Akurat
Pemprov Sumsel

Purbaya: Fundamental Ekonomi RI Masih Jaga Rupiah

Andi Syafriadi | 11 Maret 2026, 17:12 WIB
Purbaya: Fundamental Ekonomi RI Masih Jaga Rupiah
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

AKURAT.CO Pemerintah menilai pelemahan rupiah di tengah gejolak global tidak mencerminkan memburuknya fundamental ekonomi domestik.

Stabilitas makro dinilai tetap terjaga melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan depresiasi rupiah yang terjadi sejak konflik global meningkat masih tergolong moderat, yakni sekitar 0,3% month-to-date.

Baca Juga: Kemenkeu Evaluasi Dampak Lonjakan Harga Minyak Global

Lebih lanjut dirinya menilai kondisi tersebut mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia.

“Ini mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia serta koordinasi fiskal-moneter yang kuat,” ujar Purbaya.

Ia juga menanggapi kritik publik di media sosial terkait pelemahan rupiah dengan meminta masyarakat melihat posisi rupiah secara komparatif terhadap mata uang negara lain.

“Rupiah kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita cukup baik,” katanya.

Usut punya usut, sebelumnya stabilitas ekonomi Indonesia ditopang oleh sejumlah indikator makro seperti inflasi yang relatif terkendali, cadangan devisa yang stabil, serta koordinasi kebijakan antara pemerintah dan bank sentral.

Baca Juga: Purbaya: Rupiah Rp16.800 per Dolar AS Masih Terkendali

Ketika sentimen global meningkat, negara dengan fundamental makro yang relatif kuat biasanya mengalami tekanan nilai tukar yang lebih terbatas dibanding negara lain.

Oleh sebab itu, stabilitas fundamental ekonomi juga menjadi faktor penting bagi investor di pasar modal. Jika kondisi makro tetap solid, volatilitas pasar saham dan nilai tukar biasanya bersifat sementara.

Purbaya menilai kinerja ekonomi yang terjaga dapat mendorong pemulihan minat investasi di pasar saham domestik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.