Akurat
Pemprov Sumsel

5 Tips Investasi Emas dari THR agar Uang Lebaran Tidak Habis Percuma

Idham Nur Indrajaya | 10 Maret 2026, 21:00 WIB
5 Tips Investasi Emas dari THR agar Uang Lebaran Tidak Habis Percuma
Ilustrasi emas. Sumber: Pixabay

AKURAT.CO Setiap tahun, Tunjangan Hari Raya (THR) selalu dinanti para pekerja. Namun, tidak sedikit orang yang baru menyadari uang tersebut sudah habis hanya beberapa hari setelah Lebaran.

Belanja kebutuhan hari raya, mudik, hingga berbagai pengeluaran tak terduga sering membuat THR cepat menguap. Padahal, jika dikelola dengan baik, sebagian uang tersebut bisa menjadi modal untuk membangun masa depan finansial.

Salah satu cara yang mulai banyak dilirik adalah investasi emas dari THR. Selain relatif stabil, emas juga dikenal sebagai instrumen investasi jangka panjang yang mudah dipahami oleh pemula.

Menariknya, laporan World Gold Council menunjukkan bahwa sekitar 67% masyarakat Indonesia memiliki investasi emas dalam berbagai bentuk, mulai dari emas fisik hingga emas digital.


Cara Sederhana Memulai Investasi Emas dari THR

Investasi emas dari THR adalah strategi memanfaatkan sebagian uang tunjangan hari raya untuk membeli emas sebagai aset investasi jangka panjang.

Bagi pemula, langkah ini sebenarnya cukup sederhana. Berikut cara memulainya:

  • Sisihkan sebagian THR untuk investasi

  • Tentukan tujuan keuangan (tabungan masa depan, dana darurat, pendidikan)

  • Mulai dari nominal kecil agar konsisten

  • Pilih platform investasi emas yang aman dan mudah digunakan

  • Pantau harga emas secara berkala

Dengan pendekatan ini, THR tidak hanya habis untuk konsumsi musiman, tetapi juga bisa menjadi langkah awal membangun aset.


Mengapa THR Bisa Menjadi Momentum Tepat untuk Mulai Investasi

Banyak orang menganggap THR sebagai “uang tambahan” yang boleh dihabiskan tanpa perencanaan. Padahal, jika dipikirkan lebih jauh, THR sebenarnya bisa menjadi modal investasi pertama.

Karena datang sekali setahun, THR bisa dimanfaatkan sebagai titik awal membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

Fenomena konsumsi musiman saat Lebaran juga sering membuat orang mengabaikan peluang ini. Setelah euforia hari raya berakhir, sebagian orang bahkan kembali menghadapi kondisi keuangan yang sama seperti sebelumnya.

Di sinilah investasi kecil—seperti emas—bisa menjadi strategi untuk mengubah pola tersebut.


Tips Mengelola THR agar Bisa Dialokasikan untuk Investasi

Salah satu cara paling sederhana untuk mengelola THR adalah membaginya ke dalam beberapa pos pengeluaran.

Contoh pembagian yang sering direkomendasikan:

  • 40% untuk kebutuhan Lebaran (mudik, makanan, pakaian)

  • 30% untuk tabungan atau dana darurat

  • 20% untuk investasi

  • 10% untuk sedekah atau bantuan sosial

Dengan pola ini, kebutuhan hari raya tetap terpenuhi, tetapi sebagian dana tetap dialokasikan untuk masa depan.

Misalnya, jika seseorang menerima THR Rp5 juta, maka sekitar Rp1 juta bisa dialokasikan untuk investasi emas.

Nominal tersebut mungkin terasa kecil saat ini, tetapi dalam jangka panjang dapat menjadi aset yang terus bertambah.


Mengapa Emas Cocok untuk Investor Pemula

Bagi banyak orang yang baru belajar investasi, emas sering menjadi pilihan pertama.

Ada beberapa alasan mengapa investasi emas untuk pemula cukup populer:

1. Relatif stabil
Harga emas memang bisa naik turun, tetapi dalam jangka panjang cenderung menunjukkan tren positif.

2. Tahan inflasi
Emas sering dianggap sebagai aset lindung nilai yang dapat menjaga daya beli.

3. Mudah dipahami
Berbeda dengan instrumen investasi lain yang lebih kompleks, konsep investasi emas cukup sederhana.

4. Cocok untuk investasi jangka panjang
Banyak orang membeli emas sebagai persiapan masa depan, mulai dari pendidikan hingga dana pensiun.


Cara Memulai Investasi Emas Digital dari Nominal Kecil

Kemajuan teknologi membuat investasi emas kini semakin mudah diakses.

Jika dulu orang harus membeli emas fisik di toko atau bank, sekarang investasi emas online bisa dilakukan melalui aplikasi digital.

Salah satu contohnya adalah fitur eMAS di aplikasi DANA, yang memungkinkan pengguna membeli emas digital dengan nominal sangat kecil.

Pengguna bahkan bisa mulai membeli emas dari sekitar 0,0001 gram atau sekitar Rp200, tergantung harga emas saat transaksi.

Selain pembelian, pengguna juga bisa:

  • Memantau harga emas digital

  • Melihat riwayat transaksi

  • Menyimpan emas tanpa biaya penyimpanan

  • Mengatur notifikasi saat harga emas mencapai target

Transaksi emas digital ini juga berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).


