OJK Targetkan POJK Demutualisasi BEI Rampung dalam Tiga Bulan

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai menghitung mundur proses transformasi kelembagaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Regulator menargetkan Peraturan OJK (POJK) mengenai demutualisasi BEI selesai dalam tiga bulan ke depan sebagai landasan dimulainya perubahan struktur kepemilikan dan tata kelola bursa.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, penyusunan aturan tersebut kini telah masuk dalam program legislasi (proleg) mendesak OJK dan sedang berada pada tahap perancangan.
Baca Juga: OJK: Penipuan Digital Kini Jadi Bagian Jaringan Pencucian Uang Global
"Targetnya tahun ini. Kami sudah masukkan dalam proleg mendesak OJK. Karena tidak lagi menunggu Peraturan Pemerintah, sekarang sedang drafting penyusunan peraturan dan pada saatnya nanti akan diputuskan melalui rapat Dewan Komisioner OJK. Timeline-nya kurang lebih tiga bulan ke depan," kata Hasan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Setelah POJK diterbitkan, BEI akan menyesuaikan seluruh ketentuan internalnya agar sejalan dengan regulasi baru. Proses perubahan status kelembagaan tersebut juga wajib melalui mekanisme tata kelola perusahaan, termasuk persetujuan dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau RUPS Luar Biasa.
"Setelah itu praktis pengaturan di bursa juga harus berubah karena ada perubahan terkait demutualisasi. Selanjutnya aksi korporasi tersebut dijalankan sesuai tata kelola melalui forum RUPS atau RUPS Luar Biasa," ujar Hasan.
Regulasi yang tengah disusun akan menjadi dasar perubahan struktur BEI dari sistem mutual, yakni kepemilikan oleh para Anggota Bursa, menjadi demutual, di mana fungsi kepemilikan dipisahkan dari fungsi operasional bursa.
Selain mengatur perubahan kelembagaan, POJK juga akan memuat ketentuan mengenai tata kelola, manajemen risiko, hingga karakteristik infrastruktur pasar setelah proses transformasi berlangsung.
OJK juga memastikan tahapan awal demutualisasi akan diawali melalui mekanisme private deal di antara Anggota Bursa. Pelaksanaan tahap tersebut masih menunggu terbitnya POJK sebagai dasar hukum.
Baca Juga: Cara Cek BI Checking Sendiri Gratis Lewat HP, Resmi iDebKu OJK
Percepatan penyusunan POJK terjadi setelah terbitnya UU Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Regulasi tersebut mengubah mekanisme demutualisasi BEI yang sebelumnya mensyaratkan Peraturan Pemerintah menjadi langsung berada di bawah kewenangan OJK.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










