Akurat Logo

Purbaya: Lapangan Kerja dan Daya Beli Jadi Prioritas Ekonomi

Andi Syafriadi | 9 Juni 2026, 15:21 WIB
Purbaya: Lapangan Kerja dan Daya Beli Jadi Prioritas Ekonomi
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (AKURAT.CO/ANDOY)

AKURAT.CO Pemerintah menempatkan penguatan daya beli masyarakat sebagai salah satu strategi utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,8% hingga 6,5% pada 2027.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, konsumsi rumah tangga perlu dijaga tetap kuat melalui kombinasi kebijakan perlindungan sosial, stabilitas harga, pengendalian inflasi, dan perluasan kesempatan kerja.

Menurut Purbaya, penguatan konsumsi menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk mempercepat perputaran ekonomi dan memperkuat sektor riil.

Baca Juga: Purbaya: Investasi Strategis Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

“Konsumsi rumah tangga dapat tumbuh dengan kuat,” ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dalam struktur ekonomi Indonesia, konsumsi rumah tangga selama ini menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB). Karena itu, pemerintah memandang daya beli masyarakat sebagai faktor krusial dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah mengandalkan sejumlah program prioritas yang dinilai memiliki efek berganda terhadap perekonomian.

Program-program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, serta Sekolah Rakyat.

Pemerintah menilai pelaksanaan program prioritas secara efektif dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat, memperluas kesempatan kerja, sekaligus memperkuat permintaan domestik.

Selain itu, stabilitas harga dan pengendalian inflasi juga menjadi perhatian utama karena berpengaruh langsung terhadap kemampuan belanja masyarakat. Ketika inflasi terkendali, daya beli dapat lebih terjaga sehingga konsumsi tetap menjadi penopang pertumbuhan.

Baca Juga: Purbaya Bidik Impotir Nakal Penumpuk Kontainer di Tanjung Priok

Purbaya menegaskan bahwa berbagai program prioritas tersebut akan terus ditingkatkan kualitas pelaksanaannya agar manfaat ekonomi yang dihasilkan semakin luas.

Strategi memperkuat konsumsi domestik ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun fondasi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal yang cenderung berfluktuasi.

Melalui kombinasi penguatan daya beli, perluasan lapangan kerja, dan program sosial yang lebih efektif, pemerintah berharap target pertumbuhan ekonomi 2027 dapat tercapai sebagai langkah menuju pertumbuhan 8% pada 2029.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.