Di Tengah Tekanan Pasar Kripto, Dana Institusi Tetap Cuan Karena Ini
Hefriday | 27 Desember 2025, 11:54 WIB

AKURAT.CO Pasar kripto menghadapi tekanan signifikan sepanjang Desember seiring meningkatnya volatilitas dan melemahnya sentimen menjelang akhir tahun. Harga sejumlah aset digital utama bergerak terbatas, bahkan cenderung tertekan, membuat sebagian besar pelaku pasar, terutama investor ritel yang kesulitan mencetak keuntungan.
Dikutip dari BeinCrypto, Sabtu (27/12/2025), kondisi tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi investor institusi. Data on-chain terbaru dari platform analitik, Nansen menunjukkan, sejumlah dana kripto besar justru berhasil menutup Desember dengan laba realisasi jutaan dolar AS, meskipun pasar berada dalam fase menurun.
Berdasarkan data tersebut, market maker global Wintermute menjadi dana paling diuntungkan sepanjang Desember. Wintermute tercatat membukukan laba realisasi sekitar USD3,17 juta, menjadikannya pemimpin dalam daftar dana kripto paling menguntungkan di tengah tekanan pasar.
Di posisi berikutnya terdapat Dragonfly Capital. Dana ini mencatatkan keuntungan yang tersebar di beberapa wallet, masing-masing sekitar USD1,9 juta, USD1,0 juta, dan USD990.000. Pola ini menunjukkan strategi diversifikasi yang agresif untuk menyebar risiko sekaligus menangkap peluang profit di berbagai posisi.
Berdasarkan data tersebut, market maker global Wintermute menjadi dana paling diuntungkan sepanjang Desember. Wintermute tercatat membukukan laba realisasi sekitar USD3,17 juta, menjadikannya pemimpin dalam daftar dana kripto paling menguntungkan di tengah tekanan pasar.
Di posisi berikutnya terdapat Dragonfly Capital. Dana ini mencatatkan keuntungan yang tersebar di beberapa wallet, masing-masing sekitar USD1,9 juta, USD1,0 juta, dan USD990.000. Pola ini menunjukkan strategi diversifikasi yang agresif untuk menyebar risiko sekaligus menangkap peluang profit di berbagai posisi.
Selain Wintermute dan Dragonfly Capital, IOSG serta Longling Capital juga masuk dalam jajaran top performer Desember. Nansen menilai, keuntungan tersebut tidak berasal dari satu kali transaksi besar, melainkan dari aktivitas trading yang konsisten dan aktif. “Laba berpusat pada kelompok dana yang sering bertransaksi, bukan wallet satu kali saja,” tulis laporan Nansen.
Menurut platform analitik tersebut, eksekusi yang disiplin dan manajemen risiko yang ketat menjadi pembeda utama antara dana institusi yang mampu bertahan dan pelaku pasar lain yang terpukul oleh volatilitas.
Data Nansen selama 30 hari yang diambil dari lima jaringan blockchain juga mencatat nama-nama besar lain seperti Arrington, Pantera, dan Polychain. Meski tingkat keuntungannya bervariasi, kehadiran mereka menegaskan dominasi investor institusi dalam memanfaatkan dislokasi harga jangka pendek.
Kinerja Wintermute dan Dragonfly Capital menyoroti keunggulan skala serta infrastruktur trading yang canggih. Sebagai penyedia likuiditas utama, Wintermute dinilai mampu meraup keuntungan dari volatilitas pasar, bukan justru dirugikan oleh fluktuasi harga yang tajam.
Sementara itu, strategi Dragonfly Capital terlihat menonjol melalui penggunaan beberapa wallet. Pendekatan ini memungkinkan dana tersebut menyebar risiko, tetap fleksibel, dan menangkap peluang profit di berbagai aset serta jaringan blockchain secara bersamaan.
Meski mencatat laba besar, data on-chain juga menunjukkan perubahan perilaku di akhir bulan. Sejumlah dana yang sebelumnya agresif mengambil posisi mulai beralih ke aksi jual atau profit taking. Pada 26 Desember, misalnya, QCP Capital terpantau menyetorkan 199,99 ETH senilai sekitar USD595.929 ke bursa Binance, langkah yang umumnya dikaitkan dengan persiapan penjualan aset.
Data Nansen selama 30 hari yang diambil dari lima jaringan blockchain juga mencatat nama-nama besar lain seperti Arrington, Pantera, dan Polychain. Meski tingkat keuntungannya bervariasi, kehadiran mereka menegaskan dominasi investor institusi dalam memanfaatkan dislokasi harga jangka pendek.
Kinerja Wintermute dan Dragonfly Capital menyoroti keunggulan skala serta infrastruktur trading yang canggih. Sebagai penyedia likuiditas utama, Wintermute dinilai mampu meraup keuntungan dari volatilitas pasar, bukan justru dirugikan oleh fluktuasi harga yang tajam.
Sementara itu, strategi Dragonfly Capital terlihat menonjol melalui penggunaan beberapa wallet. Pendekatan ini memungkinkan dana tersebut menyebar risiko, tetap fleksibel, dan menangkap peluang profit di berbagai aset serta jaringan blockchain secara bersamaan.
Meski mencatat laba besar, data on-chain juga menunjukkan perubahan perilaku di akhir bulan. Sejumlah dana yang sebelumnya agresif mengambil posisi mulai beralih ke aksi jual atau profit taking. Pada 26 Desember, misalnya, QCP Capital terpantau menyetorkan 199,99 ETH senilai sekitar USD595.929 ke bursa Binance, langkah yang umumnya dikaitkan dengan persiapan penjualan aset.
Wintermute pun tercatat mengurangi eksposur setelah membangun posisi di awal Desember. Aktivitas jual ini dinilai sebagai bagian dari manajemen risiko dan pengamanan keuntungan, bukan sekadar aksi keluar dari pasar secara pasif.
Dragonfly Capital juga melakukan penjualan parsial pada aset Mantle (MNT). Selama tujuh hari di Desember, dana ini menyetorkan sekitar 6 juta token MNT senilai USD6,95 juta ke Bybit. Kendati demikian, Dragonfly masih memegang sekitar 9,15 juta token MNT dengan nilai lebih dari USD10 juta, menandakan mereka belum sepenuhnya melepas posisi.
Kontras antara laba besar dan meningkatnya tekanan jual mencerminkan strategi ganda investor institusi: memanfaatkan volatilitas saat peluang terbuka, lalu cepat mengurangi risiko ketika kondisi berubah. Bagi dana profesional, aksi jual akhir tahun juga bisa menandakan rebalancing portofolio atau persiapan alokasi baru memasuki 2026.
Meski penjualan lanjutan dari dana-dana besar berpotensi membebani harga kripto dalam jangka pendek, langkah ini lebih mencerminkan disiplin dan kehati-hatian. Bukan tidak mungkin, strategi tersebut justru menjadi fondasi bagi langkah akumulasi baru ketika kondisi pasar kembali stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










