Risiko Iklim Mulai Pengaruhi Investasi, Ini Penjelasan Kemenkeu

AKURAT.CO Perubahan iklim tidak lagi dipandang semata sebagai isu lingkungan, tetapi telah menjadi faktor yang memengaruhi keputusan investasi global.
Pemerintah menilai, meningkatnya perhatian terhadap transisi menuju ekonomi hijau mulai mengubah cara investor menilai risiko dan peluang investasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, mengatakan investor kini semakin mempertimbangkan berbagai faktor yang berkaitan dengan transisi menuju pembangunan rendah karbon.
Baca Juga: Kemenkeu Siapkan Tambahan Injeksi SAL Rp100 Triliun Demi Jaga Likuiditas Perbankan Hingga Akhir 2026
Menurut Herman, perubahan tersebut dipicu oleh semakin luasnya penerapan teknologi hijau, kebijakan pengurangan emisi karbon, serta perubahan preferensi konsumen terhadap produk dan layanan yang berkelanjutan.
"Perkembangan ini memengaruhi keputusan investasi, daya saing perdagangan, kebutuhan pembiayaan, penerimaan fiskal, dan pada akhirnya stabilitas sektor keuangan," ujar Herman dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Selain risiko transisi, Indonesia juga menghadapi risiko fisik akibat perubahan iklim. Bencana banjir, kekeringan, kenaikan muka air laut, hingga cuaca ekstrem dinilai dapat mengganggu pembangunan infrastruktur, produksi pertanian, dan aktivitas ekonomi.
Herman menilai dampak tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar apabila tidak diimbangi dengan langkah mitigasi yang memadai. Menurut dia, perubahan iklim juga dapat menekan produktivitas tenaga kerja sehingga memengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Karena itu, pemerintah memasukkan agenda pembangunan berkelanjutan ke dalam prioritas pembangunan nasional melalui Asta Cita. Dalam kerangka tersebut, pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari sisi output, tetapi juga mempertimbangkan aspek ketahanan, daya saing, keberlanjutan lingkungan, dan pemerataan pembangunan.
Baca Juga: Pimpinan DPR Kumpulkan DEN, BI, Kemenkeu hingga ESDM Bahas Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi
Kementerian Keuangan menilai kebijakan fiskal memiliki peran penting untuk mendorong investasi hijau, memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air, sekaligus menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan pengembangan industri masa depan.
Menurut Herman, pembiayaan berkelanjutan menjadi salah satu instrumen penting agar Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mencapai target pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









