Akurat
Pemprov Sumsel

AirAsia Indonesia Bukukan Pendapatan Rp6,03 Triliun hingga Kuartal III 2025

Syaiful Bahri | 27 November 2025, 17:12 WIB
AirAsia Indonesia Bukukan Pendapatan Rp6,03 Triliun hingga Kuartal III 2025

AKURAT.CO PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID/CMPP) mencatat pendapatan Rp6,03 triliun sepanjang Januari–September 2025.

Angka ini tumbuh 2,1 persen dibanding periode sama tahun lalu, ditopang pergerakan 4,44 juta penumpang dan penyesuaian kapasitas penerbangan.

Capaian tersebut dipaparkan dalam Public Expose AirAsia Indonesia di Jakarta, Kamis (27/11).

Direktur Utama AAID, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, menyebut pertumbuhan kinerja merupakan hasil konsistensi strategi penguatan jaringan dan efisiensi operasional.

“Kinerja ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam memperkuat jaringan dan efisiensi,” ujarnya.

Ekspansi Rute Sepanjang 2025

Sepanjang tahun, Indonesia AirAsia membuka sejumlah rute baru untuk memperluas jangkauan layanan. Tiga rute internasional baru yang telah beroperasi yakni Denpasar–Adelaide, Denpasar–Darwin, dan Surabaya–Don Mueang.

Di rute domestik, maskapai membuka Jakarta–Manado, Surabaya–Balikpapan, Balikpapan–Berau, dan Balikpapan–Tarakan.

“Ekspansi dari Surabaya memperkuat posisi kota tersebut sebagai hub strategis, sementara rute Bali–Australia dan Surabaya–Don Mueang menjawab lonjakan permintaan internasional,” kata Achmad.

Hingga September, AirAsia mengoperasikan 29.731 penerbangan dengan kapasitas 5,35 juta kursi dan tingkat keterisian (load factor) 83 persen.

Jaringan Indonesia AirAsia kini mencakup 22 destinasi internasional dan delapan domestik, terkoneksi dengan lebih dari 130 destinasi di jaringan AirAsia Group.

Indonesia AirAsia mengangkut lebih dari 770 ribu wisatawan mancanegara hingga kuartal III 2025. Malaysia menjadi pasar terbesar (212 ribu), disusul Australia (145 ribu).

Baca Juga: Denny JA Raih BRICS Award for Literary Innovation, Inovasi Puisi Esai Diakui di Panggung Sastra Global

Maskapai juga mempertahankan sejumlah rute internasional unik yang tidak dilayani maskapai nasional lain, seperti Jakarta–Phnom Penh, Jakarta–Kota Kinabalu, Jakarta–Kuching, dan Bali–Phuket.

Berdasarkan Statistik Angkutan Udara 2024, Indonesia AirAsia masih memimpin pangsa pasar internasional di Indonesia dengan 12,4 persen. Tahun ini, perusahaan juga meluncurkan “Livery Labuan Bajo” untuk memperkuat promosi pariwisata nasional.

Sepanjang 2025, AirAsia Aviation Group dan Indonesia AirAsia meraih sejumlah penghargaan internasional, termasuk Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia dari AirlineRatings.com dan Skytrax, serta sertifikasi Great Place to Work®️ (GPTW).

Memasuki tahun 2026, perusahaan menyiapkan strategi pertumbuhan berkelanjutan seiring pemulihan armada dan penguatan rute internasional.

“Fokus kami adalah peningkatan jumlah penumpang, optimalisasi pendapatan per kursi, dan pemanfaatan pesawat yang lebih efisien,” tutup Capt Achmad.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.