Akurat Logo

Mengenal Levela Prudential, Platform Edukasi Keuangan Gratis yang Membantu Gen Z Kelola Finansial dengan Lebih Bijak

Idham Nur Indrajaya | 9 Juli 2026, 14:04 WIB
Mengenal Levela Prudential, Platform Edukasi Keuangan Gratis yang Membantu Gen Z Kelola Finansial dengan Lebih Bijak
Kenali Levela Prudential, platform edukasi keuangan gratis yang membantu Gen Z belajar mengatur uang, mengelola utang, hingga menghindari penipuan digital. dok. Prudential Indonesia

AKURAT.CO Memperoleh penghasilan pertama sering kali menjadi momen yang membanggakan bagi banyak generasi muda. Namun, di balik kebebasan finansial tersebut, muncul berbagai keputusan yang tidak selalu mudah diambil. Mulai dari menyusun anggaran bulanan, menentukan prioritas menabung, menggunakan layanan buy now, pay later (BNPL), hingga mempertimbangkan perlindungan melalui asuransi, semuanya membutuhkan pemahaman keuangan yang baik.

Di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital, Levela Prudential hadir sebagai platform edukasi keuangan yang dirancang untuk membantu generasi muda memahami cara mengelola keuangan secara lebih bijak. Platform digital ini diluncurkan oleh PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) bersama Prudence Foundation sebagai sarana belajar yang mudah diakses, praktis, dan relevan dengan tantangan finansial yang dihadapi Gen Z saat ini.

Peluncuran Levela menjadi semakin relevan ketika berbagai survei menunjukkan bahwa anak muda Indonesia menghadapi tantangan finansial yang semakin kompleks. Kemudahan mengakses layanan keuangan digital memang membuka banyak peluang, tetapi di sisi lain juga meningkatkan risiko pengeluaran impulsif, penggunaan utang konsumtif, hingga menjadi sasaran penipuan digital. Karena itu, literasi keuangan tidak lagi sekadar kemampuan menghitung pemasukan dan pengeluaran, melainkan keterampilan mengambil keputusan finansial secara tepat di tengah derasnya arus informasi dan teknologi.

Apa Itu Levela?

Levela adalah platform edukasi keuangan digital gratis yang dikembangkan oleh Prudential Indonesia bersama Prudence Foundation untuk membantu generasi muda meningkatkan literasi keuangan melalui pembelajaran interaktif. Platform ini membahas berbagai topik, mulai dari menyusun anggaran, menabung, mengelola utang, memahami asuransi, merencanakan tujuan keuangan, hingga mengenali risiko penipuan digital.

Beberapa hal yang perlu diketahui mengenai Levela antara lain:

  • Gratis diakses melalui situs web maupun aplikasi seluler.

  • Ditujukan bagi generasi muda berusia sekitar 18–25 tahun.

  • Menawarkan materi pembelajaran yang mudah dipahami dan aplikatif.

  • Membantu pengguna membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.

  • Dikembangkan sebagai kelanjutan dari program literasi keuangan Cha-Ching yang sebelumnya menyasar siswa sekolah dasar.

Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang menghadirkan Levela sebagai bagian dari upaya Prudence Foundation memperluas akses literasi keuangan di kawasan Asia dan Afrika. Di Indonesia, implementasi platform ini juga didukung oleh Ruangguru serta Prestasi Junior Indonesia (Junior Achievement Indonesia) agar dapat menjangkau lebih banyak generasi muda di berbagai daerah.

Mengapa Literasi Keuangan Semakin Penting bagi Gen Z?

Bagi generasi sebelumnya, tantangan mengelola keuangan umumnya dimulai ketika seseorang telah bekerja dan memiliki tanggungan keluarga. Kini situasinya berubah. Bahkan sebelum memperoleh pekerjaan tetap, banyak anak muda sudah terbiasa menggunakan dompet digital, layanan buy now, pay later, investasi daring, hingga berbagai aplikasi keuangan lainnya.

Perubahan perilaku tersebut membuat kemampuan mengelola uang menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda. Semakin mudah seseorang mengakses layanan keuangan, semakin besar pula tanggung jawab dalam memahami konsekuensi dari setiap keputusan finansial yang diambil.

