Transaksi Digital dan Uang Kartal Kompak Tumbuh Dua Digit pada Januari 2026

AKURAT.CO Perkembangan uang beredar dan transaksi e-money pada awal 2026 menunjukkan tren ekspansif.
Data terbaru BI mencatat pertumbuhan M0 dan M2 meningkat, transaksi pembayaran digital melonjak, serta uang kartal yang diedarkan (UYD) tumbuh dua digit.
Kombinasi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran ini menjadi sinyal kuat bahwa likuiditas domestik tetap terjaga untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026, sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi.
Uang Beredar M0 dan M2 Tumbuh Signifikan
Pertumbuhan uang beredar menjadi indikator utama kesehatan likuiditas domestik. Data BI menunjukkan M0 (uang primer) tumbuh 11% secara tahunan (yoy) pada Januari 2026. Sementara M2 (uang beredar luas) meningkat 9,6% (yoy) pada Desember 2025.
Baca Juga: Impor Kurma Melonjak Jelang Ramadan 2026, Dari Mana Saja?
Kenaikan ini ditopang oleh ekspansi fiskal pemerintah, stimulus ekonomi, serta pertumbuhan kredit perbankan yang tetap solid. “Pertumbuhan uang beredar tetap dikelola melalui sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Secara struktural, tren ini mengindikasikan ruang likuiditas yang cukup longgar untuk mendukung aktivitas konsumsi dan investasi.
Transaksi Digital Melonjak 39,65 Persen
Transformasi ekonomi digital Indonesia semakin terlihat pada awal 2026. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,79 miliar transaksi pada Januari 2026, tumbuh 39,65% (yoy).
Lonjakan tertinggi terjadi pada transaksi QRIS yang melesat 131,47% (yoy), didorong peningkatan jumlah pengguna dan merchant di berbagai sektor. Selain itu, BI-FAST memproses 455 juta transaksi dengan nilai Rp1.176 triliun. Sementara BI-RTGS mencatat nilai transaksi mencapai Rp19.555 triliun.
“Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital dan penguatan infrastruktur," tegas Perry.
Uang Kartal Beredar Tumbuh Dua Digit Jelang Ramadan
Kenaikan ini dipengaruhi peningkatan aktivitas ekonomi dan persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri. Melalui program SERAMBI 2026, BI memastikan ketersediaan uang layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Tren ini menegaskan bahwa ekonomi Indonesia masih mengandalkan kombinasi pembayaran tunai dan digital secara paralel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








