Akurat
Pemprov Sumsel

Hasil Survei Ungkap 70 Persen Masyarakat Tak Menabung di Usia Produktif, Kok Bisa?

Hefriday | 16 Desember 2025, 09:30 WIB
Hasil Survei Ungkap 70 Persen Masyarakat Tak Menabung di Usia Produktif, Kok Bisa?

AKURAT.CO Di usia produktif, banyak masyarakat masih memprioritaskan pemenuhan keinginan jangka pendek dibandingkan menyusun perencanaan keuangan jangka panjang.

Pola konsumsi seperti liburan ke luar negeri, gaya hidup kekinian, hingga membeli barang bermerek kerap menjadi pilihan utama, meski berpotensi mengorbankan stabilitas finansial di masa depan.

Padahal, fase produktif merupakan momentum terbaik untuk membangun fondasi keuangan yang kuat.

Perencanaan sejak dini dinilai krusial untuk memastikan tujuan finansial jangka panjang dapat tercapai, mulai dari dana pendidikan anak, dana pensiun yang layak, hingga perencanaan warisan bagi keluarga.

Baca Juga: Cara Aman Menabung Emas Digital: Mudah, Praktis, tapi Tetap Perlu Strategi

Rendahnya kesadaran perencanaan keuangan tercermin dari hasil survei GoodStats bertajuk Perilaku Mengelola Keuangan Masyarakat 2024.

Survei tersebut mencatat hanya sekitar 30% responden yang memiliki tabungan, sementara 70% lainnya tidak menabung. Bahkan, sebanyak 34,5% responden mengaku lebih memilih menghabiskan seluruh pendapatan dibandingkan menyisihkannya untuk tabungan.

Data tersebut menunjukkan masih lemahnya literasi dan disiplin keuangan di tengah masyarakat. Tanpa perencanaan yang matang, kondisi keuangan di masa depan berisiko terganggu, terutama ketika menghadapi kebutuhan besar atau situasi darurat yang tidak terduga.

Chief Health Officer AXA Financial Indonesia, Yudhistira Dharmawata, menilai tantangan finansial saat ini semakin kompleks. Menurut dia, kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, hingga risiko keadaan darurat menuntut masyarakat untuk tidak lagi menunda perencanaan keuangan.

“Inflasi membuat nilai uang terus tergerus, sementara kebutuhan hidup tidak pernah berhenti bertambah. Karena itu, perencanaan keuangan sejak dini menjadi jawaban penting,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Menabung: Ini Manfaat Menjadi Anggota Koperasi

Tekanan ekonomi juga tercermin dari dinamika inflasi nasional. Pada 2025, inflasi Indonesia sempat mengalami deflasi sebesar minus 0,09% pada Februari, sebelum kembali meningkat hingga 2,86% secara tahunan pada Oktober.

Fluktuasi tersebut turut memengaruhi daya beli masyarakat dan mempertegas pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih bijak.

Dalam kondisi tersebut, perencanaan keuangan tidak hanya sebatas menabung, tetapi juga mencakup pengaturan pengeluaran, pengelolaan risiko, dan perlindungan finansial.

Pengeluaran harian perlu dijaga agar tetap seimbang dengan tujuan keuangan jangka panjang, baik untuk kebutuhan pribadi maupun keluarga.

Selain itu, pengendalian gaya hidup menjadi faktor penting. Masyarakat diimbau lebih selektif dalam membelanjakan uang dan tidak terjebak pada fenomena fear of missing out (FOMO).

Pola pikir jangka panjang dinilai mampu membantu menekan pengeluaran yang tidak esensial.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah menyiapkan dana darurat. Dana ini berfungsi sebagai bantalan keuangan ketika menghadapi risiko seperti masalah kesehatan, perubahan pekerjaan, atau kebutuhan mendesak lainnya, sehingga tidak mengganggu arus kas dan rencana keuangan jangka panjang.

Perlindungan melalui asuransi juga menjadi bagian integral dari perencanaan keuangan. Asuransi kesehatan dan asuransi jiwa berperan melindungi keluarga dari risiko finansial yang tidak terduga, sekaligus memastikan tujuan keuangan tetap berjalan meski terjadi musibah.

Yudhistira menegaskan, membangun masa depan finansial yang aman tidak harus rumit. Menyisihkan pendapatan secara konsisten serta memilih produk perlindungan yang sesuai kebutuhan dapat menjadi langkah awal yang efektif.

Fleksibilitas dalam masa pertanggungan, besaran uang pertanggungan, hingga manfaat dana tunai menjadi aspek penting yang perlu dipertimbangkan.

Sejalan dengan itu, AXA Financial Indonesia menghadirkan AXA Future Protector sebagai salah satu solusi asuransi jiwa yang mendukung perencanaan keuangan jangka panjang.

Produk ini menawarkan manfaat proteksi, dana tunai, fleksibilitas masa pertanggungan, serta opsi pembayaran premi yang lebih singkat.

Dengan perencanaan yang tepat dan perlindungan yang memadai, masyarakat diharapkan mampu menjaga stabilitas keuangan, melindungi keluarga dari risiko tak terduga, serta mewujudkan tujuan finansial jangka panjang secara lebih terencana dan berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi