INTP Hentikan Program Buyback Saham, Fokus ke Operasional dan Dividen

AKURAT.CO PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) resmi mengakhiri program pembelian kembali saham (buyback) yang sebelumnya mendapat restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 21 Mei 2025.
Manajemen menyatakan keputusan tersebut diambil setelah target akumulasi saham tercapai selama periode buyback 22 Mei 2025 hingga 6 April 2026, sekaligus menjadi bagian dari strategi penyeimbangan struktur permodalan dan pengelolaan kas yang lebih disiplin.
Corporate Secretary Indocement, Dani Handajani, menjelaskan bahwa sepanjang periode pelaksanaan, perseroan telah menyerap 66,24 juta saham atau setara 1,88% dari total saham tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Baca Juga: Indocement (INTP) Bukukan Penjualan 4.549 Ribu Ton di Kuartal I-2024, Tumbuh 2 Persen
Nilai realisasi buyback mencapai Rp437,87 miliar dengan harga rata-rata Rp6.610 per saham. "Perseroan akan tetap memperhatikan kondisi keuangan dan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku," ujar Dani dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (7/4/2026).
Dengan berakhirnya program tersebut, sisa dana yang belum terpakai akan dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional serta memperkuat fleksibilitas kebijakan distribusi kepada pemegang saham, termasuk potensi pembagian dividen.
Manajemen menegaskan, setiap langkah pengalokasian dana tetap mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Lebih jauh, penghentian buyback ini dipastikan tidak membawa dampak material terhadap kinerja operasional, posisi hukum, kondisi keuangan, maupun prospek kelangsungan usaha perseroan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










