PJAA Beauty Contest 16 Perusahaan Untuk Garap Reklamasi 65 Ha Lahan Pantai

AKURAT.CO PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) tengah mengadakan beauty contest 16 vendor untuk menggarap reklamasi lahan seluas 65 ha milik perseroan.
16 vendor ini terdiri dari berbagai perusahaan global dari Uni Eropa, China, Korea Selatan maupun lokal yang sangat berminat untuk berpartisipasi dalam proyek senilai Rp5-6 triliun ini.
Direktur Utama PJAA yang baru terpilih melalui RUPS hari ini, Selasa (14/4/2026), Syahmudrian Lubis mengatakan awalnya perseroan berencana menggunakan seluruh modal sendiri atau capital expenditure untuk keperluan perluasan wahana hiburan atau reklamasi pantai tersebut.
Baca Juga: Jaya Ancol Tebar Dividen Rp45,6 Miliar
Namun seiring berjalannya waktu, skema land sharing yang ditawarkan para vendor lebih dipilih.
"Mereka eager, awalnya kami pikir cuma akan menggunakan capex tapi ternyata banyak dari mereka tidak perlu menggunakan modal sendiri, land sharing saja. Ya jadi kami akan selenggarakan beauty contest sampai menemukan satu vendor dengan penawaran terbaik. Umpamanya 45-55 persen gitu," ujar Ian, sapaannya di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Ditambahkan, nantinya perluasan lahan di wilayah tepi barat pantai ini akan menghadirkan pengalaman yang benar-benar baru, misalnya wahana olah raga padel yang sedang populer saat ini.
"Akan menjadi icon lifestyle baru, semisal padel semi beach sehingga ada pengalaman baru. Capex kami tahun ini Rp70 miliar salah satunya juga memang untuk infrastruktur, memperkaya wahana-wahana di Ancol," lanjut Ian.
Tantangan Bisnis
Sementara Komisaris Utama PJAA, Irfan Setiaputra mengatakan kuartal I-2026 menjadi momen yang menantang bagi bisnis perseroan, utamanya karena faktor musim.
"Sangat menantang karena kebetulan jakarta juga lagi hujan terus di pagi hari. Jadi beberapa bulan kemarin ini menjadi tantangan besar bagi dirut untuk bisa membalikkan keadaan di sisa 3 kuartal sisa 2026. Kami tetap optimis target bisa tercapai tapi juga ekstra hati-hati dalam menghadapi situasi ekternal geopolitik, daya beli ekonomi masyarakat khususnya faktor musim hujan," papar Irfan.
Pihaknya juga masih menanti aturan lanjutan dari OJK terkait free float atau saham publik minimum di bursa dan belum akan memilih jalur penggalangan dana di pasar modal.
"Kami itu unik karena satu-satunya perusahaan terbuka di bawah (dimiliki) Pemda, dimana 9,99% saham dimiliki publik dan beberapa afiliasi. Terkait free float apakah kami akan menaikan partisipasi publik atau delisting, masih menunggu aturan final dari OJK. Pemda DKI juga kan sedang mencanangkan agar ada 2 BUMD lagi yang IPO (Bank DKI dan PAM Jaya)," ujar Irfan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






