IHSG Anjlok 3,5 Persen ke 5.883, Sentimen MSCI Tekan Pasa

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 3,5% ke level 5.883,8 pada perdagangan Rabu (24/6/2026), sekaligus kembali menembus ke bawah level psikologis 6.000.
Pelemahan terjadi setelah pelaku pasar merespons hasil MSCI Annual Market Classification Review yang masih mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market, namun dengan catatan evaluasi lanjutan terhadap efektivitas reformasi pasar modal domestik.
Phintraco Sekuritas menyebut secara teknikal tekanan jual masih cukup kuat. Breakdown level 6.000 terjadi bersamaan dengan menipisnya histogram positif Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan terbentuknya pola Death Cross pada indikator Stochastic RSI di area overbought.
Baca Juga: Premi Unit Link Tumbuh 11,14 Persen Meski IHSG Berfluktuasi
"Sehingga IHSG berpeluang menguji level 5.750 pada perdagangan Kamis (25/6/2026)," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu (24/6/2026).
Di sisi lain, MSCI dalam tinjauan tahunannya belum memberikan peningkatan status maupun perubahan klasifikasi terhadap Indonesia. Meski demikian, lembaga penyedia indeks global tersebut menegaskan akan terus memantau konsistensi implementasi berbagai reformasi pasar modal yang telah dilakukan otoritas Indonesia.
Perhatian investor tertuju pada peluang Indonesia menghadapi penurunan status dari Emerging Market menjadi Frontier Market apabila hingga evaluasi berikutnya pada November 2026 tidak terdapat perkembangan signifikan dalam aspek aksesibilitas dan efisiensi pasar.
Isu tersebut dinilai penting karena indeks MSCI menjadi salah satu acuan utama investor institusi global dalam mengalokasikan dana investasi. Status Emerging Market selama ini menempatkan Indonesia sejajar dengan sejumlah negara berkembang besar dan menjadi pintu masuk arus modal asing ke pasar saham domestik.
Tekanan terhadap IHSG juga terjadi di tengah minimnya katalis positif domestik maupun global. Pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan suku bunga global serta perkembangan stabilitas ekonomi nasional di tengah volatilitas pasar keuangan internasional.
Baca Juga: Menanti MSCI, IHSG Berpeluang Bergerak Terbatas di Zona 6.100
MNC Sekuritas memperkirakan koreksi IHSG masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek dengan area pengujian di rentang 5.723 hingga 5.847. Meski demikian, peluang penguatan masih terbuka apabila indeks mampu bertahan di area support tersebut, dengan target penguatan berikutnya menuju kisaran 6.548 hingga 6.782.
Untuk perdagangan Kamis (25/6/2026), MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BNBR) sebagai pilihan trading.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









