Akurat
Pemprov Sumsel

Di Tengah Gejolak Ekonomi, Pembiayaan Baru Adira Finance Tumbuh Double Digit

Idham Nur Indrajaya | 5 Maret 2026, 15:35 WIB
Di Tengah Gejolak Ekonomi, Pembiayaan Baru Adira Finance Tumbuh Double Digit
Kinerja Adira Finance 2025 tumbuh solid dengan pembiayaan Rp43,2 triliun, laba bersih Rp1,5 triliun, dan NPF turun ke 2%. Simak strategi bisnisnya. dok. Adira Finance

AKURAT.CO Kinerja Adira Finance 2025 menunjukkan pertumbuhan yang kuat di tengah dinamika industri pembiayaan Indonesia. Perusahaan mencatat pembiayaan baru mencapai Rp43,2 triliun, meningkat 18% dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus memperlihatkan daya tahan sektor multifinance di tengah kondisi ekonomi yang masih beradaptasi.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya mencerminkan peningkatan aktivitas pembiayaan kendaraan dan kebutuhan konsumen, tetapi juga menandakan permintaan pembiayaan masyarakat yang tetap stabil, terutama pada sektor otomotif dan kebutuhan konsumtif menjelang momentum besar seperti Ramadan dan Lebaran.

Dengan kinerja keuangan yang positif, Adira Finance optimistis melanjutkan strategi bisnisnya di 2026, termasuk menghadirkan berbagai program konsumen yang relevan bagi masyarakat.


Ringkasan: Kinerja Adira Finance 2025

Secara umum, kinerja keuangan Adira Finance sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang sehat baik dari sisi pembiayaan maupun profitabilitas.

Beberapa indikator utama kinerja perusahaan antara lain:

  • Pembiayaan baru: Rp43,2 triliun (tumbuh 18% YoY)

  • Piutang pembiayaan: Rp63,4 triliun (naik 13%)

  • Pendapatan perusahaan: Rp12,1 triliun

  • Laba bersih Adira Finance: Rp1,5 triliun

  • Rasio NPF (Non-Performing Financing): 2,0%

Angka tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pembiayaan Adira tetap berjalan seiring dengan pengelolaan risiko yang terjaga.


Pembiayaan Baru Adira Finance Tumbuh Signifikan pada 2025

Pertumbuhan pembiayaan menjadi salah satu indikator utama dalam melihat kinerja Adira Finance 2025. Sepanjang tahun, perusahaan mencatat pembiayaan baru sebesar Rp43,2 triliun, meningkat 18% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain:

  • meningkatnya kebutuhan pembiayaan kendaraan

  • stabilnya permintaan konsumen di sektor otomotif

  • strategi pembiayaan yang lebih adaptif terhadap kondisi pasar

Seiring dengan itu, piutang pembiayaan Adira Finance juga meningkat menjadi Rp63,4 triliun, tumbuh sekitar 13%. Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan konsumen yang tetap terjaga terhadap layanan pembiayaan perusahaan.


Laba Bersih dan Kualitas Aset Tetap Terjaga

Selain pertumbuhan pembiayaan, profitabilitas perusahaan juga menunjukkan kinerja positif. Sepanjang 2025, Adira Finance membukukan:

  • Pendapatan: Rp12,1 triliun

  • Laba bersih: Rp1,5 triliun

Kinerja tersebut juga diikuti oleh perbaikan kualitas aset, tercermin dari rasio NPF yang turun menjadi 2,0%.

Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani, menjelaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan ketahanan model bisnis perusahaan di tengah dinamika pasar.

"Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis Adira dalam menghadapi dinamika pasar. Likuiditas tetap terjaga, kualitas pembiayaan terus membaik, dan pengelolaan risiko dijalankan secara disiplin,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Kamis, 5 Maret 2026.

Menurutnya, fondasi keuangan yang kuat menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.


Strategi Adira Finance Menghadapi Prospek Industri Multifinance 2026

Melihat tren industri, prospek multifinance 2026 masih cukup positif. Industri pembiayaan Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar 6–8% seiring dengan stabilnya konsumsi rumah tangga dan sektor otomotif.

Sylvanus mengatakan peluang tersebut membuka ruang bagi perusahaan untuk terus memperluas pasar pembiayaan.

“Sejalan dengan proyeksi industri multifinance yang diperkirakan tumbuh 6–8%, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka di 2026 dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” jelasnya.

Optimisme tersebut juga terlihat dari partisipasi perusahaan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026, di mana Adira Finance menjadi Official Multifinance Partner.

Selama penyelenggaraan pameran tersebut, perusahaan mencatat pertumbuhan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebesar 60% dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan permintaan pembiayaan kendaraan masih kuat.


Momentum Ramadan dan Program Konsumen Adira Finance

Selain fokus pada kinerja bisnis, perusahaan juga memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat hubungan dengan konsumen melalui berbagai program.

Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, mengatakan Ramadan menjadi periode penting bagi perusahaan untuk menghadirkan solusi finansial yang lebih relevan bagi masyarakat.

“Ramadan adalah momentum ketika kebutuhan masyarakat meningkat, baik untuk mobilitas, konsumsi, maupun perencanaan ibadah,” ujarnya.

Beberapa program yang diluncurkan antara lain:

Program Mudik Gratis KURMA 2026

Melalui program KURMA (Kembali Seru Bersama), Adira Finance akan memberangkatkan 300 peserta mudik gratis menggunakan 10 bus menuju Solo dan Yogyakarta.

Program CSR ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Pembiayaan Syariah HASANAH

Adira juga menghadirkan HASANAH, produk pembiayaan syariah untuk kebutuhan Haji Plus menggunakan akad Ijarah Multijasa.

Produk ini menawarkan:

  • tenor hingga 60 bulan

  • skema angsuran yang lebih terencana

  • kerja sama dengan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) resmi

Ramadan Salebration “Adirain Aja!”

Dalam kampanye KETUPAT (Kredit Hemat untuk Promo Bersahabat), perusahaan menghadirkan berbagai promo pembiayaan, seperti:

  • kredit mobil bunga mulai 1,70% per tahun

  • kredit motor premium bunga 3,33%

  • potongan biaya administrasi hingga Rp1 juta

Program ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan finansial menjelang Lebaran secara lebih terencana.


Dampak bagi Konsumen dan Industri Pembiayaan

Bagi konsumen, pertumbuhan bisnis Adira Finance berarti semakin banyak pilihan akses pembiayaan yang fleksibel.

Contohnya:

  • masyarakat yang ingin membeli kendaraan menjelang Lebaran

  • pekerja yang membutuhkan pembiayaan tambahan untuk kebutuhan keluarga

  • pelanggan loyal yang ingin memanfaatkan program mudik atau umrah

Sementara bagi industri, kinerja perusahaan ini menjadi salah satu indikator penting bagi kondisi industri pembiayaan Indonesia, khususnya pada sektor kendaraan bermotor yang masih menjadi pendorong utama pembiayaan konsumen.


Apa Artinya bagi Ekonomi dan Daya Beli Masyarakat?

Pertumbuhan pembiayaan yang tetap tinggi menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia masih relatif stabil, meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

Sektor multifinance sendiri memiliki peran penting dalam:

  • mendorong penjualan kendaraan

  • memperluas akses pembiayaan masyarakat

  • menjaga aktivitas ekonomi domestik

Jika tren ini berlanjut, industri pembiayaan Indonesia berpotensi tetap menjadi salah satu motor konsumsi domestik dalam beberapa tahun ke depan.


Penutup

Kinerja Adira Finance 2025 yang mencatat pertumbuhan pembiayaan dan laba bersih menunjukkan bahwa sektor multifinance masih memiliki ruang ekspansi di tengah dinamika ekonomi.

Dengan strategi bisnis yang adaptif, pengelolaan risiko yang disiplin, serta program konsumen yang relevan, perusahaan berupaya menjaga pertumbuhan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis tetapi juga manfaat bagi masyarakat.

