Didorong ETF dan Regulasi, Bitcoin Semakin Mendekati USD80.000

AKURAT.CO Harga Bitcoin kembali menguat dan bertahan di kisaran USD78.000 pada perdagangan Jumat (24/4/2026), mendekati level psikologis USD80.000.
Lonjakan ini ditopang arus dana institusional yang mencapai miliaran dolar serta ekspektasi regulasi kripto di Amerika Serikat (AS).
Data pasar menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi permintaan institusi:
Arus masuk ETF Bitcoin spot mencapai USD2,03 miliar sepanjang April 2026
Akuisisi korporasi oleh MicroStrategy mencapai 34.000 BTC senilai USD2,54 miliar
ETF Bitcoin milik Morgan Stanley mencatat USD153 juta dalam dua minggu pertama
Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menyebut tren ini sebagai sinyal kuat kebangkitan pasar.
Baca Juga: Tembus Level USD75.000, Tol Bitcoin Iran Picu Permintaan Riil dan Short Squeeze
“Aliran dana ETF Bitcoin kini kembali ke masa kejayaannya,” ujar Balchunas.
Senada dengan Eric, Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, menambahkan bahwa minat institusi bersifat struktural.
“Aliran dana jangka panjang sebenarnya tidak pernah berhenti, hanya sempat melambat karena dinamika jangka pendek,” jelasnya.
Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya ekspektasi terhadap pembahasan CLARITY Act di Senat AS, yang bertujuan memberikan kepastian hukum bagi aset kripto.
Secara historis, setiap fase bullish Bitcoin kerap dipicu oleh dua faktor utama yakni, adanya kepastian regulasi serta masuknya investor institusional.
Sebagai contoh pernah terjadi pada tahun 2020–2021, disaat peluncuran produk institusional dan stimulus moneter global mendorong Bitcoin menembus rekor harga saat itu.
Kini, kombinasi ETF spot dan potensi regulasi baru dinilai menciptakan fondasi yang lebih kuat dibanding siklus sebelumnya.
Secara teknikal, analis mencatat Bitcoin masih menghadapi resistensi kuat di area USD80.000. Teknisi pasar Aksel Kibar menyebut pergerakan saat ini berada dalam kanal sempit dengan beberapa penolakan harga. Sementara itu, Direktur Global Makro Fidelity, Jurrien Timmer, mengingatkan potensi pola “bear flag”.
Baca Juga: Bitcoin Menguat ke USD73.000 Usai Rilis Data Inflasi AS
Namun, data orderbook menunjukkan tekanan beli justru meningkat. “Lantai harga terus bergerak naik. Sekarang semua mata tertuju pada angka USD80.000,” tulis laporan TRDR.
Kenaikan ini mencerminkan perubahan posisi Bitcoin dari aset spekulatif menjadi instrumen investasi institusional.
Beberapa implikasi utama antara lain; diversifikasi portofolio global meningkat terutama di tengah volatilitas energi, lalu bitcoin mulai diposisikan sebagai alternatif safe haven dan likuiditas pasar kripto semakin dalam akibat partisipasi institusi besar.
Kondisi makro juga mendukung. Tekanan inflasi energi di AS, yang sebelumnya disorot oleh Donald Trump terkait potensi kenaikan harga bensin, mendorong investor mencari aset dengan suplai terbatas seperti Bitcoin.
Oleh sebab itu, saat ini pasar menunggu dua katalis utama, adanya penutupan harga di atas USD80.000 sebagai konfirmasi tren bullish lanjutan kemudian pengesahan CLARITY Act yang dapat membuka arus modal lebih besar dari institusi.
Jika kedua faktor ini terealisasi, analis menilai potensi reli lanjutan akan semakin terbuka dalam jangka menengah. Namun, volatilitas tetap tinggi dan investor masih mencermati dinamika makro global serta arah kebijakan moneter AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