Kondisi ini tercermin dalam laporan Indonesia Millennial and Gen Z Report 2025 dari IDN Research Institute yang menunjukkan sekitar 58% Gen Z memiliki kecenderungan konsumtif dan aktif mengikuti tren. Di saat yang sama, layanan BNPL banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, seperti perjalanan dan hiburan (54%), pembelian gawai terbaru (43%), serta produk fesyen (42%).

Sekilas, data tersebut dapat dipandang sebagai karakteristik generasi muda yang dekat dengan gaya hidup digital. Namun, jika dicermati lebih dalam, fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa keputusan finansial kini semakin sering dipengaruhi oleh kemudahan teknologi. Dalam hitungan menit, seseorang dapat mengajukan kredit, berbelanja, hingga membayar secara cicilan tanpa harus memiliki pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan utang.

Di sinilah tantangan literasi keuangan mengalami pergeseran. Persoalan utama bukan lagi sekadar mengajarkan cara menabung, melainkan membangun kemampuan berpikir kritis sebelum mengambil keputusan finansial. Misalnya, apakah membeli gawai terbaru melalui BNPL benar-benar menjadi kebutuhan, atau hanya didorong oleh tren yang berkembang di media sosial.

Situasi tersebut semakin relevan ketika kondisi ekonomi juga ikut berubah. Berdasarkan survei PwC Voice of the Consumer 2025, sekitar 50% konsumen Indonesia mengaku semakin khawatir terhadap kondisi ekonomi dan kenaikan biaya hidup, sehingga mulai mengurangi konsumsi dan mencari alternatif yang lebih terjangkau.

Bagi generasi muda yang baru memasuki dunia kerja, kondisi tersebut berarti mereka harus mampu menyeimbangkan berbagai kebutuhan sekaligus. Tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka juga perlu mulai membangun dana darurat, merencanakan tujuan keuangan jangka panjang, hingga mempersiapkan perlindungan finansial apabila menghadapi risiko yang tidak terduga.

Melihat perubahan tersebut, Prudence Foundation menilai edukasi keuangan perlu terus berkembang agar sesuai dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

"Di Prudence Foundation, membangun komunitas yang tangguh merupakan inti dari apa yang kami lakukan. Levela merupakan pengembangan dari program literasi keuangan Cha-Ching yang telah meraih berbagai penghargaan, yang memungkinkan kami menyediakan pengetahuan dan perangkat keuangan kepada generasi baru anak muda yang membutuhkan," ujar Nicole Ngeow, Executive Director Prudence Foundation melalui keterangan yang diterima AKURAT.CO, Kamis, 9 Juli 2026.

Nicole menambahkan bahwa pihaknya optimistis peluncuran Levela di Indonesia dapat membantu memperkuat ketangguhan finansial generasi muda yang kini semakin mudah mengakses berbagai layanan keuangan, tetapi juga membutuhkan keterampilan hidup yang memadai untuk mengambil keputusan secara bijak.

Dengan kata lain, hadirnya platform seperti Levela bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi pendidikan. Lebih dari itu, platform ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam literasi keuangan, dari yang sebelumnya berfokus pada teori menjadi pembelajaran yang lebih kontekstual, praktis, dan dekat dengan realitas kehidupan generasi muda saat ini.

Baca Juga: OJK Selenggarakan 3.920 Edukasi Keuangan di 8 Bulan Pertama 2025

Baca Juga: Pegadaian Ajak Mahasiswa Siapkan Masa Depan lewat Literasi Keuangan

Apa Saja Materi yang Dipelajari di Levela?

Salah satu keunggulan Levela adalah pendekatan pembelajarannya yang berorientasi pada situasi nyata yang dihadapi generasi muda. Materi yang tersedia tidak hanya menjelaskan konsep dasar keuangan, tetapi juga membantu pengguna memahami bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Platform ini merangkum materi ke dalam enam topik utama yang saling berkaitan, yaitu menyusun anggaran (budgeting), membangun kebiasaan menabung, mengelola utang, memahami pentingnya perlindungan melalui asuransi, merencanakan tujuan keuangan, serta mengenali berbagai bentuk penipuan (fraud) digital.