Ke depan, perkembangan industri pembiayaan Indonesia akan menjadi indikator penting untuk melihat arah daya beli masyarakat dan dinamika konsumsi domestik, terutama di tengah perubahan pola ekonomi dan kebutuhan finansial generasi muda.


Baca Juga: Mudik Gratis Adira Finance 2026 Dibuka! Tersedia Kuota 300 Peserta ke Solo & Yogyakarta

Baca Juga: IIMS Jakarta 2026 Rampung, Danamon dan Adira Finance Didukung MUFG Hadirkan Solusi Finansial Holistik bagi Industri Otomotif

FAQ

1. Bagaimana kinerja Adira Finance pada 2025?

Kinerja Adira Finance 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Perusahaan mencatat pembiayaan baru sebesar Rp43,2 triliun, naik 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, piutang pembiayaan Adira Finance meningkat menjadi Rp63,4 triliun, sementara laba bersih Adira Finance mencapai Rp1,5 triliun. Pencapaian ini menunjukkan bahwa bisnis pembiayaan perusahaan tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi dan industri multifinance Indonesia.

2. Berapa laba bersih Adira Finance sepanjang 2025?

Sepanjang 2025, laba bersih Adira Finance tercatat sekitar Rp1,5 triliun dengan total pendapatan mencapai Rp12,1 triliun. Kinerja ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas sambil tetap memperluas penyaluran pembiayaan kepada konsumen. Pertumbuhan laba tersebut juga didukung oleh pengelolaan risiko yang disiplin dan kualitas pembiayaan yang terjaga.

3. Apa saja faktor yang mendorong pertumbuhan pembiayaan Adira Finance?

Pertumbuhan pembiayaan Adira Finance 2025 didorong oleh meningkatnya permintaan pembiayaan kendaraan serta kebutuhan konsumsi masyarakat. Selain itu, strategi perusahaan dalam memperluas layanan pembiayaan, menjaga kualitas kredit, dan menghadirkan berbagai program promosi turut berkontribusi terhadap peningkatan penyaluran pembiayaan sepanjang tahun.

4. Bagaimana kualitas aset Adira Finance pada 2025?

Dari sisi kualitas aset, perusahaan mencatat perbaikan yang cukup signifikan. Rasio Non-Performing Financing (NPF) Adira Finance berada di level 2,0%, yang menunjukkan bahwa risiko pembiayaan tetap terkendali. Angka ini juga mencerminkan pengelolaan portofolio pembiayaan yang disiplin serta strategi mitigasi risiko yang diterapkan perusahaan di tengah persaingan industri pembiayaan Indonesia.

5. Bagaimana prospek industri multifinance Indonesia pada 2026?

Prospek industri multifinance Indonesia pada 2026 diperkirakan masih positif dengan pertumbuhan sekitar 6–8%. Permintaan pembiayaan kendaraan, konsumsi rumah tangga, serta aktivitas ekonomi domestik diperkirakan tetap menjadi pendorong utama. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan pembiayaan seperti Adira Finance untuk terus memperluas pasar sambil menjaga prinsip kehati-hatian dalam bisnis.

6. Apa saja program Adira Finance selama Ramadan?

Untuk menyambut Ramadan, perusahaan menghadirkan berbagai program konsumen seperti Ramadan Salebration KETUPAT, program mudik gratis KURMA, serta pembiayaan syariah HASANAH untuk kebutuhan ibadah haji dan umrah. Program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mobilitas, finansial, dan perencanaan ibadah secara lebih terencana selama bulan Ramadan.

7. Apa arti pertumbuhan Adira Finance bagi sektor pembiayaan Indonesia?

Pertumbuhan kinerja keuangan Adira Finance menjadi salah satu indikator penting bagi perkembangan industri pembiayaan Indonesia. Ketika pembiayaan tumbuh dan kualitas kredit tetap terjaga, hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih cukup kuat. Kondisi tersebut juga mendukung sektor otomotif dan konsumsi domestik yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan industri multifinance.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.