Pentingnya Memahami Pergerakan Harga Emas

Meskipun dikenal sebagai investasi yang relatif aman, harga emas tetap mengalami fluktuasi.

Karena itu, investor tetap perlu memahami pergerakan harga sebelum membeli atau menjual emas.

Secara historis, dalam periode lima tahun atau lebih, emas cenderung menunjukkan tren kenaikan. Itulah sebabnya emas sering digunakan sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Dengan memantau tren harga secara berkala, investor bisa menentukan waktu yang lebih tepat untuk membeli emas.


Kebiasaan Investasi Kecil Bisa Berdampak Besar

Masalah terbesar dalam pengelolaan THR sebenarnya bukan pada jumlah uang yang diterima, tetapi pada kebiasaan menggunakannya.

Banyak orang menerima THR setiap tahun, tetapi tidak memiliki strategi keuangan yang jelas.

Padahal, kebiasaan sederhana seperti menyisihkan sebagian kecil uang untuk investasi bisa membawa perubahan besar dalam jangka panjang.

Ivan Kusuma, Head of Investment and Insurance DANA, menilai momentum THR bisa menjadi titik awal membangun kebiasaan tersebut.

“Kebiasaan berinvestasi bisa dimulai dengan nominal kecil dan dilakukan terus-menerus, dan momentum THR adalah saat yang tepat untuk memulainya,” kata Ivan melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Selasa, 10 Maret 2026.

Ia menambahkan, akses investasi yang mudah dan aman dapat membantu lebih banyak orang membangun masa depan finansial yang lebih sehat.


Ketika THR Tidak Hanya Habis untuk Lebaran

Banyak orang menunggu THR setiap tahun, tetapi hanya sedikit yang benar-benar memanfaatkannya untuk membangun aset.

Padahal, langkah kecil seperti investasi emas dari THR bisa menjadi awal perjalanan finansial yang lebih stabil.

Tidak harus besar. Tidak harus langsung sempurna.

Yang terpenting adalah memulai—dan membangun kebiasaan investasi secara konsisten.

Momentum THR mungkin datang hanya sekali setahun, tetapi keputusan kecil yang diambil hari ini bisa memberi dampak besar bagi masa depan.

Baca Juga: Ayah Bunda, Sisihkan THR Untuk Dana Pendidikan Anak

Baca Juga: Waspada! Penipuan Digital Naik 80 Persen Saat Pencairan THR, Kok Bisa?

FAQ

Apakah THR bisa digunakan untuk investasi emas?

Ya, THR bisa menjadi modal awal untuk memulai investasi emas. Banyak orang memanfaatkan sebagian THR untuk membeli emas sebagai aset jangka panjang karena nilainya relatif stabil dan dikenal tahan inflasi. Dengan menyisihkan sebagian kecil dari THR, seseorang sudah bisa mulai membangun investasi emas tanpa mengganggu kebutuhan Lebaran.

Berapa persen THR yang sebaiknya dialokasikan untuk investasi?

Pembagian THR yang umum digunakan adalah sekitar 20% untuk investasi, sementara sisanya dialokasikan untuk kebutuhan hari raya, tabungan, dan sedekah. Skema ini membantu seseorang tetap menikmati momentum Lebaran sekaligus mulai membangun aset, misalnya melalui investasi emas digital atau pembelian emas fisik.

Apakah investasi emas cocok untuk pemula?

Investasi emas termasuk salah satu instrumen yang cocok untuk pemula karena mudah dipahami dan memiliki risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan beberapa instrumen lain. Selain itu, emas juga dikenal sebagai investasi jangka panjang yang dapat membantu menjaga nilai uang dari inflasi.

Bagaimana cara memulai investasi emas dari THR?

Cara memulai investasi emas dari THR cukup sederhana. Pertama, sisihkan sebagian THR untuk investasi, lalu tentukan tujuan keuangan seperti dana darurat atau tabungan masa depan. Setelah itu, pilih metode investasi yang sesuai, seperti membeli emas fisik atau menggunakan platform investasi emas digital yang memungkinkan pembelian dari nominal kecil.

Apakah investasi emas digital aman?

Investasi emas digital dapat tergolong aman selama dilakukan melalui platform yang memiliki izin dan berada di bawah pengawasan regulator. Di Indonesia, transaksi emas digital biasanya diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga investor perlu memastikan platform yang digunakan memiliki sistem transparan, keamanan transaksi, dan reputasi yang baik.

Berapa modal minimal untuk investasi emas digital?

Saat ini investasi emas digital bisa dimulai dari nominal yang sangat kecil, bahkan setara ratusan rupiah tergantung harga emas saat transaksi. Kemudahan ini membuat investasi emas semakin terjangkau bagi generasi muda yang ingin mulai berinvestasi secara bertahap tanpa harus menunggu modal besar.

Apakah harga emas selalu naik setiap tahun?

Harga emas tidak selalu naik setiap tahun karena tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar global. Namun secara historis, dalam jangka panjang—misalnya lima tahun atau lebih—emas cenderung menunjukkan tren positif. Karena itu banyak orang memilih emas sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga nilai aset mereka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.