Kraken Negosiasi Pendanaan Baru, Valuasi Ditaksir Tembus Rp333 Triliun

AKURAT.CO Bursa kripto global Kraken dilaporkan tengah melakukan negosiasi lanjutan untuk mengamankan pendanaan baru dari investor strategis. Jika kesepakatan tercapai, perusahaan bisa mencapai valuasi sekitar USD20 miliar atau setara Rp333,37 triliun dengan asumsi kurs Rp16.668 per USD.
Dikutip dari Channel News Asia, Minggu (28/9/2025), putaran pendanaan kali ini mencakup komitmen investasi sebesar USD200 juta hingga USD300 juta atau sekitar Rp3,33 triliun–Rp5 triliun. Meski begitu, seorang juru bicara Kraken menolak memberikan komentar resmi terkait kabar tersebut.
Langkah penggalangan dana terbaru ini akan melanjutkan pencapaian Kraken sebelumnya yang berhasil mengumpulkan USD500 juta dengan valuasi USD15 miliar atau Rp250,02 triliun pada awal 2025. Kondisi pasar disebut akan menjadi faktor penentu keberhasilan kesepakatan ini.
Kenaikan minat investor terhadap perusahaan kripto dalam beberapa tahun terakhir tak lepas dari semakin jelasnya regulasi serta meningkatnya adopsi institusional. Perubahan lanskap ini membuat aset digital yang semula dipandang berisiko mulai diterima sebagai instrumen investasi alternatif.
Baca Juga: Bitcoin Tertahan di Bawah USD110 Ribu, Pasar Kripto Masih Sensitif Inflasi
Tren positif tersebut juga mendorong sejumlah perusahaan kripto melantai di bursa saham. Beberapa nama besar seperti penerbit stablecoin Circle, pemberi pinjaman blockchain Figure, dan bursa kripto Bullish sukses melakukan penawaran saham perdana (IPO) dan mendapat sambutan hangat dari investor.
Kraken sendiri bukan pemain baru di industri ini. Berdiri sejak 2011, perusahaan asal Amerika Serikat itu dikenal sebagai salah satu bursa kripto utama dunia. Kraken menawarkan layanan perdagangan spot, margin, hingga derivatif dengan dukungan lebih dari 200 aset digital serta delapan mata uang fiat.
Sementara itu, pasar IPO di Amerika Serikat diperkirakan menjadi yang tersibuk sejak 2021. Perusahaan-perusahaan kripto disebut menjadi motor utama kebangkitan tersebut, terutama setelah sektor digital mendapat respons positif dari pemerintah AS serta dukungan regulasi baru.
Selain itu, kehadiran produk investasi seperti exchange traded fund (ETF) berbasis aset digital juga menambah daya tarik sektor ini. Investor institusional pun semakin agresif masuk ke pasar kripto, memperkuat sentimen bahwa industri ini telah bertransformasi menjadi bagian dari arus utama keuangan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









