Investor Asing Buru Saham TLKM dan GOTO di Awal Semester II-2025

AKURAT.CO Dua saham unggulan, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), menjadi incaran utama investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan perdana semester II, periode 30 Juni hingga 4 Juli 2025.
Mengutip data Stockbit Sekuritas, Minggu (6/7/2025), kedua saham tersebut mencatatkan nilai beli bersih (net buy) di atas Rp100 miliar oleh investor asing.
Saham TLKM mencatatkan net buy tertinggi, yakni sebesar Rp175,9 miliar. Disusul GOTO yang juga menjadi salah satu saham paling diminati dengan net buy senilai Rp120,5 miliar.
Pembelian ini dilakukan di pasar reguler BEI dan menunjukkan optimisme pelaku pasar asing terhadap prospek kinerja dua raksasa teknologi dan telekomunikasi Indonesia.
Dominasi TLKM dan GOTO oleh investor asing menjadi menarik, karena terjadi di tengah tekanan pasar yang lebih luas. Secara keseluruhan, investor asing justru membukukan net sell sebesar Rp2,7 triliun di seluruh pasar BEI sepanjang pekan tersebut.
Baca Juga: IHSG Moncer Jelang Pertengahan Mei, Investor Asing Borong Saham Unggulan
Angka tersebut melonjak drastis dibandingkan net sell pekan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp112,6 miliar.
Sementara itu, pada perdagangan terakhir pekan tersebut, Jumat (4/7/2025), investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp465,7 miliar. Angka ini turut menambah akumulasi net sell asing sepanjang tahun berjalan menjadi Rp55,9 triliun.
Jumlah ini memperlihatkan bahwa, meskipun secara keseluruhan investor asing melakukan aksi jual, namun saham tertentu seperti TLKM dan GOTO tetap menjadi pilihan favorit.
Di sisi lain, terdapat 6 saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing sepanjang pekan 30 Juni – 4 Juli 2025. 6 saham tersebut semuanya mencatatkan net sell di atas Rp100 miliar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi yang paling banyak dijual dengan nilai net sell mencapai Rp871,6 miliar. Menyusul kemudian adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net sell Rp384,1 miliar.
Emiten lainnya yang juga mengalami tekanan jual dari investor asing adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan nilai net sell sebesar Rp140,3 miliar, serta saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp125,9 miliar. Saham sektor konsumsi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga ikut tertekan dengan net sell Rp119,5 miliar, dan terakhir saham tambang PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan net sell Rp106,3 miliar.
Data perdagangan juga mencerminkan tekanan yang lebih luas pada pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,47% sepanjang pekan, turun dari level 6.897,4 ke 6.865,1.
Penurunan ini juga berdampak pada nilai kapitalisasi pasar yang terkikis 0,23% menjadi Rp12.070 triliun, dari sebelumnya Rp12.098 triliun.
Rata-rata nilai transaksi harian di BEI selama sepekan juga mengalami penurunan cukup tajam. Dari sebelumnya Rp13,15 triliun, turun menjadi Rp10,39 triliun, atau terpangkas sekitar 21%. Kondisi ini menunjukkan adanya kecenderungan investor untuk menahan aktivitas perdagangan mereka, di tengah ketidakpastian pasar dan kondisi ekonomi makro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










