Didominasi IBIT Milik BlackRock, Adopsi ETF Bitcoin Oleh Investor Institusional AS Masih Cetek
Hefriday | 29 Oktober 2025, 13:12 WIB

AKURAT.CO Pasar aset kripto kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menunjukkan dominasi besar BlackRock melalui produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) di pasar Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin Amerika Serikat.
Meski secara keseluruhan ETF Bitcoin mencatat arus masuk positif sepanjang tahun ini, sebagian besar kontribusi ternyata hanya datang dari satu pemain utama yaitu BlackRock. Fenomena ini mengungkapkan sisi rapuh dari adopsi kripto di kalangan institusional yang tampak belum sepenuhnya merata.
Dikutip dari laman Crypto, Rabu (29/10/2025) menurut data Farside Investors, hingga akhir Oktober 2025, ETF Bitcoin di Amerika Serikat membukukan arus masuk bersih senilai USD26,9 miliar.
Namun, angka ini justru lebih kecil dibandingkan arus dana yang masuk ke IBIT milik BlackRock yang mencapai USD28,1 miliar. Artinya, tanpa kehadiran IBIT, sektor ETF Bitcoin justru mengalami arus keluar atau net outflow. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa kepercayaan institusional terhadap Bitcoin masih bergantung pada satu entitas besar.
Baca Juga: Sepekan ETF Bitcoin Disetujui, Kripto Ditaksir Masih Berpeluang Menghijau
Pada 27 Oktober 2025, ETF Bitcoin AS mencatat arus masuk sebesar 1.300 BTC atau setara USD149,3 juta, angka yang menggambarkan permintaan institusional yang masih bertahan. Namun, sebagian besar dana tersebut mengalir ke IBIT, sementara produk-produk pesaing seperti FBTC milik Fidelity dan BITB milik Bitwise tidak mencatat pertumbuhan berarti.
Pada 27 Oktober 2025, ETF Bitcoin AS mencatat arus masuk sebesar 1.300 BTC atau setara USD149,3 juta, angka yang menggambarkan permintaan institusional yang masih bertahan. Namun, sebagian besar dana tersebut mengalir ke IBIT, sementara produk-produk pesaing seperti FBTC milik Fidelity dan BITB milik Bitwise tidak mencatat pertumbuhan berarti.
Beberapa bahkan mengalami penurunan nilai investasi, menandakan bahwa sebagian besar investor institusional lebih mempercayakan eksposur Bitcoin mereka melalui BlackRock.
Kepala Penelitian K33 Research, Vetle Lunde, menilai kondisi ini sebagai “ketergantungan yang tidak sehat.” Dalam laporannya, Lunde menulis bahwa tanpa IBIT, kinerja ETF Bitcoin secara agregat justru negatif.
Kepala Penelitian K33 Research, Vetle Lunde, menilai kondisi ini sebagai “ketergantungan yang tidak sehat.” Dalam laporannya, Lunde menulis bahwa tanpa IBIT, kinerja ETF Bitcoin secara agregat justru negatif.
“Tanpa BlackRock, tidak ada pesta,” tulisnya, menegaskan bahwa arus dana besar-besaran di sektor ETF kripto tampaknya berdiri di atas satu kaki. Ia juga menambahkan bahwa dominasi ini berpotensi menjadi risiko sistemik jika BlackRock mengurangi eksposurnya terhadap Bitcoin di masa depan.
Ketergantungan ekstrem terhadap satu institusi menimbulkan kekhawatiran akan konsentrasi risiko di pasar kripto. Dalam konteks keuangan global, kondisi semacam ini mencerminkan bahwa adopsi kripto institusional belum benar-benar solid.
Ketergantungan ekstrem terhadap satu institusi menimbulkan kekhawatiran akan konsentrasi risiko di pasar kripto. Dalam konteks keuangan global, kondisi semacam ini mencerminkan bahwa adopsi kripto institusional belum benar-benar solid.
Jika kehadiran BlackRock sebagai pemimpin pasar memudar, permintaan terhadap ETF Bitcoin bisa dengan cepat menurun, menimbulkan efek domino pada harga dan sentimen investor.
Menariknya, pada hari yang sama dengan arus masuk besar ke ETF Bitcoin, ETF Ethereum di AS juga mencatat penambahan 32.220 ETH, senilai sekitar USD133,9 juta.
Menariknya, pada hari yang sama dengan arus masuk besar ke ETF Bitcoin, ETF Ethereum di AS juga mencatat penambahan 32.220 ETH, senilai sekitar USD133,9 juta.
Meskipun angka tersebut menunjukkan meningkatnya minat terhadap aset digital di luar Bitcoin, belum ada produk ETF Ethereum yang mampu menandingi dominasi IBIT. Hal ini memperlihatkan bahwa minat institusi terhadap kripto kini mulai lebih beragam, namun masih sangat terpusat pada Bitcoin sebagai aset utama.
Menurut laporan Bitwise Asset Management, lembaga keuangan besar kini mulai memperlakukan aset kripto sebagai bagian dari strategi keuangan utama, bukan sekadar eksperimen.
Menurut laporan Bitwise Asset Management, lembaga keuangan besar kini mulai memperlakukan aset kripto sebagai bagian dari strategi keuangan utama, bukan sekadar eksperimen.
Bank, perusahaan manajer aset, dan raksasa pembayaran global secara konsisten menambah eksposur mereka terhadap aset digital melalui berbagai mekanisme, mulai dari produk ETF, kustodi, hingga tokenisasi aset riil. Perubahan paradigma ini menunjukkan bahwa kripto telah bergeser dari kategori “alternatif berisiko tinggi” menjadi “aset strategis jangka panjang.”
Analis Bitwise, Kyle Doops, menggambarkan fenomena ini dengan istilah “institusi diam-diam masuk semua.” Ia menjelaskan bahwa eksposur terhadap kripto kini meningkat setiap minggu, seiring dengan semakin matangnya infrastruktur keuangan digital.
Analis Bitwise, Kyle Doops, menggambarkan fenomena ini dengan istilah “institusi diam-diam masuk semua.” Ia menjelaskan bahwa eksposur terhadap kripto kini meningkat setiap minggu, seiring dengan semakin matangnya infrastruktur keuangan digital.
“Kripto tidak lagi menjadi taruhan sampingan ini kini bagian dari sistem,” tulis Doops dalam laporan analisis terbarunya, Rabu (29/10/2025).
Namun, di balik optimisme tersebut, para analis memperingatkan bahwa volatilitas tetap menjadi faktor utama yang menahan adopsi lebih luas. Laporan CoinShares mencatat bahwa produk investasi Bitcoin mencatat arus masuk USD931 juta hanya dalam seminggu yang berakhir pada 24 Oktober 2025, sehingga total arus masuk tahunan mencapai USD30,2 miliar.
Namun, di balik optimisme tersebut, para analis memperingatkan bahwa volatilitas tetap menjadi faktor utama yang menahan adopsi lebih luas. Laporan CoinShares mencatat bahwa produk investasi Bitcoin mencatat arus masuk USD931 juta hanya dalam seminggu yang berakhir pada 24 Oktober 2025, sehingga total arus masuk tahunan mencapai USD30,2 miliar.
Meski demikian, seminggu sebelumnya pasar justru mencatat arus keluar besar-besaran, mencerminkan perubahan sentimen yang masih cepat bergeser di sektor ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa adopsi institusional terhadap kripto masih dalam tahap transisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










