Pegadaian Kelola 22 Ton Emas, Perkuat Peran Bullion Bank dan Edukasi Investasi

AKURAT.CO PT Pegadaian mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam pengelolaan emas nasabah. Hingga Juli 2025, total emas yang dikelola telah mencapai 22 ton. Angka ini mencakup berbagai layanan emas yang ditawarkan, seperti tabungan emas, cicilan emas, titipan emas, hingga produk inovatif terbaru, Bullion Bank.
Head of Bullion Business Division Pegadaian, Kadek Eva Saputra, mengatakan bahwa tingginya animo masyarakat menjadi bukti meningkatnya kesadaran akan pentingnya investasi dalam bentuk logam mulia.
“Sudah lebih dari 4 juta nasabah yang mempercayakan emas mereka kepada Pegadaian,” ujarnya dalam acara Keren, Muda, dan Cuan Bersama Bullion Bank di Hotel Aryaduta, Kamis (31/7/2025).
Menurut Kadek, pertumbuhan ini tidak lepas dari edukasi dan inovasi produk yang terus dilakukan perusahaan. Salah satunya adalah deposito emas, yang kini menjadi alternatif investasi unggulan. Produk ini tidak hanya menawarkan capital gain dari kenaikan harga emas, tetapi juga bunga tambahan yang bisa membuat imbal hasilnya menyentuh angka 13% per tahun.
“Dengan deposito emas, masyarakat mendapatkan return layaknya deposito konvensional, namun dalam bentuk logam mulia. Ini sangat menguntungkan, karena asetnya aman dan bisa dicairkan kapan pun tanpa harus dijual,” jelas Kadek.
Kadek juga mengungkapkan bahwa secara historis, emas memiliki performa yang konsisten. Dalam dua dekade terakhir, return tahunan emas tercatat memiliki compound annual growth rate (CAGR) sebesar 12,3%. Hal ini menjadikan emas sebagai salah satu instrumen investasi paling stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Lebih dari sekadar mencari profit, Pegadaian kini menargetkan peran strategis dalam mendorong ketahanan ekonomi nasional melalui peningkatan kepemilikan emas di masyarakat. Kadek menyebut, saat ini kepemilikan emas masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, yaitu sekitar 0,22 gram per kapita.
“Ini angka yang kecil. Padahal, jika masyarakat memiliki lebih banyak emas, mereka punya ketahanan finansial lebih baik saat menghadapi krisis atau inflasi,” tutur Kadek. Menurutnya, edukasi literasi keuangan dan dorongan terhadap aset berbasis emas harus lebih diperkuat.
Pegadaian, sebagai bagian dari BUMN, juga menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk memperluas akses terhadap produk keuangan berbasis emas. Dengan Bullion Bank yang telah resmi diluncurkan pada Februari 2025, Pegadaian memperluas layanan perbankan logam mulia kepada masyarakat secara lebih modern dan terintegrasi.
Bullion Bank sendiri merupakan lini bisnis baru yang difokuskan untuk melayani transaksi berbasis emas, termasuk tabungan, pinjaman, dan investasi. Layanan ini diharapkan bisa menjadi pionir dalam sistem perbankan logam mulia di Indonesia dan mendorong inklusi keuangan yang lebih luas.
Melalui sinergi layanan emas konvensional dan Bullion Bank, Pegadaian percaya dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, khususnya generasi muda yang kini semakin sadar akan pentingnya diversifikasi aset.
“Kami optimis, tren ini akan terus naik. Emas bukan hanya warisan, tapi strategi keuangan masa depan,” pungkas Kadek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










