Generasi Sandwich Kian Terjepit? Simak 3 Strategi Bertahan di Tengah Tekanan Finansial

AKURAT.CO Fenomena generasi sandwich kian marak di Indonesia. Berdasarkan laporan platform perencanaan keuangan PINA Indonesia terbaru, hampir delapan dari sepuluh penduduk Indonesia kini masuk dalam kategori ini.
Istilah "generasi sandwich" merujuk pada individu yang harus menopang kehidupan tiga generasi sekaligus: dirinya sendiri, orang tua atau saudara kandung, serta pasangan dan anak-anak.
Kondisi ini menimbulkan tekanan ekonomi yang luar biasa. Beban biaya hidup yang tinggi, ditambah rendahnya kesiapan finansial generasi sebelumnya, membuat para generasi sandwich terpaksa menjadi tumpuan ekonomi utama.
Tak heran, banyak dari mereka yang akhirnya mengalami kesulitan mengelola arus kas dan bahkan terjerat utang.
Dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (9/8/2025), survei YouGov 2025 mencatat bahwa sebanyak 62% generasi sandwich di Indonesia pernah meminjam uang dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.
Baca Juga: 4 Tips Praktis Agar Generasi Sandwich Tetap Stabil Finansial Ala IFG Life
Hal ini mencerminkan betapa rentannya kondisi finansial mereka. Alih-alih menabung atau berinvestasi, sebagian besar pendapatan justru habis untuk kebutuhan rutin dan tanggungan.
Dalam menghadapi tekanan ini, setidaknya ada 3 tips manajemen keuangan disarankan agar generasi sandwich tetap dapat menjaga stabilitas ekonomi mereka.
Pertama, menyusun anggaran secara menyeluruh. Ini berarti mencatat seluruh pengeluaran dan pemasukan baik yang rutin maupun tak terduga serta menetapkan skala prioritas dengan tegas.
Misalnya, dalam kondisi terbatas, biaya pendidikan anak sebaiknya didahulukan dibandingkan renovasi rumah orang tua. Selain itu, penting bagi individu dalam generasi sandwich untuk melibatkan anggota keluarga lain dalam diskusi keuangan, guna menciptakan pembagian tanggung jawab yang lebih adil.
Langkah kedua yang tak kalah penting adalah perencanaan keuangan jangka panjang. Hal ini mencakup penyiapan dana darurat, perencanaan pensiun, pendidikan anak, hingga pengelolaan warisan. Asuransi jiwa juga menjadi instrumen penting yang tak hanya melindungi saat ini, tetapi juga memberi warisan finansial bagi generasi berikutnya.
Tidak hanya soal proteksi dan pengelolaan anggaran, langkah ketiga yakni edukasi keuangan juga perlu ditanamkan sejak dini kepada seluruh anggota keluarga. Diskusi ringan seputar uang, pengelolaan pengeluaran, dan risiko pinjaman online atau judi daring bisa menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran finansial yang sehat di dalam keluarga.
Dengan melibatkan anak-anak atau anggota keluarga lainnya dalam proses perencanaan keuangan, beban generasi sandwich bisa sedikit demi sedikit berkurang. Edukasi ini juga membuka jalan bagi terciptanya generasi yang lebih mandiri dan tangguh secara finansial di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








