Akurat
Pemprov Sumsel

Aset Keuangan Syariah Melonjak ke Rp10.257 Triliun Setara 30,3 Persen Keuangan Nasional

Esha Tri Wahyuni | 26 Maret 2026, 14:50 WIB
Aset Keuangan Syariah Melonjak ke Rp10.257 Triliun Setara 30,3 Persen Keuangan Nasional
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli

AKURAT.CO Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga awal 2026. Data terbaru, total aset keuangan syariah nasional telah mencapai Rp10.257 triliun pada 2025, meningkat tajam dibandingkan Rp6.193 triliun pada 2021. 

Kenaikan ini menegaskan porsi keuangan syariah sebesar 30,3% aset keuangan nasional dan peran ekonomi syariah yang semakin strategis dalam menopang sistem keuangan nasional.

Berdasarkan data resmi Otoritas Jasa Keuangan, sektor perbankan syariah juga menunjukkan kinerja solid. Hingga Oktober 2025, total aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp1.028,18 triliun atau tumbuh 11,34% secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka ini menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah industri perbankan syariah di Indonesia.

Baca Juga: Bank Aladin Syariah Yakini Digitalisasi Dongkrak Inklusi Keuangan Syariah

Di tingkat global, posisi Indonesia turut menguat. Dalam laporan Global Islamic Economy Indicator 2024–2025, Indonesia berhasil naik ke peringkat ke-3 dunia, melonjak signifikan dari posisi ke-11 pada periode sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan penguatan ekosistem halal nasional, mulai dari sektor keuangan, industri makanan halal, hingga modest fashion.

Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari ekspansi ekosistem ekonomi syariah yang semakin luas. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan peningkatan aset keuangan syariah lebih dari 65% dalam empat tahun terakhir.

Hal ini didorong oleh meningkatnya penetrasi produk keuangan syariah, digitalisasi layanan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap prinsip keuangan berbasis syariah.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menegaskan bahwa tren ini menjadi momentum bagi industri untuk memperluas inklusi keuangan. Melalui semangat ‘Syariah untuk Semua’, Permata Bank ingin menghadirkan layanan keuangan syariah yang lebih dekat, inklusif, dan relevan bagi masyarakat.

"Kami percaya bahwa nilai-nilai syariah seperti transparansi, keadilan, dan keberlanjutan dapat menjadi fondasi dalam menghadirkan solusi keuangan yang memberikan manfaat bagi lebih banyak orang,” ujar Meliza dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Senada, Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, menyebut pendekatan inklusif menjadi kunci pertumbuhan. 

“Nilai ‘Syariah untuk Semua’ memperkuat peran kami sebagai mitra finansial yang terpercaya, mudah dijangkau, dan thoyib bagi siapa pun. Kami hadir mendampingi berbagai fase kehidupan masyarakat,” kata dia dalam HijrahFest Ramadan 2026.

Secara historis, ekonomi syariah di Indonesia mengalami percepatan sejak satu dekade terakhir, terutama pasca penguatan regulasi dan konsolidasi perbankan syariah nasional.

Transformasi ini juga ditopang oleh peningkatan literasi keuangan syariah dan dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem halal nasional.

Dari sisi dampak, pertumbuhan ekonomi syariah berpotensi memperluas akses layanan keuangan, khususnya bagi segmen unbanked dan underbanked. Selain itu, sektor ini juga mendorong aktivitas ekonomi riil melalui pembiayaan berbasis aset dan prinsip bagi hasil. 

Bagi pasar keuangan, peningkatan aset dan inklusi syariah turut memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional yang lebih beragam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.