Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2025 Tembus 5,12 Persen, Bos OJK: Pasar Modal Terbukti Punya Resiliensi
Hefriday | 11 Agustus 2025, 16:29 WIB

AKURAT.CO Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menegaskan peran strategis pasar modal dalam menopang stabilitas ekonomi Indonesia.
Menurutnya, meski menghadapi tekanan global, pasar modal Tanah Air tetap menunjukkan daya tahan yang kuat dan mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika.
Sepanjang semester I 2025, perekonomian Indonesia tetap tumbuh 5,12% secara tahunan (year on year/yoy). Mahendra menilai capaian tersebut mencerminkan fondasi ekonomi nasional yang kokoh, meskipun pada kuartal II dan awal tahun sempat diwarnai tantangan berat.
“Pasar modal Indonesia terbukti memiliki resiliensi dan kapasitas adaptasi yang baik di tengah tekanan eksternal. Ini menunjukkan bahwa infrastruktur kita semakin tangguh,” ujar Mahendra dalam peringatan HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (11/8/2025).
Hingga penutupan perdagangan Jumat (8/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 6,41% secara year to date (ytd) ke level 7.533,39. Kapitalisasi pasar juga meningkat menjadi Rp13.555 triliun. Pada pembukaan perdagangan Senin pagi, IHSG kembali naik 62,16 poin atau 0,83% ke posisi 7.595,55.
Baca Juga: OJK Perkuat 3 Pilar Pasar Modal
Tak hanya pasar saham, kinerja pasar surat utang juga menunjukkan tren positif. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 421,81 atau tumbuh 7,42% sejak awal tahun. Kondisi ini menandakan minat investor terhadap instrumen pendapatan tetap masih terjaga.
Dari sisi penghimpunan dana, pasar modal telah mencatatkan realisasi Rp144,78 triliun dengan melibatkan 16 emiten baru. Selain itu, masih ada 13 perusahaan dalam antrean penawaran umum (pipeline) dengan nilai indikatif Rp16,65 triliun, yang diharapkan menambah likuiditas dan pilihan investasi di pasar.
Kinerja tata kelola perusahaan publik Indonesia juga mendapatkan pengakuan internasional. Dalam ajang ASEAN Corporate Governance Conference and Awards 2025 di Malaysia, Indonesia mencatat kenaikan skor rata-rata ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 9%, tertinggi di kawasan ASEAN.
Empat emiten Indonesia berhasil masuk dalam daftar 50 besar ASEAN, termasuk dua bank yang menempati posisi 10 besar terbaik. Jumlah perusahaan yang masuk kategori ASEAN Asset Class pun melonjak signifikan, dari sembilan menjadi 23 perusahaan.
Mahendra menilai capaian tersebut merupakan buah dari pembinaan dan pengawasan yang konsisten dilakukan OJK. Lembaga ini terus mendorong penerapan tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.
“Ke depan, tantangan eksternal akan tetap ada. Namun dengan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, saya optimistis pasar modal kita dapat terus menjadi pilar penting pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional,” tegas Mahendra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










