Akurat
Pemprov Sumsel

Dari Tanah Liat ke Harapan: Kisah Hena Gian Hermana Mengangkat Usaha Genteng Bersama BRI

Titania Isnaenin | 14 Maret 2026, 20:56 WIB
Dari Tanah Liat ke Harapan: Kisah Hena Gian Hermana Mengangkat Usaha Genteng Bersama BRI
UMKM genteng Jatiwangi.

AKURAT.CO Di sebuah sudut kampung yang tak pernah benar-benar sepi dari denting tanah liat dan deru mesin cetak, usaha genteng milik Hena Gian Hermana tumbuh perlahan namun pasti.

Dari halaman rumah sederhana, tumpukan genteng berjejer rapi mengering di bawah terik matahari, menjadi saksi perjalanan panjang seorang pelaku usaha kecil yang bertahan di tengah dinamika zaman.

Bagi Gian, genteng bukan sekadar material bangunan. Di balik setiap keping yang dicetak, ada cerita tentang ketekunan, keberanian mengambil risiko, serta keyakinan bahwa usaha tradisional pun dapat berkembang jika dikelola dengan baik.

Industri Genteng Jatiwangi dan Tantangan Zaman

Gian mengatakan pabrik genteng yang berdiri sejak 1985 itu awalnya lahir sebagai respons atas tingginya permintaan atap genteng pada masa tersebut.

Saat itu, kapasitas produksi pabrik-pabrik genteng di wilayah Jatiwangi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.

Namun, tingginya permintaan pasar tidak serta-merta membuat usaha ini berjalan mulus.

Berbagai tantangan muncul seiring perubahan zaman, mulai dari ketatnya persaingan produk, tingginya biaya produksi, keterbatasan bahan baku, berkurangnya jumlah tenaga kerja, hingga keterbatasan modal.

“Berbicara tentang usaha pabrik genteng tentu tidak lepas dari pasang surut. Tantangan zaman, persaingan produk, biaya produksi tinggi, bahan baku terbatas, serta berkurangnya jumlah pegawai menjadi faktor yang menyebabkan banyak pabrik genteng tidak bisa bertahan,” tutur Gian.

Dukungan KUR BRI Dorong Peningkatan Produksi

Perjalanan usaha Gian mulai berubah ketika ia menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau memberinya ruang untuk memperluas usaha.

Tambahan modal tersebut digunakan untuk membeli mesin cetak yang lebih modern serta memperbaiki tungku pembakaran agar lebih efisien. Dampaknya cukup signifikan. Kapasitas produksi meningkat, kualitas genteng menjadi lebih seragam, dan waktu pengerjaan lebih cepat.

“BRI menjadi mitra utama bagi para pelaku usaha pabrik genteng, karena memiliki fasilitas pinjaman KUR dengan bunga rendah bagi pelaku UMKM seperti kami, sehingga produksi genteng dapat terus berjalan,” ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.