Akurat
Pemprov Sumsel

Ditetapkan di Paripurna DPR Hari ini, Berikut Profil 5 ADK OJK Terpilih

Yosi Winosa | 12 Maret 2026, 05:58 WIB
Ditetapkan di Paripurna DPR Hari ini, Berikut Profil 5 ADK OJK Terpilih
5 ADK OJK terpilih

AKURAT.CO Komisi XI DPR RI merampungkan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon ADK OJK selama dua hari dan memilih 5 nama lolos menjadi ADK OJK.

Nama-nama ini akan ditetapkan pada Rapat Paripurna ke-16 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026 hari ini, Kamis (12/3/2026) pagi di kompleks DPR, Jakarta.

"Hari ini Komisi XI telah memutuskan hasil fit and proper test atas calon anggota Dewan Komisioner OJK per 2006-2031 untuk 5 jabatan, yaitu ada 10 yang melakukan fit and proper dan diputuskan ada 5 jabatan yang akan diisi," kata Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga: Mengenal Friderica Widyasari Dewi, Bos Baru OJK Periode 2026–2031

Proses terpilihnya 5 nama ini sendiri agak panjang. Panitia Seleksi (Pansel) diketuai Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membuka pendaftaran sejak 11 Februari hingga 2 Maret 2026.

Lantas 20 nama diumumkan lolos seleksi administratif. Kemudian disaring lagi menjadi sejumlah nama yang disetorkan ke Presiden Prabowo Subianto. Dari istana, 10 nama lolos untuk fit and proper test di Komisi XI DPR RI. Siapa saja sosok ADK OJK yang baru? Berikut profilnya.

5 ADK OJK Terpilih

1. Friderica Widyasari Dewi, Ketua DK OJK (menggantikan Mahendra Siregar)

Friderica Widyasari Dewi meraih gelar Sarjana di bidang ekonomi di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2001. Kemudian melanjutkan pendidikan di California State University, USA dan mendapatkan gelar Master of Business Administration di tahun 2004, serta meraih gelar Doktor di bidang studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan di Universitas Gadjah Mada di tahun 2019.

Friderica lahir di Cepu, 28 November 1975 telah menjalani lebih dari 10 tahun karir di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005 hingga menjadi Direktur Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia (2009-2015). Friderica juga diketahui memiliki sertifikat Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang dikeluarkan oleh OJK pada 2019.  

Kariernya berlanjut di self-regulatory organizations (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan pada 2015-2016. Selanjutnya menjabat sebagai Direktur Utama PT KSEI pada 2016-2019, sebelum akhirnya menjadi Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas tahun (2020-2022). 

2. Hernawan Bekti Sasongko, Wakil Ketua ADK OJK (menggantikan Mirza Adityaswara)

Hernawan Bekti Sasongko meraih gelar S1 Universitas Kristen Indonesia dan S2 Royal Melbourne Institute of Technology, Australia.

Hernawan bukan sosok baru di industri keuangan. Pengalamannya mulai dari Senior Ekonomis untuk BI, New York (2003-2006), Kepala Divisi/Analis Ekonomi Senior Departemen Internasional BI (2010-2013), Deputi Komisioner Manajemen Strategis OJK (2016-2017), Advisor Senior/Deputi Komisioner Strategic Committee OJK (2017-2020) dan Deputi Komisioner Internasional dan Riset OJK (2020 – 2022).

Sebelum terpilih, Hernawan juga menjabat Komisaris Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (2022 - saat ini) dan Anggota Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (2023 - saat ini).

3. Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (menggantikan Inarno Djajadi)

Hasan Fawzi lahir di Purwakarta 27 April 1970. Meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1993, dan gelar Master of Business Administration (MBA) dari Universitas LÍAE de Grenoble, Université Pie​rre Mendes, France. Kemudian mendapat gelar Magister Manajemen (MM) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2008.

Hasan Fawzi memulai karier di PT Kliring Depositori Efek Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem pada 1993-1997, kemudian bergabung dengan PT Kliring Penjaminan​ Efek Indonesia (KPEI) sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi pada 1997-2008.

Selanjutnya, Hasan Fawzi menjadi Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 2008-2012, Direktur Utama KPEI selama dua periode 2012-2015 dan 2015-2018, dan Direktur Pengembangan BEI pada 2018 - 2022. Hasan sebelumnya juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT PEFINDO Biro Kredit (2022–2023), Komisaris Utama dan Independen PT RHB Sekuritas Indonesia (2022–2023), dan Komisaris Independen PT Merdeka Battery Materials Tbk (2023).

4. Dicky Kartikoyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK (menggantikan Friderica Widyasari Dewi)

Dicky Kartikoyono lahir di Jakarta pada 19 Desember 1967, meraih gelar Sarjana Akuntansi di YAI, serta meraih gelar Master dari George Washington University pada 1999. Sebelum terpilih, Dicky Kartikoyono merupakan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI. Jabatan tersebut ia emban sejak dilantik pada 2023.

Sempat berkecimpung di instansi Kementerian Keuangan, Dicky Kartikoyono ditarik oleh Bank Indonesia pada 1995. Selama kariernya di BI, Dicky Kartikoyono pernah menduduki posisi strategis BI, seperti Kepala Divisi Strategi Organisasi (GKOS) Departemen Sumber Daya Manusia (DSDM) BI, Kepala Grup GKOS-DSDM, dan Kepala Departemen DSDM BI (2017-2019).

Pada 2020, ia diangkat menjadi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London. Dua tahun berselang, ia dipindahtugaskan untuk mengemban jabatan sebagai Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola BI pada 2022.

5. Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK (menggantikan Hasan Fawzi)

Adi Budiarso Lahir di Salatiga pada tahun 1970, meraih gelar Diploma IV STAN pada tahun 1997 dan Master of Accounting dari University of Southern California tahun 2001 dan Doctor of Business Administration dari University of Canberra di tahun 2014.

Mengawali karir sebagai pelaksana di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementerian Keuangan pada tahun 1990. Sebelum bertugas di Badan Kebijakan Fiskal, pernah menjabat sebagai Kepala Central Transformation Office (CTO) pada Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan tahun 2014 – 2018. Ia juga pernah mengemban amanat sebagai Sekretaris Kerja Panitia Nasional 2018 Annual Meetings IMF-World Bank Group tahun 2018 di Bali.

Kemudian Adi pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilatera, Badan Kebijakan Fiskal. Pada 24 Agustus 2020, beliau dipercaya untuk menjadi Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal dan kemudian pada tanggal 13 Juni 2025 dilantik menjadi Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya, Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.