Akurat
Pemprov Sumsel

Perdagangan dan Industri Jadi Motor Pajak Indonesia

Andi Syafriadi | 11 Maret 2026, 16:11 WIB
Perdagangan dan Industri Jadi Motor Pajak Indonesia
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara pada saat menjelaskan empat sektor utama kontributor penerimaan pajak tertinggi dalam agenda APBN Kita

AKURAT.CO Empat sektor ekonomi utama menjadi kontributor terbesar penerimaan pajak Indonesia pada awal 2026.

Menurut Kementerian Keuangan, penerimaan pajak bruto hingga Februari 2026 mencapai Rp336,9 triliun atau tumbuh 12,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan penerimaan Rp100,1 triliun atau sekitar 28,7% dari total pajak bruto.

Sektor perdagangan berada di posisi kedua dengan kontribusi Rp83,2 triliun atau sekitar 24,7%.

Baca Juga: Lonjakan PPN Dorong Pajak Negara Tembus Rp245,1 Triliun

Sementara itu, lanjut Suahasil, sektor pertambangan menyumbang Rp33,8 triliun atau sekitar 10%, dan sektor keuangan serta asuransi sebesar Rp32,4 triliun atau sekitar 9,6%.

“Empat sektor ini memberikan kontribusi sekitar 74 persen terhadap penerimaan pajak bruto,” kata Suahasil saat agenda APBN Kita di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Diketahui, industri pengolahan dan perdagangan selama ini menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi domestik. Kedua sektor tersebut memiliki rantai produksi dan distribusi luas yang menciptakan basis pajak besar.

Sementara sektor pertambangan sering memberikan kontribusi signifikan ketika harga komoditas global relatif tinggi, sedangkan sektor keuangan mencerminkan aktivitas intermediasi dan jasa finansial dalam perekonomian.

Baca Juga: Founder CEO of Hive Five Publikasikan Studi Pajak di Forum Internasional

Oleh sebab itu, dominasi empat sektor tersebut menunjukkan struktur penerimaan pajak Indonesia masih bertumpu pada aktivitas industri, perdagangan, dan komoditas. Kondisi ini penting bagi pemerintah dalam merancang kebijakan fiskal dan strategi diversifikasi basis pajak.

Bagi pasar dan pelaku usaha, data ini memberikan gambaran sektor mana yang paling berkontribusi terhadap penerimaan negara dan aktivitas ekonomi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.