AKURAT.CO Layanan paylater kini semakin diminati masyarakat karena kemudahannya dalam memberikan akses belanja tanpa harus membayar secara langsung.
Fitur cicilan instan ini kerap menjadi solusi praktis bagi banyak orang, terutama generasi muda yang gemar berbelanja daring.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, paylater menyimpan sejumlah risiko yang dapat berdampak serius pada kondisi keuangan pribadi. Salah satunya adalah pengaruh terhadap skor kredit seseorang. Tanpa perencanaan yang matang, penggunaan paylater justru bisa merugikan di kemudian hari.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (31/8/2025), salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah keterlambatan pembayaran tagihan. Setiap kali pembayaran melewati batas waktu, hal itu otomatis tercatat dalam riwayat kredit.
Selain keterlambatan, penggunaan paylater secara berlebihan juga dapat menjadi bumerang. Ketika pengeluaran melebihi kapasitas finansial, lembaga keuangan akan menilai pola konsumsi tersebut sebagai tanda lemahnya kemampuan mengatur keuangan.
Faktor lain yang patut diwaspadai adalah tingginya rasio utang. Meski paylater sering dianggap ringan karena bisa dibayar kemudian, layanan ini tetap tergolong sebagai utang.
Tak hanya itu, menutup akun paylater secara mendadak juga berpotensi menurunkan skor kredit. Sebab, dengan menutup akun, riwayat pembayaran tepat waktu yang sebelumnya bisa menjadi poin positif akan terhenti. Riwayat kredit yang lebih singkat cenderung menurunkan penilaian, sehingga skor kredit seseorang bisa ikut terdampak.
Dari sisi lain, paylater sebenarnya bisa memberikan manfaat apabila digunakan secara bijak. Misalnya, untuk kebutuhan mendesak atau transaksi yang benar-benar terencana. Dengan catatan, pengguna harus disiplin membayar tepat waktu agar riwayat kredit tetap sehat dan memberikan nilai positif.
Pakar keuangan menekankan, paylater bukanlah “uang tambahan” melainkan bentuk utang yang wajib dibayar. Karena itu, pengguna harus mengatur agar cicilan tidak lebih dari 30% dari total penghasilan bulanan. Batas aman ini membantu menjaga rasio utang tetap sehat dan tidak membebani keuangan jangka panjang.
Selain itu, masyarakat disarankan untuk tidak tergoda promo belanja yang mendorong penggunaan paylater tanpa perhitungan.
Penggunaan paylater memang menawarkan kemudahan, tetapi juga membawa risiko besar jika tidak dikelola dengan hati-hati. Keterlambatan pembayaran, konsumsi berlebihan, rasio utang tinggi, hingga penutupan akun mendadak bisa berdampak buruk pada skor kredit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










