Perlinsos Dipercepat, Pemerintah Jaga Konsumsi di Awal 2026

AKURAT.CO Pemerintah memandang percepatan penyaluran program perlindungan sosial (perlinsos) sebagai instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi pada awal 2026.
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung mengatakan, melalui percepatan perlinsos, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat didorong mencapai 5,6%, lebih tinggi dari proyeksi dasar Kementerian Keuangan sebesar 5,5%.
“Kuartal I baseline kita 5,5 persen. Kita dorong ke 5,6 persen dengan pengeluaran yang memang bisa dilakukan di awal tahun,” ujar Juda usai menghadiri acara Economic Outlook 2026 di Jakarta.
Baca Juga: Kunker ke Merauke, Kemenkeu dan Kemendagri Perkuat Kebijakan DAK Non Fisik
Juda menjelaskan, kuartal pertama selama ini kerap diwarnai perlambatan aktivitas ekonomi akibat rendahnya realisasi belanja negara. Untuk itu, pemerintah berupaya mengubah pola tersebut dengan mempercepat belanja yang memiliki dampak langsung ke masyarakat.
“Beberapa pengeluaran yang biasanya lambat, itu yang kita percepat,” ujarnya.
Program perlinsos menjadi salah satu fokus utama karena dinilai mampu menjaga konsumsi rumah tangga, komponen terbesar dalam struktur produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
“Kalau ada program perlinsos yang bisa kita lakukan di kuartal I, ya kita lakukan segera,” kata Juda.
Dorongan terhadap konsumsi ini sejalan dengan target jangka menengah pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat didorong hingga mendekati 6% pada 2026, seiring membaiknya tren ekonomi sejak akhir 2025.
Baca Juga: 40 Perusahaan Baja Disisir Kemenkeu, Potensi Pajak Hilang Capai Rp5 Triliun
Purbaya mencatat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 berada di kisaran 5,39% secara tahunan, menunjukkan perbaikan meskipun masih di bawah target pemerintah.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kinerja ekonomi nasional masih sesuai dengan desain kebijakan pemerintah. Ia menegaskan, stimulus fiskal dan bantuan sosial berperan penting dalam menopang konsumsi masyarakat.
“Pemerintah menggelontorkan fiskal, bantuan sosial, dan terlihat konsumsi juga meningkat,” ujar Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