Masing-masing topik dirancang untuk menjawab kebutuhan yang berbeda sesuai tahap kehidupan pengguna.

1. Menyusun Anggaran

Banyak orang baru menyadari pentingnya anggaran setelah mengalami kesulitan mengelola pengeluaran. Padahal, anggaran menjadi fondasi agar pemasukan dapat dialokasikan secara proporsional untuk kebutuhan pokok, tabungan, investasi, hingga hiburan.

Melalui materi ini, pengguna diajak memahami bahwa anggaran bukan bertujuan membatasi gaya hidup, melainkan memberikan kendali terhadap kondisi keuangan.

2. Menabung untuk Tujuan yang Jelas

Menabung sering kali gagal dilakukan karena tidak memiliki target yang spesifik. Levela mendorong pengguna menetapkan tujuan yang realistis, misalnya dana darurat, biaya pendidikan lanjutan, uang muka kendaraan, atau liburan.

Dengan tujuan yang jelas, kebiasaan menabung menjadi lebih mudah dipertahankan dibanding sekadar menyisihkan uang tanpa rencana.

3. Mengelola Utang Secara Bertanggung Jawab

Kemudahan memperoleh kredit melalui layanan BNPL maupun kartu kredit membuat generasi muda perlu memahami konsep utang produktif dan utang konsumtif.

Materi ini membantu pengguna mengenali risiko apabila cicilan melebihi kemampuan membayar, sekaligus memberikan pemahaman bahwa fasilitas kredit sebaiknya dimanfaatkan untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

4. Memahami Fungsi Asuransi

Masih banyak anak muda yang menganggap asuransi hanya diperlukan ketika sudah berkeluarga. Padahal, perlindungan finansial juga penting sejak usia produktif karena risiko hidup dapat terjadi kapan saja.

Levela memperkenalkan konsep dasar asuransi secara sederhana sehingga pengguna dapat memahami fungsi perlindungan sebelum memutuskan membeli produk tertentu.

5. Menyusun Rencana Keuangan

Materi ini mengajarkan pentingnya menyelaraskan kondisi keuangan saat ini dengan tujuan hidup di masa depan. Misalnya, mempersiapkan dana pendidikan, membeli rumah, membangun usaha, atau merencanakan masa pensiun.

Pendekatan tersebut membantu pengguna melihat bahwa setiap keputusan finansial hari ini akan memengaruhi kondisi keuangan pada masa mendatang.

6. Mengenali Penipuan Digital

Semakin berkembangnya teknologi juga diikuti meningkatnya berbagai modus penipuan digital, mulai dari phishing, investasi bodong, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Karena itu, literasi keuangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan cara memperoleh keuntungan, tetapi juga kemampuan melindungi aset dan informasi pribadi dari berbagai ancaman digital.

Siapa yang Cocok Menggunakan Levela?

Meski menyasar kelompok usia 18–25 tahun, manfaat Levela sebenarnya dapat dirasakan oleh berbagai kalangan yang sedang berada pada fase awal membangun kemandirian finansial.

Platform ini relevan bagi:

  • Mahasiswa yang mulai mengatur uang saku secara mandiri.

  • Fresh graduate yang baru memperoleh pekerjaan pertama.

  • Karyawan muda yang ingin belajar menyusun anggaran.

  • Freelancer dengan pendapatan yang tidak tetap.

  • Wirausahawan muda yang mulai mengelola arus kas pribadi dan usaha.

Materi yang disajikan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami, bahkan oleh pengguna yang belum memiliki latar belakang di bidang keuangan.

Mengapa Prudential Mengembangkan Levela?

Peluncuran Levela bukanlah langkah pertama Prudential Indonesia dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Sebelumnya, perusahaan bersama Prudence Foundation telah menjalankan program Cha-Ching yang berfokus pada edukasi keuangan bagi anak-anak sekolah dasar. Program tersebut telah menjangkau lebih dari satu juta siswa di Indonesia.

