Lifestyle Inflation, Ketika Gaya Hidup Konsumtif Jadi Jeratan Keuangan Kaum Milenial
Hefriday | 7 September 2025, 15:13 WIB

AKURAT.CO Banyak milenial yang kesulitan mengatur keuangan bukan karena kurangnya penghasilan, melainkan gaya hidup konsumtif yang sulit dikendalikan.
Godaan tren terbaru, nongkrong di kafe, hingga belanja online menjadi penyebab utama keuangan bocor tanpa terasa.
Fenomena ini dikenal sebagai lifestyle inflation, yakni ketika penghasilan naik, pengeluaran juga ikut meningkat. Alih-alih menabung atau berinvestasi, tambahan uang justru habis untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak mendesak.
Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (7/9/2025), bukan hanya karena fenomena lifestyle inflation, kesalahan lainnya adalah mengikuti tren “fear of missing out” (FOMO).
Milenial sering merasa perlu memiliki barang tertentu atau mengikuti aktivitas populer agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Hal ini membuat banyak orang mengeluarkan uang di luar kemampuan finansialnya.
Baca Juga: Serial Kemerdekaan III : Passive Income, Jalan Gen Z dan Milenial Menuju Merdeka Finansial
Dampak gaya hidup konsumtif ini cukup serius. Banyak milenial akhirnya hidup dari gaji ke gaji, tanpa tabungan darurat, apalagi investasi untuk masa depan. Padahal, krisis ekonomi atau kebutuhan mendesak bisa datang kapan saja.
Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Tips untuk mengatasi masalah ini adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Prioritaskan pengeluaran yang benar-benar penting seperti kebutuhan pokok, kesehatan, dan transportasi. Sisanya bisa dialokasikan secara proporsional untuk hiburan tanpa mengganggu tabungan.
Milenial juga disarankan untuk membuat anggaran bulanan yang realistis. Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, akan lebih mudah melihat pola konsumtif yang perlu dikurangi.
Selain itu, membatasi penggunaan kartu kredit atau fitur paylater bisa membantu mengendalikan kebiasaan boros. Kedua instrumen ini sering menjadi pintu masuk utang konsumtif yang sulit dikendalikan.
Mengubah gaya hidup bukan hal yang mudah, namun bukan berarti mustahil. Butuh kesadaran diri bahwa masa depan finansial lebih penting daripada sekadar mengikuti tren sesaat.
Milenial yang mampu menahan diri dari gaya hidup konsumtif akan memiliki peluang lebih besar mencapai kemandirian finansial. Mereka bisa mulai menabung untuk rumah, investasi, atau dana pensiun sejak dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









