Bos DanaRupiah Ingatkan 3 Hal Ini Sebelum Gunakan Layanan Pindar

AKURAT.CO Layanan pinjaman daring (pindar) kini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Namun, masih banyak pengguna yang menyalahgunakan aplikasi tersebut dan terjebak dalam praktik pinjol ilegal.
Salah satu platform resmi yang telah terverifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni DanaRupiah, menjadi contoh baik dalam penerapan sistem pembiayaan digital yang bertanggung jawab.
CEO DanaRupiah sekaligus Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S. Djafar, menegaskan bahwa sistem yang diterapkan pihaknya berbeda dengan aplikasi pinjaman ilegal.
“Kami memiliki sistem yang mempertemukan antara pihak peminjam dan pemberi pinjaman. Prosesnya tidak serta-merta langsung disetujui, tetapi melalui tahap verifikasi data terlebih dahulu,” ujar Entjik saat ditemui Akurat.co di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Baca Juga: OJK Dorong Pindar Gencarkan Literasi Keuangan
Dirinya menjelaskan, DanaRupiah juga menetapkan bunga pinjaman secara transparan dan sesuai ketentuan. “Kami menetapkan bunga yang jelas. Jika nasabah tidak mampu membayar pada bulan berikutnya dan telah melewati jangka waktu 90 hari, bunga tidak akan kami gandakan. Kami hentikan perhitungannya,” jelasnya.
Entjik menambahkan, pihaknya bersama 96 anggota AFPI terus berupaya memastikan dana yang dipinjamkan tersalurkan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan dan layak.
Terkait banyaknya keluhan masyarakat soal teror telepon dari pinjol ilegal, Entjik meminta masyarakat untuk segera melapor. “Jika menerima telepon dari pihak yang mengaku pinjol, padahal tidak pernah meminjam, segera laporkan kepada AFPI atau OJK. Kami akan menindaklanjuti pengaduan tersebut,” tegasnya.
Entjik mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda oleh tawaran pinjaman dengan iming-iming pencairan cepat tanpa proses verifikasi. Menurutnya, hal tersebut sering berujung pada kesulitan finansial.
“Banyak yang tergiur karena proses cepat, tapi tidak memikirkan risiko setelahnya. Akibatnya justru menimbulkan kesengsaraan bagi diri sendiri,” ujarnya.
Entjik juga mengimbau agar masyarakat memastikan legalitas setiap aplikasi sebelum menggunakannya. “Sebelum mengunduh aplikasi pinjaman daring, pastikan terlebih dahulu bahwa platform tersebut terdaftar di OJK,” katanya.
Entjik pun memberikan tips bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan pinjaman daring. “Dalam mengambil keputusan untuk menggunakan pindar, perhatikan tiga hal: kebutuhan, kemampuan, dan penghasilan yang minimal 30 persen dari jumlah dana yang akan dipinjam,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