Kini, ketika para peserta Cha-Ching mulai beranjak dewasa dan menghadapi tantangan finansial yang lebih kompleks, Levela hadir sebagai kelanjutan dari proses pembelajaran tersebut.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan bahwa perusahaan melihat kebutuhan edukasi yang berbeda ketika seseorang mulai memiliki penghasilan sendiri.

"Prudential Indonesia percaya bahwa membangun ketahanan finansial dimulai sejak dini. Melihat antusiasme dan dampak positif dari program Cha-Ching, kami menghadirkan Levela untuk mendampingi generasi muda pada tahap selanjutnya, yakni saat mereka mulai mengambil keputusan keuangan secara mandiri dan memiliki penghasilan," ujar Karin.

Menurut Karin, pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari diharapkan dapat membantu generasi muda membangun kebiasaan mengelola keuangan secara lebih bijak.

Ia juga menjelaskan bahwa implementasi Levela di Indonesia tidak dilakukan sendirian. Prudential Indonesia menggandeng Ruangguru serta Prestasi Junior Indonesia (Junior Achievement Indonesia), termasuk melibatkan komunitas guru sebagai bagian dari ekosistem pendidikan agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak anak muda di berbagai daerah.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan tidak cukup dilakukan oleh industri jasa keuangan semata. Dunia pendidikan, komunitas, hingga platform digital memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak usia muda.

Simulasi: Tantangan Keuangan Fresh Graduate di Dunia Nyata

Bayangkan seorang lulusan baru berusia 22 tahun yang baru menerima gaji pertamanya sebesar Rp6 juta per bulan.

Di minggu pertama, ia mulai tergoda membeli ponsel terbaru melalui BNPL karena cicilannya terlihat ringan. Di sisi lain, ia juga ingin berlibur bersama teman-teman, mulai berinvestasi, membantu orang tua, sekaligus menabung untuk dana darurat.

Situasi seperti ini umum terjadi di kalangan pekerja muda. Persoalannya bukan karena mereka tidak memiliki penghasilan, melainkan karena belum terbiasa menentukan prioritas.

Tanpa perencanaan yang matang, sebagian besar pendapatan bisa habis untuk memenuhi keinginan jangka pendek. Sebaliknya, jika memiliki pemahaman mengenai penyusunan anggaran, pengelolaan utang, serta pentingnya dana darurat, keputusan finansial akan menjadi lebih terukur.

Dalam konteks tersebut, platform seperti Levela berpotensi menjadi ruang belajar yang membantu pengguna memahami berbagai pilihan finansial sebelum mengambil keputusan.


Literasi Keuangan Kini Bukan Lagi Sekadar Soal Menabung

Selama bertahun-tahun, literasi keuangan sering dipahami sebagai kemampuan mencatat pemasukan dan pengeluaran atau membiasakan diri menabung. Namun, perkembangan teknologi telah mengubah makna tersebut secara signifikan.

Generasi muda saat ini hidup di tengah ekosistem digital yang memungkinkan mereka membuka rekening secara daring, membeli aset investasi melalui aplikasi, mengajukan pinjaman hanya dalam hitungan menit, hingga menerima rekomendasi produk keuangan dari media sosial.

Di satu sisi, kemudahan tersebut memperluas akses terhadap layanan keuangan. Namun, di sisi lain, banjir informasi juga meningkatkan risiko kesalahan dalam mengambil keputusan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan lagi kurangnya akses informasi, melainkan kemampuan memilah informasi yang kredibel. Tidak semua konten yang viral di media sosial didasarkan pada prinsip pengelolaan keuangan yang sehat. Bahkan, tidak sedikit promosi gaya hidup yang mendorong konsumsi impulsif atau menjanjikan keuntungan investasi secara tidak realistis.

Dalam konteks inilah edukasi keuangan perlu berkembang. Generasi muda tidak hanya membutuhkan pengetahuan mengenai cara menabung atau berinvestasi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, mengevaluasi risiko, dan memahami konsekuensi dari setiap keputusan finansial.

Levela mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan materi yang tidak berhenti pada teori, tetapi juga mengaitkannya dengan situasi yang sering dihadapi pengguna dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Dampaknya bagi Generasi Muda Indonesia?

Semakin banyak generasi muda yang memiliki literasi keuangan, semakin besar pula peluang terciptanya masyarakat yang tangguh secara finansial.

