Nushafest 2025: Pakar hingga Tokoh Nasional Dorong Generasi Muda Kuasai Investasi Syariah

AKURAT.CO, Perubahan digital yang begitu cepat membuka peluang sekaligus tantangan baru dalam dunia investasi. Bagaimana umat Islam merespons agar tetap relevan, cerdas, dan halal?
Pertanyaan inilah yang dijawab oleh Nushafest 2025, sebuah festival di Jakarta, Sabtu (27/9/2025) kolaborasi antara Syariah Saham dan Crypto Sharia yang menjadi titik temu antara dunia tradisional dan modern dalam investasi syariah.
Dengan mengusung tema ”Nusantara is Our Pride, Sharia is Our Vibe”, Nushafest berupaya menghubungkan generasi muda dengan pakar, komunitas, dan dunia industri.
Baca Juga: Nushafest 2025 Bongkar Halal-Haram Investasi Saham dan Kripto, Penasaran?
Dari pasar modal hingga crypto, dari halal-haram hingga digitalisasi, semua dipaparkan untuk mencetak generasi investor Muslim yang visioner.
Keynote speech dari KH. Izzuddin Edi Siswanto, Rachmat Anggara, Adiwarman Karim, Sandiaga Uno, dan Anies Baswedan membuka acara dengan optimisme. Mereka menekankan bahwa ekonomi
syariah bisa menjadi pilar ketahanan bangsa.
Nushafest juga menjadi ajang penting bagi komunitas Syariah Saham, yang merayakan 10 tahun perjalanan dan meluncurkan logo barunya. Selama satu dekade, komunitas ini telah konsisten
membangun literasi keuangan syariah di Indonesia.
Baca Juga: BAZNAS dan Henan Putihrai Ajak Masyarakat Tunaikan Sedekah dan Zakat Saham Syariah
Selain itu, acara ini juga menjadi saksi lahirnya komunitas Crypto Sharia, sebuah komunitas yang dipelopori oleh Shalahuddin Al Ayyuubi dan Gholib Amar Ahsan. Mereka ingin menjawab keresahan
generasi muda Muslim yang sudah bermain crypto tanpa pedoman syariah.
“Kita tidak boleh terlambat. Crypto sudah ada di depan mata, dan kita harus memastikannya berjalan dalam koridor halal,” ujar Gholib.
Selanjutnya, tiga sesi utama yang disampaikan oleh setiap praktisi dan pakar di bidang investasi, baik saham maupun kripto memperkaya wawasan ribuan peserta yang hadir di dalamnya.
Baca Juga: Imbal Hasil Hingga 25 Persen, Flexi Earn PINTU Dongkrak Minat dan Adopsi Aset Kripto Nasional
Sesi pertama membahas panduan syariah investasi. KH. Izzuddin dan Ustaz Devin Halim menekankan pentingnya memahami prinsip Islam sebelum mengejar keuntungan.
Sesi kedua mengupas crypto dari kacamata syariah bersama Mas Putra dan Bang Ogut. Mereka menekankan perlunya komunitas untuk menjadi wadah edukasi.
Sesi ketiga-memproyeksikan masa depan pasar digital. Mang Amsi menekankan sektor pangan dan kesehatan sebagai investasi aman, sementara Om Silent menyoroti kekuatan sektor logistik dan
teknologi.
Baca Juga: Indonesia Jadi Pasar Kripto Terbesar Kedua di Asia-Pasifik
Nushafest 2025 menyimpulkan bahwa masa depan investasi syariah adalah kombinasi antara sektor tradisional yang tahan krisis dengan sektor digital yang inovatif. Generasi muda diharapkan tidak hanya jadi pengguna, tapi juga investor yang bijak.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan sponsor utama PT XTB Indonesia Berjangka serta partner: Graha Nandhika Sucofindo, MO&CO, Katsukata, Arjuna Karya Semesta, Se.Kopi, Boemi Kita, Almaz Fried Chicken, Fadkhera, Niaga TV, dan Sisesa Water.
Melalui sinergi antara Syariah Saham yang telah menorehkan jejak edukasi selama satu dekade, serta lahirnya Crypto Sharia yang hadir menjawab keresahan sekaligus membuka peluang di dunia digital, acara ini menegaskan bahwa umat Islam memiliki ruang yang luas untuk berinvestasi secara cerdas, etis, dan sesuai syariah.
Baca Juga: Cara Mudah Menganalisis Kripto dengan Teknologi AI
Kehadiran para pakar, tokoh nasional, serta dukungan penuh komunitas menjadikan Nushafest sebagai wadah strategis yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga membekali generasi muda dengan pengetahuan fundamental dan keterampilan praktis menghadapi
era digitalisasi ekonomi.
Dengan semangat kolaborasi dan visi besar menuju ekosistem keuangan syariah yang berdaya saing global, Nushafest membuka pintu bagi lahirnya investor-investor baru yang tidak sekadar mengikuti tren, melainkan mampu menjadi agen perubahan menuju masa depan finansial Nusantara yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan penuh keberkahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









