Akurat Logo

Apa Itu Portofolio Investasi? Berikut Pengertian dan Contohnya

Redaksi Akurat | 12 Juni 2026, 20:53 WIB
Apa Itu Portofolio Investasi? Berikut Pengertian dan Contohnya
Investasi

AKURAT.CO Investasi menjadi salah satu cara yang banyak dipilih untuk membantu mencapai tujuan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam praktiknya, investor tidak selalu menempatkan dana pada satu jenis aset saja, tetapi dapat membaginya ke beberapa instrumen investasi sesuai kebutuhan dan tingkat risiko yang diinginkan.

Kumpulan berbagai aset investasi yang dimiliki seseorang dikenal sebagai portofolio investasi.

Dengan memiliki portofolio yang terencana, investor dapat mengelola risiko sekaligus mengoptimalkan potensi hasil investasi.

Oleh karena itu, penting untuk memahami pengertian portofolio investasi dan contohnya agar dapat menyusun strategi investasi yang lebih sesuai dengan tujuan keuangan.

Baca Juga: Pengertian dan Perbedaan Saham dan Obligasi yang Perlu Dipahami Sebelum Berinvestasi

Apa yang Dimaksud dengan Portofolio Investasi?

Portofolio investasi adalah kumpulan berbagai aset atau instrumen investasi yang dimiliki oleh seorang investor.

Aset tersebut dapat berupa saham, obligasi, reksa dana, emas, atau instrumen investasi lainnya yang dipilih sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.

Portofolio investasi membantu investor mengelola dana secara lebih terstruktur karena investasi tidak hanya ditempatkan pada satu jenis aset.

Dengan membagi dana ke beberapa instrumen, investor dapat menyesuaikan strategi investasi sekaligus mengurangi risiko yang mungkin timbul dari pergerakan nilai suatu aset tertentu.

Mengapa Portofolio Investasi Penting?

Portofolio investasi penting karena membantu investor mengelola risiko dengan lebih baik.

Dengan menempatkan dana pada beberapa jenis aset, risiko kerugian tidak hanya bergantung pada kinerja satu instrumen investasi saja.

Selain membantu mengelola risiko, portofolio investasi juga dapat menjaga keseimbangan investasi sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko investor.

Dengan susunan portofolio yang tepat, investor dapat merencanakan strategi investasi secara lebih terarah dan berpotensi memperoleh hasil yang lebih optimal dalam jangka panjang.

Baca Juga: Harga Perak Antam Hari Ini 9 Juni 2026 Turun Rp150 per Gram, Cek Daftar Harga Terbaru dan Peluang Investasi

Apa Saja yang Bisa Masuk ke Dalam Portofolio Investasi

Portofolio investasi dapat terdiri dari berbagai instrumen yang dipilih sesuai dengan tujuan keuangan dan tingkat risiko yang siap dihadapi investor.

Beberapa instrumen yang umum terdapat dalam portofolio investasi antara lain:

● Saham

Saham merupakan instrumen investasi yang menunjukkan kepemilikan pada suatu perusahaan.

Instrumen ini memiliki potensi keuntungan yang tinggi, tetapi juga disertai risiko yang relatif lebih besar dibandingkan beberapa instrumen lainnya.

● Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Instrumen ini umumnya dipilih oleh investor yang menginginkan pendapatan yang lebih stabil dengan tingkat risiko yang cenderung lebih rendah dibandingkan saham.

● Reksa Dana

Reksa dana merupakan wadah yang menghimpun dana dari banyak investor untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi. Instrumen ini sering menjadi pilihan bagi investor pemula karena pengelolaannya dilakukan oleh pihak yang profesional.

● Emas atau Aset Lainnya

Selain instrumen keuangan, portofolio investasi juga dapat mencakup aset seperti emas.

Emas sering dipilih sebagai salah satu instrumen untuk membantu menjaga nilai investasi dan melengkapi diversifikasi portofolio.

Contoh Portofolio Investasi Sederhana

Setiap investor dapat memiliki susunan portofolio yang berbeda sesuai dengan tujuan keuangan dan tingkat toleransi risikonya.

Berikut beberapa contoh portofolio investasi sederhana yang sering digunakan sebagai gambaran:

1. Portofolio Konservatif

Portofolio konservatif umumnya lebih berfokus pada instrumen dengan risiko yang relatif rendah.

● Obligasi: 50%

● Reksa dana pendapatan tetap: 30%

● Emas: 20%

2. Portofolio Moderat

Portofolio moderat berupaya menyeimbangkan potensi keuntungan dan tingkat risiko.

● Saham: 40%

● Obligasi: 30%

● Reksa dana: 20%

● Emas: 10%

3. Portofolio Agresif

Portofolio agresif lebih berorientasi pada pertumbuhan nilai investasi dengan tingkat risiko yang lebih tinggi.

● Saham: 70%

● Reksa dana saham: 20%

● Emas atau aset lainnya: 10%

Contoh tersebut hanya bersifat ilustrasi. Dalam praktiknya, susunan portofolio investasi dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, serta profil risiko masing-masing investor.

Portofolio investasi adalah kumpulan berbagai instrumen investasi yang dimiliki dan dikelola untuk mencapai tujuan keuangan tertentu.

Dengan menyusun portofolio yang terdiri dari beberapa jenis aset, investor dapat mengelola risiko sekaligus menyesuaikan strategi investasi dengan kebutuhan dan profil risikonya.

Memahami pengertian portofolio investasi dan contohnya dapat membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih terarah.

Oleh karena itu, penting untuk memilih kombinasi instrumen investasi yang sesuai agar portofolio dapat mendukung pencapaian tujuan keuangan dalam jangka panjang.

Hilmah Asysyahidah (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R