakat sebagai mitra strategis. Mereka bertugas menyaring mustahik, memberikan pelatihan di lebih dari 40 bidang keterampilan, hingga memfasilitasi akses kerja atau wirausaha bagi para peserta.
Berbeda dari pendekatan konvensional, Paradaya Movement dikemas sebagai sebuah ekosistem kebaikan, yang mengintegrasikan berbagai aspek: mulai dari pelatihan, pembiayaan, jaringan kerja, hingga aspek pemasaran. Deputi Leontinus menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi ini.
“Paradaya Movement membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada ecosystem building, dari hulu ke hilir. Ini bisa jadi model nasional untuk menanggulangi kemiskinan,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Menaker Yassierli yang mendorong program ini agar direplikasi secara lebih luas.
Baca Juga: Wardah Gandeng 5 Desainer Ternama pada Gelaran MUFFEST+ 2025
“Ini contoh kolaborasi antara swasta, pemerintah, dan lembaga zakat yang konkret. Kita dorong terus agar dampaknya makin luas,” katanya.
Seiring dimulainya Paradaya 2.0, Paragon Corp segera membuka pendaftaran peserta baru. Targetnya, menjangkau lebih banyak komunitas rentan yang belum terakses program pelatihan vokasi formal.
Dengan menyasar sektor-sektor relevan dan mendukung potensi lokal, Paragon berharap Paradaya bisa mencetak lebih banyak individu yang tidak hanya mampu bertahan, tapi juga berkembang.
“Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari gerakan besar yang bermanfaat,” tutup Harman, menegaskan semangat keberlanjutan gerakan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









