Akurat Logo

RI Kian Dilirik Asing, Bangkok Bank Fasilitasi Ekspansi Bisnis Investor Thailand

Esha Tri Wahyuni | 3 Juli 2026, 21:55 WIB
RI Kian Dilirik Asing, Bangkok Bank Fasilitasi Ekspansi Bisnis Investor Thailand
Indonesia Investment & Trade Forum 2026 digelar Bangkok Bank dan Permata Bank

AKURAT.CO Bangkok Bank bersama Permata Bank kembali memperkuat upaya mendorong arus investasi Thailand ke Indonesia melalui penyelenggaraan Indonesia Investment & Trade Forum 2026. 

Langkah tersebut dilakukan ketika Indonesia dinilai masih menjadi salah satu tujuan investasi paling menarik di Asia Tenggara berkat stabilitas ekonomi, besarnya pasar domestik, serta berlanjutnya reformasi regulasi pemerintah.

Presiden Bangkok Bank, Chartsiri Sophonpanich mengatakan, Indonesia menawarkan kombinasi daya tarik yang sulit ditemukan di negara lain di kawasan, mulai dari populasi lebih dari 270 juta jiwa, pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di kisaran 5%, hingga prospek sektor manufaktur, energi, dan layanan digital.

Baca Juga: Gandeng Bangkok Bank, Permata Bank Perkuat Investasi Swasta ke Indonesia

Indonesia Investment & Trade Forum menunjukkan tingginya minat pelaku usaha Thailand untuk berinvestasi di Indonesia, terutama pada sektor-sektor dengan potensi pertumbuhan tinggi.

"Sebagai bank regional terkemuka, Bangkok Bank siap mendukung nasabah melalui jaringan luas Permata Bank yang mencakup lebih dari 200 kantor cabang di 81 kota di Indonesia," ujar Chartsiri Sophonpanich dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Bangkok Bank menyatakan dukungan tersebut tidak hanya diberikan melalui layanan pembiayaan, tetapi juga pendampingan investasi, pencarian mitra bisnis, hingga advisory bagi perusahaan Thailand yang ingin memasuki pasar Indonesia.

Data pemerintah menunjukkan optimisme tersebut sejalan dengan tren investasi nasional. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai lebih dari Rp1.900 triliun.

Capaian ini melampaui target pemerintah dan mencerminkan tingginya minat investor domestik maupun asing terhadap ekonomi Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mampu mempertahankan pertumbuhan di kisaran 5% meski dihadapkan pada perlambatan ekonomi global, inflasi tinggi di sejumlah negara, hingga ketidakpastian geopolitik. 

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menjaga kepercayaan investor asing terhadap prospek jangka panjang Indonesia.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli mengatakan, arus investasi dari berbagai negara Asia terus mengalir ke Indonesia, termasuk dari Singapura, Tiongkok, Hong Kong, Jepang, hingga Thailand.

Ketahanan ekonomi Indonesia memberikan keyakinan bagi dunia usaha untuk melihat peluang di tengah berbagai tantangan serta terus melangkah maju dengan optimisme.

"Bagi pelaku usaha Thailand, Indonesia bukan hanya merupakan pasar dengan potensi yang besar, tetapi juga tempat untuk membangun kemitraan yang bermakna, memperkuat konektivitas regional, dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bersama," kata Meliza.

Menurutnya, Permata Bank sebagai bagian dari Bangkok Bank Group berkomitmen memberikan solusi keuangan, pendampingan bisnis, serta advisory bagi investor Thailand agar dapat memahami dinamika pasar Indonesia secara lebih komprehensif.

Forum investasi tersebut dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand Hari Prabowo bersama Duta Besar Thailand untuk Indonesia Prapan Disyatat, yang menekankan pentingnya penguatan hubungan ekonomi kedua negara di tengah meningkatnya integrasi ekonomi kawasan ASEAN.

Selain memaparkan prospek ekonomi Indonesia 2026, forum juga menghadirkan diskusi mengenai peluang investasi bersama pelaku industri dan pasar modal, termasuk perwakilan dari PT Verdhana Sekuritas Indonesia, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan PT Kalbe Farma Tbk. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.