Purbaya: Fundamental Ekonomi RI Masih Jaga Rupiah

AKURAT.CO Pemerintah menilai pelemahan rupiah di tengah gejolak global tidak mencerminkan memburuknya fundamental ekonomi domestik.
Stabilitas makro dinilai tetap terjaga melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan depresiasi rupiah yang terjadi sejak konflik global meningkat masih tergolong moderat, yakni sekitar 0,3% month-to-date.
Baca Juga: Kemenkeu Evaluasi Dampak Lonjakan Harga Minyak Global
Lebih lanjut dirinya menilai kondisi tersebut mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia.
“Ini mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia serta koordinasi fiskal-moneter yang kuat,” ujar Purbaya.
Ia juga menanggapi kritik publik di media sosial terkait pelemahan rupiah dengan meminta masyarakat melihat posisi rupiah secara komparatif terhadap mata uang negara lain.
“Rupiah kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita cukup baik,” katanya.
Usut punya usut, sebelumnya stabilitas ekonomi Indonesia ditopang oleh sejumlah indikator makro seperti inflasi yang relatif terkendali, cadangan devisa yang stabil, serta koordinasi kebijakan antara pemerintah dan bank sentral.
Baca Juga: Purbaya: Rupiah Rp16.800 per Dolar AS Masih Terkendali
Ketika sentimen global meningkat, negara dengan fundamental makro yang relatif kuat biasanya mengalami tekanan nilai tukar yang lebih terbatas dibanding negara lain.
Oleh sebab itu, stabilitas fundamental ekonomi juga menjadi faktor penting bagi investor di pasar modal. Jika kondisi makro tetap solid, volatilitas pasar saham dan nilai tukar biasanya bersifat sementara.
Purbaya menilai kinerja ekonomi yang terjaga dapat mendorong pemulihan minat investasi di pasar saham domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








