Akurat
Pemprov Sumsel

Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 17 Juta, BEI: Buka Rekening Saham Bisa di Hari Libur

Hefriday | 3 Juli 2025, 22:29 WIB
Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 17 Juta, BEI: Buka Rekening Saham Bisa di Hari Libur

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pertumbuhan signifikan jumlah investor pasar modal Indonesia. Hingga 2 Juli 2025, jumlah investor tercatat telah menembus angka 17 juta, dengan penambahan sebanyak 2,1 juta investor sejak awal tahun.

Data tersebut disampaikan oleh Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, dalam acara Market Outlook 2nd Half yang diselenggarakan oleh BRI Danareksa Sekuritas di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Menurutnya, capaian ini menunjukkan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi pasar modal. "Per tanggal 2 Juli 2025, sudah ada tambahan 2,1 juta investor di pasar modal kita. Sehingga totalnya saat ini mencapai 17 juta investor," ujar Jeffrey.

Salah satu temuan menarik dari data yang disampaikan adalah lonjakan jumlah investor yang tetap terjadi di tengah masa libur panjang Idulfitri. Pada periode 28 Maret hingga 7 April 2025, saat pasar domestik tutup, tercatat lebih dari 38 ribu investor baru membuka rekening saham.

Hal ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat untuk berinvestasi tidak surut meskipun pasar tidak beroperasi. Jeffrey menyebut fenomena tersebut sebagai cerminan kemajuan teknologi dan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan digital di sektor keuangan.

Baca Juga: Investor Pasar Modal RI Tembus 15,6 Juta, BEI Optimistis Sumbang Pertumbuhan Ekonomi

"Sekarang, pembukaan rekening saham bisa dilakukan bahkan di hari libur. Ini menunjukkan bagaimana anggota bursa sudah siap melayani masyarakat tanpa henti," tuturnya.

Jeffrey juga menyoroti peran penting digitalisasi dalam mendorong inklusi pasar modal. Ia menyatakan bahwa peningkatan jumlah investor tak lepas dari kemudahan akses layanan pembukaan akun dan edukasi keuangan yang makin luas.

"Kemajuan teknologi yang dimanfaatkan oleh anggota bursa memperkuat optimisme masyarakat terhadap potensi pasar modal. Kini masyarakat semakin percaya diri untuk berinvestasi karena akses dan informasi semakin mudah dijangkau," katanya.

Tak hanya dari sisi kuantitas, kualitas partisipasi investor ritel juga menunjukkan tren positif. Jeffrey mengungkapkan bahwa investor ritel kini menyumbang lebih dari 42% dari rata-rata nilai transaksi harian yang mencapai Rp13,2 triliun.

Lebih lanjut, ia menyoroti momen 8 April 2025 sebagai bukti kekuatan investor ritel domestik. Saat itu, sekitar 90% saham yang dilepas investor asing berhasil diserap oleh investor lokal. "Kekuatan investor ritel yang besar dan aktif ini menjadi fondasi yang sangat baik untuk pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depan," ujar Jeffrey.

Tak hanya dari sisi jumlah investor, BEI juga mengukuhkan posisi sebagai bursa dengan kapitalisasi pasar terbesar di kawasan ASEAN. Berdasarkan data, kapitalisasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai Rp12.132,9 triliun.

Capaian ini menunjukkan ketahanan dan daya tarik pasar modal Indonesia, bahkan di tengah tekanan global yang terjadi akibat dinamika geopolitik dan kebijakan ekonomi dari negara maju seperti Amerika Serikat.

Menurut para analis, pertumbuhan investor yang signifikan menjadi sinyal positif bagi upaya pendalaman pasar keuangan di Indonesia. Jumlah investor yang semakin banyak membuka peluang untuk menghadirkan lebih banyak produk investasi dan memperluas basis pembiayaan korporasi nasional melalui pasar modal.

Langkah-langkah edukasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh otoritas pasar dan pelaku industri pun dinilai berhasil meningkatkan literasi keuangan masyarakat, terutama generasi muda yang kini semakin aktif terlibat dalam aktivitas investasi.

Meskipun pertumbuhan investor tergolong pesat, tantangan tetap mengemuka. Literasi keuangan yang belum merata, fluktuasi pasar global, hingga risiko dari tren investasi jangka pendek (trading spekulatif) masih menjadi catatan penting bagi regulator dan pelaku industri.

Namun, dengan basis investor yang semakin kuat dan dukungan ekosistem digital yang makin mapan, optimisme terhadap masa depan pasar modal Indonesia kian menguat. "Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat antara BEI, pelaku pasar, dan masyarakat, pasar modal Indonesia akan menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," tukas Jeffrey.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa