Menkeu Siapkan Buyback SBN saat Rupiah Melemah

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan langkah stabilisasi pasar obligasi untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kembali melemah hingga menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mulai masuk ke pasar obligasi guna menjaga stabilitas imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).
“Kita akan mulai membantu besok, mungkin dengan masuk ke bond market,” ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Jaga Yield dan Rupiah, Menkeu Siapkan Buyback SBN
Langkah tersebut dilakukan melalui skema bond stabilization fund (BSF) dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia. Pemerintah juga membuka kemungkinan melakukan mekanisme buyback SBN untuk menahan kenaikan yield.
Menurut Purbaya, kenaikan yield yang terlalu tinggi dapat memicu capital loss bagi investor asing dan mendorong arus modal keluar dari pasar domestik.
“Kita kendalikan itu supaya asing tidak keluar, atau malah masuk kalau yield-nya membaik. Sehingga rupiah akan menguat,” katanya.
Diketahui, pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) lalu, nilai tukar rupiah tercatat melemah 115 poin atau 0,66% menjadi Rp17.529 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.414 per dolar AS.
Pemerintah menilai stabilisasi pasar obligasi penting dilakukan karena pergerakan yield SBN berpengaruh terhadap sentimen investor asing dan stabilitas pasar keuangan nasional.
Baca Juga: Pengamat: Pelemahan Tak Hanya pada Rupiah, Tapi Hampir Semua Negara
Sebelumnya, dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 7 Mei 2026, Purbaya menyebut BSF disiapkan untuk menjaga pasar surat utang domestik agar tidak mudah terpengaruh gejolak global maupun aksi jual investor asing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








