IHSG Diprediksi Koreksi Ringan Usai Cetak Rekor Intraday

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi mengalami minor pullback atau koreksi ringan pada perdagangan Selasa (11/11/2025). Koreksi tersebut dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah IHSG sempat menembus level tertinggi intraday baru di awal pekan.
Dalam riset harian Phintraco Sekuritas, disebutkan bahwa IHSG ditutup melemah tipis ke level 8.391,2 atau turun 0,04% pada perdagangan Senin (10/11/2025). Penurunan tersebut terjadi setelah indeks sempat mencapai level tertinggi harian di posisi 8.478, mencerminkan adanya tekanan jual di level atas.
Analis Phintraco Sekuritas menjelaskan, pergerakan IHSG yang mulai melambat terjadi seiring dengan kondisi pasar yang sudah berada pada level jenuh beli (overbought). Situasi ini mendorong sebagian investor untuk melakukan realisasi keuntungan setelah penguatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat ke 8.450, Saham ASII hingga ISAT Patut Dilirik
Secara teknikal, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan sinyal positif dengan histogram yang terus meningkat. Hal ini mencerminkan momentum penguatan indeks yang masih terjaga. Namun demikian, indikator Stochastic RSI kini berada di area overbought dan berpotensi membentuk pola Death Cross, yang biasanya menjadi sinyal awal koreksi jangka pendek.
“Dalam jangka pendek, IHSG berpotensi mengalami minor pullback akibat aksi profit taking. Namun selama IHSG mampu bertahan di atas level 8.300–8.340, tren bullish masih akan berlanjut,” tulis Phintraco Sekuritas dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Dari sisi fundamental, optimisme terhadap prospek ekonomi domestik tetap menjadi faktor pendukung utama penguatan IHSG dalam beberapa pekan terakhir. Peningkatan likuiditas di pasar serta ekspektasi adanya sejumlah aksi korporasi emiten besar dinilai dapat menjadi katalis positif yang menjaga pergerakan indeks di zona hijau.
Selain itu, data ekonomi terkini turut memperkuat sentimen positif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik ke level 121,2 pada Oktober 2025, meningkat tajam dari 115 pada bulan sebelumnya. Angka tersebut merupakan posisi tertinggi sejak April 2025, sekaligus menandakan perbaikan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.
“Kenaikan IKK menunjukkan bahwa masyarakat semakin optimistis terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospeknya di masa depan,” tambah Phintraco Sekuritas.
Baca Juga: Bos BEI Optimistis IHSG Tembus 9.000 di 2026
Sementara itu, dari pasar regional, mayoritas bursa Asia ditutup menguat pada perdagangan Senin (10/11/2025). Sentimen positif datang dari kebijakan China yang mencabut sejumlah pembatasan ekspor mineral penting dan rare earth materials ke Amerika Serikat. Langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa hubungan dagang antara kedua negara masih berada di jalur yang konstruktif.
Dari kawasan Eropa, pelaku pasar menanti rilis data ekonomi penting pada Selasa (11/11/2025). Inggris dijadwalkan mengumumkan data tingkat pengangguran bulan September 2025 yang diperkirakan naik menjadi 4,9% dari 4,8% pada Agustus. Sementara itu, Jerman akan merilis ZEW Economic Sentiment Index untuk November yang diproyeksikan meningkat menjadi 42,5 dari 39,3 pada bulan sebelumnya.
Phintraco Sekuritas menilai faktor eksternal tersebut masih akan berpengaruh terbatas terhadap pergerakan IHSG. Fokus utama investor domestik tetap tertuju pada data makroekonomi Indonesia dan rencana aksi korporasi dari sejumlah emiten besar menjelang akhir tahun.
Untuk perdagangan Selasa (11/11/2025), Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi mencatat penguatan, antara lain PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Dharma Kontrolindo Tbk (DKFT), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).
Meski demikian, analis mengingatkan bahwa investor sebaiknya tetap waspada terhadap potensi volatilitas jangka pendek. “Koreksi ringan dalam tren naik adalah hal wajar. Selama IHSG mampu bertahan di atas area support kuat 8.300, peluang penguatan lanjutan masih terbuka lebar,”ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









