Perdagangan dan Industri Jadi Motor Pajak Indonesia

AKURAT.CO Empat sektor ekonomi utama menjadi kontributor terbesar penerimaan pajak Indonesia pada awal 2026.
Menurut Kementerian Keuangan, penerimaan pajak bruto hingga Februari 2026 mencapai Rp336,9 triliun atau tumbuh 12,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan penerimaan Rp100,1 triliun atau sekitar 28,7% dari total pajak bruto.
Sektor perdagangan berada di posisi kedua dengan kontribusi Rp83,2 triliun atau sekitar 24,7%.
Baca Juga: Lonjakan PPN Dorong Pajak Negara Tembus Rp245,1 Triliun
Sementara itu, lanjut Suahasil, sektor pertambangan menyumbang Rp33,8 triliun atau sekitar 10%, dan sektor keuangan serta asuransi sebesar Rp32,4 triliun atau sekitar 9,6%.
“Empat sektor ini memberikan kontribusi sekitar 74 persen terhadap penerimaan pajak bruto,” kata Suahasil saat agenda APBN Kita di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Diketahui, industri pengolahan dan perdagangan selama ini menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi domestik. Kedua sektor tersebut memiliki rantai produksi dan distribusi luas yang menciptakan basis pajak besar.
Sementara sektor pertambangan sering memberikan kontribusi signifikan ketika harga komoditas global relatif tinggi, sedangkan sektor keuangan mencerminkan aktivitas intermediasi dan jasa finansial dalam perekonomian.
Baca Juga: Founder CEO of Hive Five Publikasikan Studi Pajak di Forum Internasional
Oleh sebab itu, dominasi empat sektor tersebut menunjukkan struktur penerimaan pajak Indonesia masih bertumpu pada aktivitas industri, perdagangan, dan komoditas. Kondisi ini penting bagi pemerintah dalam merancang kebijakan fiskal dan strategi diversifikasi basis pajak.
Bagi pasar dan pelaku usaha, data ini memberikan gambaran sektor mana yang paling berkontribusi terhadap penerimaan negara dan aktivitas ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








