Bidik Segmen Individual Affluent, FWD Luncurkan FWD Income Prosperity

AKURAT.CO Kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan di Indonesia kembali melebar pada 2025.
Kondisi ini dinilai menjadi tantangan baru bagi industri jasa keuangan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan gap antara tingkat inklusi dan literasi keuangan mencapai 14,05%, meningkat dibandingkan 9,59% pada 2024.
Baca Juga: Hasil Survei FWD: Banyak Warga RI Belum Merasa Aman Secara Finansial
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Indonesia, Rudy F Manik, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan tumbuh lebih cepat dibanding pemahaman terhadap produk keuangan.
“Meski akses layanan keuangan semakin luas, pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan belum tumbuh secepat inklusinya,” ujar Rudy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Situasi tersebut mendorong perusahaan jasa keuangan menghadirkan produk yang diklaim lebih sederhana dan terstruktur agar mudah dipahami masyarakat.
FWD Insurance Indonesia meluncurkan produk Asuransi Jiwa FWD Income Prosperity yang menggabungkan manfaat perlindungan jiwa dengan manfaat tunai tahunan.
Menurut Rudy, produk tersebut dirancang untuk membantu masyarakat merencanakan keuangan jangka panjang dengan struktur manfaat yang lebih jelas.
Produk ini menawarkan manfaat tunai tahunan sebesar 14% atau 17% dari premi tahunan, serta manfaat akhir masa asuransi sebesar 108% dari total premi yang dibayarkan.
Selain itu, tersedia fasilitas guaranteed issue offer tanpa pemeriksaan kesehatan untuk uang pertanggungan hingga Rp2 miliar.
FWD juga menyediakan perlindungan tambahan berupa pembebasan premi apabila nasabah mengalami cacat tetap total akibat kecelakaan maupun penyakit.
Baca Juga: FWD Insurance Perkuat Dukungan Teknologi untuk Berbagai Kebutuhan Nasabah di Masa Depan
Produk tersebut menyasar segmen affluent individual dengan premi minimal Rp25 juta per tahun dan dipasarkan melalui jalur keagenan.
FWD menilai kebutuhan masyarakat terhadap solusi perlindungan yang lebih mudah dipahami semakin meningkat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








