Restoran AS Steak ’n Shake Alihkan Pendapatan ke Bitcoin

AKURAT.CO Jaringan restoran cepat saji asal Amerika Serikat, Steak ‘n Shake, mengambil langkah tidak lazim dengan menginvestasikan Bitcoin senilai USD10 juta atau setara lebih dari Rp160 miliar.
Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam strategi keuangan perusahaan yang kini mengalihkan sebagian pendapatan operasionalnya ke aset kripto sebagai cadangan perusahaan.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (18/1/2026) akuisisi tersebut merupakan bagian dari inisiatif bertajuk Bitcoin-to-Burger, sebuah strategi yang secara langsung mengonversi arus kas dari aktivitas restoran menjadi aset digital.
Baca Juga: Outlook Bullish Bitcoin Menuju USD190.000 di 2026, Simak Sinyalnya
Program ini mulai dijalankan pada Mei 2025 dan terintegrasi langsung dengan operasional harian perusahaan, termasuk penerimaan pembayaran menggunakan Bitcoin di sejumlah gerai.
Manajemen Steak ‘n Shake menyebut pendekatan ini sebagai sistem keuangan yang berkelanjutan.
Dalam model tersebut, peningkatan kualitas produk diharapkan mendorong pertumbuhan penjualan, yang selanjutnya memperkuat cadangan Bitcoin perusahaan. Dengan demikian, performa bisnis ritel dan manajemen aset digital berjalan saling menopang.
Berdasarkan data internal perusahaan, strategi ini menunjukkan hasil konkret. Sepanjang 2025, Steak ‘n Shake mencatat pertumbuhan penjualan toko sejenis (same store sales) dua digit, capaian yang diklaim melampaui rata-rata industri restoran cepat saji.
Manajemen menilai adopsi Bitcoin berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja tersebut.
Baca Juga: Inflasi AS Terjaga, Bitcoin Menguat ke USD97.000
Langkah ini juga mempertegas posisi Steak ‘n Shake sebagai salah satu perusahaan restoran konvensional yang secara terbuka menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari struktur modal jangka panjang.
Di tengah volatilitas pasar kripto, keputusan ini menempatkan perusahaan sebagai pengecualian di sektor makanan cepat saji yang umumnya konservatif dalam pengelolaan aset.
Didirikan pada 1934, Steak ‘n Shake kini mengoperasikan ratusan gerai di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain.
Transformasi finansial berbasis aset digital ini menjadi upaya perusahaan untuk memodernisasi merek warisan sekaligus mengaitkan kesehatan keuangan jangka panjangnya dengan performa Bitcoin sebagai aset kripto terbesar di dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








