IHSG, Obligasi dan Rupiah Kompak Memerah Jelang Libur Panjang May Day

AKURAT.CO Pasar saham dan obligasi melemah secara bersamaan, seiring dengan tekanan pada nilai tukar Rupiah yang menyentuh level terendah sepanjang masa di atas 17.300 per dolar AS.
Pada Kamis (30/4/2026), tepat jelang libur panjang Hari Buruh International atau May Day, Rupiah ditutup terdepresiasi 0,12% ke level Rp17.346 per dolar AS.
Di pasar obligasi, harga SBN cenderung melemah, meski imbal hasil tenor 5 tahun catat penurunan sebesar 4 bps ke 6,75% dan tenor 10 tahun turun 3 bps ke 6,87%.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.326 Usai UEA Cabut dari OPEC
Pasar saham Indonesia tertekan terutama oleh pelemahan saham DSSA dan BREN, serta penurunan pada saham perbankan sejalan dengan melemahnya Rupiah.
IHSG turun 2,03% atau 144,42 poin ke level 6,956,80, dengan pelemahan terutama pada saham BBRI (2,61%), ВВСА (2,09%), BREN (5,71%), DSSA (6,10%), dan MEGA (11,95%).
"Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan stabilitas Rupiah kian meningkat di tengah dinamika eksternal yang belum kondusif," tulis riset Eastspring Investment, Kamis (30/4/2026).
Di sisi global, harga minyak mentah melanjutkan kenakan, dengan harga minyak Brent sudah nak lebih dari 2% ke sekitar USD120 per barel pada perdagangan sore ini, setelah muncul laporan bahwa Presiden Trump dijadwalkan menerima briefing terkait opsi potensi aksi militer terhadap Iran.
Perkembangan ini menambah risiko geopolitik dan memperkuat tekanan inflasi ke depan. Sentimen pasar juga belum terbantu oleh penyataan FOMC terbaru yang belum menunjukkan keselarasan kebijakan moneter AS ke depan.
Meskipun suku bunga acuan tetap dipertahanikan, terdapat perbedaan pandangan di antara anggota FOMC, dengan adanya tiga anggota yang tidak mendukung pernyataan yang cenderung memberikan sinyal pelonggaran.
Di tengah kenaikan tekanan inflasi yang belum menentu, sudah tentu anggota FOMC yang berpikiran konservatif akan cenderung bersikap hawkish pengetatan morieter.
Sejalan dengan itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun sempat naik ke level tertinggi sejak Juli 2025, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Jepang dengan tenor serupa juga mencapai level tertinggi sejak 1997.
Kenaikan yield ini mencerminkan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih panjang
Saat ini, lonjakan harga energi menjadi perhatian utama pasar, karena investor semakin mengkhawatirican risiko inflasi yang kembali meningkat.
Pelaku pasar juga telah mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga Fed Funds Rate di tahun ini, bahkan mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2027.
Dengan kondisi makro Indonesia yang masih menghadapi sejumlah tantangan dan membutuhkan waktu untuk pulih.
Pergerakan pasar domestik dalam jangka pendek akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan eksternal-terutama dinamika geopolitik dan arah kebijakan global sebagai katalis utama perbaikan sentimen.
Dalam konteks ini, investor dapat tetap mengedepankan pendekatan yang selektif, menjaga fleksibilitas portofolio, serta memprioritaskan aset dengan fundamental yang solid sambil meraniti visibilitas global yang lebih jelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







