Danantara Minta BNI Perbesar Kapasitas Bisnis Pembiayaan Produktif

AKURAT.CO Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, meminta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperbesar kapasitas bisnisnya untuk memperkuat pembiayaan sektor produktif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat fundamental bank-bank BUMN di tengah dinamika ekonomi global sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dony menegaskan bahwa pertumbuhan industri perbankan harus dibangun di atas fondasi bisnis yang kuat agar mampu menghadapi perubahan ekonomi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan negara.
Baca Juga: BNI Dorong UMKM Tembus Pasar Global lewat BNI Xpora
"Pertumbuhan yang kuat harus didukung fundamental yang kuat," ujar Dony Oskaria dalam keterangannya, dikutip Sabtu (4/7/2026).
Menurut Dony, bank-bank milik negara memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus menjadi motor utama pembiayaan sektor produktif.
Karena itu, penguatan aksi korporasi dinilai penting untuk meningkatkan daya saing, memperbesar kapasitas bisnis, serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan perusahaan.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah BP BUMN bersama Danantara Indonesia menggelar pertemuan dengan jajaran direksi BNI pada Jumat (3/7/2026).
Pertemuan membahas evaluasi kinerja perusahaan, arah strategi bisnis, hingga berbagai rencana aksi korporasi yang akan dijalankan perseroan dalam beberapa waktu ke depan.
Dalam pembahasan itu, Danantara menitikberatkan pada penguatan strategi pertumbuhan BNI melalui peningkatan kapasitas bisnis, perluasan pembiayaan ke sektor-sektor produktif, serta penguatan posisi BNI di industri perbankan nasional.
Selain itu, pengembangan peluang usaha dan sinergi dalam ekosistem BUMN juga menjadi agenda utama untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan.
"BNI perlu terus memperbesar kapasitas bisnisnya agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional," kata Dony.
Arahan tersebut muncul ketika sektor perbankan nasional masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh sekitar 8% secara tahunan (year on year/yoy), didorong oleh peningkatan pembiayaan di berbagai sektor usaha.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) industri perbankan tetap berada di atas 25%, menunjukkan ketahanan perbankan nasional masih terjaga.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah juga terus mendorong bank-bank BUMN meningkatkan pembiayaan pada sektor produktif, termasuk manufaktur, hilirisasi, infrastruktur, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta proyek-proyek strategis nasional.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan global dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional.
Penguatan kapasitas bisnis BNI berpotensi memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, terutama sektor produktif yang menjadi penggerak investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Di sisi lain, penguatan fundamental bank BUMN juga diharapkan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sehingga kemampuan intermediasi perbankan tetap terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 2Update Bagan Piala Dunia 2026 Terbaru: 10 Tim Sudah Lolos ke 16 Besar
- 3Prancis vs Swedia: Cetak Brace, Kylian Mbappe Kudeta Posisi Dua Top Skor Abadi Piala Dunia
- 4Jadwal Lengkap Piala Dunia 2 Juli 2026: Persaingan Sengit Menuju 16 Besar
- 5Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki Tuai Kritik, Dinilai Bisa Untungkan Rusia
- 6Kalender Jawa 3 Juli 2026: Weton Jumat Legi Berwatak Tegas, tapi Mudah Marah
- 7Trump Sindir Iran di Tengah Pemakaman Ali Khamenei: Kami Beri Waktu Seminggu karena Kami Baik
- 8Kalender Jawa Juli 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Jumlah Neptu
- 9OTT KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin, Masih Diperiksa Intensif
- 1098 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital









