PJAA Tunjuk Dirut Baru, Ancol Prioritaskan Transformasi Wisata

AKURAT.CO PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) resmi menunjuk Syahmudrian Lubis (Ian) sebagai Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa (14/4/2026).
Pergantian kepemimpinan tersebut terjadi sehari setelah Winarto mengundurkan diri dari posisi pucuk manajemen.
Pergantian direksi tersebut menjadi momentum penting bagi emiten pengelola kawasan wisata Ancol untuk mempercepat transformasi model bisnis di tengah perubahan perilaku konsumen sektor rekreasi.
Baca Juga: Diserbu 64 Ribu Pengunjung, Ancol Jadi Primadona Libur Lebaran 2026
“Ancol harus betul-betul memilih apakah hanya sekadar bertahan di kondisinya saat ini, atau move ke another step of transformation,” kata Ian dalam jumpa pers di Ancol, Jakarta Utara.
Ia menegaskan, perubahan perilaku masyarakat secara global membuat destinasi wisata tidak lagi hanya menjual lokasi, tetapi pengalaman yang menyeluruh.
“Mereka tidak lagi mencari destinasi wisata, tapi yang mereka cari adalah experience, connection, dan value,” ujarnya.
Transformasi tersebut didukung kondisi fundamental keuangan perseroan yang masih positif.
Berdasarkan laporan keuangan penuh tahun 2025, PJAA membukukan pendapatan Rp1,12 triliun dengan laba bersih Rp180,2 miliar, naik tipis 1,3% secara tahunan dari Rp177,8 miliar pada 2024. Margin laba bersih tercatat 16,1%.
Baca Juga: Gratis Masuk Ancol Ramadan 2026, Cek Syarat Reservasi dan Jadwal Ngabuburit Serunya!
Di pasar saham, harga saham PJAA berada di kisaran Rp540–Rp545 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp864 miliar–Rp872 miliar per pertengahan April 2026.
Syahmudrian menyebut fokus awal manajemen baru adalah meningkatkan visitor value melalui optimalisasi capital expenditure (capex), terutama pada infrastruktur dan fasilitas pendukung.
“Sehingga kami memberikan pengalaman baru bagi visitor yang akan datang,” katanya.
Langkah tersebut penting karena industri wisata tengah mengalami pergeseran besar pascapandemi dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Secara historis, Ancol merupakan salah satu ikon wisata terbesar di Indonesia dan pionir kawasan waterfront tourism sejak awal 1990-an. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, persaingan dengan destinasi berbasis pengalaman, event, dan lifestyle semakin meningkat.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Januari–Februari 2026 mencapai 2,35 juta kunjungan, naik 7,7% secara tahunan dan menjadi level tertinggi sejak 2021.
Momentum pemulihan pariwisata ini menjadi peluang bagi Ancol untuk menangkap pertumbuhan demand leisure dan family entertainment.
Bagi publik, transformasi ini berpotensi menghadirkan fasilitas baru, pembaruan wahana, hingga penguatan konsep event-based tourism yang lebih menarik.
Dari sisi pasar, investor akan mencermati seberapa besar belanja modal yang disiapkan perseroan dan bagaimana dampaknya terhadap pertumbuhan pendapatan jangka menengah.
Fokus pada experience economy juga dinilai relevan dengan tren konsumsi wisata urban, terutama di Jakarta dan wilayah penyangga.
Untuk emiten, perubahan strategi bisnis ini dapat menjadi katalis terhadap persepsi pasar apabila mampu meningkatkan traffic pengunjung dan monetisasi unit usaha seperti Dufan, Sea World, hingga hospitality.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