Individu yang memahami pengelolaan uang cenderung lebih siap menghadapi berbagai perubahan ekonomi, mulai dari kenaikan biaya hidup, kehilangan pekerjaan, hingga kebutuhan mendadak akibat kondisi darurat.

Di tingkat yang lebih luas, peningkatan literasi keuangan juga berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi. Masyarakat yang mampu mengelola utang secara sehat, memiliki dana darurat, dan memahami pentingnya perlindungan keuangan akan lebih tahan menghadapi gejolak ekonomi.

Karena itu, kehadiran platform edukasi digital seperti Levela dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem literasi keuangan nasional yang semakin relevan di era digital.

Penutup

Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses layanan keuangan. Bersamaan dengan itu, kemampuan mengelola keuangan juga tidak lagi cukup mengandalkan kebiasaan menabung, tetapi harus dibarengi dengan kemampuan memahami risiko, memilih produk keuangan yang sesuai, serta mengambil keputusan secara rasional.

Melalui Levela, Prudential Indonesia bersama Prudence Foundation menghadirkan ruang belajar yang dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dengan materi yang praktis, interaktif, dan mudah dipahami, platform ini diharapkan dapat membantu generasi muda membangun fondasi keuangan yang lebih kuat sejak awal memasuki usia produktif.

Pada akhirnya, literasi keuangan bukan hanya tentang seberapa besar penghasilan seseorang, melainkan bagaimana ia mampu mengelola sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan hidup secara berkelanjutan. Di tengah semakin kompleksnya ekosistem keuangan digital, kemampuan tersebut akan menjadi salah satu keterampilan hidup yang semakin penting bagi generasi mendatang.

Pantau terus perkembangan dunia keuangan, teknologi, dan literasi finansial agar setiap keputusan yang diambil hari ini dapat menjadi bekal menuju masa depan yang lebih tangguh.

Baca Juga: Prudential Fokus Kelola Dana Jangka Panjang di Tengah Pelemahan IHSG

Baca Juga: Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun untuk 70 Ribu Keluarga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi


FAQ

Apa itu Levela?

Levela adalah platform edukasi keuangan digital gratis yang dikembangkan oleh Prudential Indonesia bersama Prudence Foundation. Platform ini membantu generasi muda mempelajari pengelolaan keuangan melalui materi interaktif, mulai dari menyusun anggaran, menabung, mengelola utang, memahami asuransi, hingga mengenali penipuan digital.

Apakah Levela dapat digunakan secara gratis?

Ya. Levela dapat diakses tanpa biaya melalui situs web maupun aplikasi seluler. Tujuannya adalah memperluas akses literasi keuangan agar lebih banyak generasi muda dapat belajar mengelola keuangan dengan mudah.

Siapa saja yang cocok menggunakan Levela?

Platform ini dirancang terutama bagi Gen Z berusia 18–25 tahun, termasuk mahasiswa, fresh graduate, pekerja muda, maupun siapa saja yang sedang belajar mengambil keputusan keuangan secara mandiri.

Apa saja materi yang tersedia di Levela?

Materinya mencakup enam topik utama, yaitu menyusun anggaran, menabung, mengelola utang, memahami pentingnya asuransi, merencanakan tujuan keuangan, dan mencegah penipuan digital.

Apa perbedaan Levela dengan Cha-Ching?

Cha-Ching merupakan program literasi keuangan untuk siswa sekolah dasar, sedangkan Levela ditujukan bagi generasi muda yang mulai memiliki penghasilan dan menghadapi berbagai keputusan finansial secara mandiri.

Mengapa literasi keuangan penting bagi Gen Z?

Literasi keuangan membantu Gen Z mengelola pendapatan, mengendalikan pengeluaran, memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak, menghindari jebakan utang konsumtif, serta mempersiapkan masa depan finansial yang lebih stabil.

Bagaimana cara mengakses Levela?

Pengguna dapat mengakses Levela melalui situs levela.app atau mengunduh aplikasinya di Google Play Store maupun App Store untuk mulai mempelajari berbagai materi literasi keuangan secara mandiri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.