OJK Perkuat Sinergi, Jaga Ketahanan Sistem Keuangan Nasional

AKURAT.CO Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat koordinasi lintas lembaga untuk memastikan sistem keuangan nasional tetap stabil dan tangguh.
Sinergi ini dilakukan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengatakan penguatan koordinasi antarlembaga menjadi kunci dalam menjaga resiliensi sektor jasa keuangan (SJK) terhadap berbagai tekanan, baik yang bersifat sistemik maupun non-sistemik.
Baca Juga: OJK Dorong Pembiayaan ke Sektor Prioritas Termasuk UMKM
“OJK senantiasa berkoordinasi erat dalam kerangka KSSK guna memastikan sinergi kebijakan lintas otoritas berjalan efektif. Langkah ini penting agar stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global,” ujar Mahendra dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Mahendra menjelaskan, pengawasan terhadap sektor jasa keuangan dilakukan secara menyeluruh dan berlapis. OJK memantau indikator kinerja lembaga keuangan tidak hanya secara individual, tetapi juga secara agregat untuk menilai daya tahan sistem keuangan nasional.
Selain itu, OJK juga secara rutin melakukan stress test atau uji ketahanan untuk mengukur kemampuan sektor keuangan menghadapi guncangan ekonomi. Hasil uji ketahanan tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi risiko yang diperlukan agar stabilitas tetap terjaga.
“Kami memastikan setiap lembaga jasa keuangan tetap beroperasi secara prudent, menerapkan tata kelola yang baik, dan mengelola risiko secara cermat. Pendekatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional,” ujarnya.
Di sisi lain, OJK juga terus mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor prioritas pemerintah, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi domestik sekaligus meningkatkan pertumbuhan yang inklusif.
Baca Juga: OJK-Menkeu Bentuk Tim Kerja Dorong Kinerja Pasar Modal
Menurut Mahendra, stabilitas sektor jasa keuangan saat ini berada pada level yang terjaga. Hal ini sejalan dengan penguatan pasar saham global dan kondisi ekonomi nasional yang tetap solid.
Ke depan, OJK akan terus memperdalam pasar keuangan dan memperluas basis investor untuk memperkuat likuiditas. Upaya ini diharapkan dapat memperbesar peran industri jasa keuangan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
“OJK berkomitmen menjaga sektor keuangan agar tetap resilien, kontributif, dan berdaya saing di tengah perubahan global yang cepat,” kata Mahendra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








