Akurat Logo

Baru 6 Emiten Melantai di Bursa, BEI Pertimbangkan Revisi Target IPO 2026

Esha Tri Wahyuni | 9 Juli 2026, 18:14 WIB
Baru 6 Emiten Melantai di Bursa, BEI Pertimbangkan Revisi Target IPO 2026
Suasana di Gedung Bursa Efek Indoneisa

AKURAT.CO PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai membuka peluang untuk merevisi target jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sepanjang 2026.

Langkah tersebut dipertimbangkan setelah realisasi pencatatan saham baru masih jauh dari target tahunan di tengah tingginya volatilitas pasar yang dipengaruhi sentimen domestik maupun global.

Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, BEI menargetkan sebanyak 50 perusahaan dapat melaksanakan IPO. Namun hingga 9 Juli 2026, baru 6 perusahaan yang berhasil melantai di Bursa dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp1,73 triliun.

Baca Juga: Ditekan dari Dua Arah, Rupiah Ambruk ke Rp18.128

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin mengatakan, pembahasan mengenai kemungkinan revisi target IPO masih berlangsung di internal perseroan dan belum menghasilkan keputusan final.

"Apakah kita akan revise atau enggak, itu masih jadi bahan pembahasan kita juga," ujar Saidu di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/7/2026)

Meski membuka peluang penyesuaian target, Saidu menegaskan BEI belum mengubah target resmi yang telah ditetapkan dalam RKAB. Seluruh evaluasi masih mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar hingga beberapa bulan ke depan.

"Kita lagi diskusikan apakah kita akan revise atau engga. Dan belum ada keputusan. Mau ga mau saya masih ikutin apa yang menjadi rencana kerja kan, yang menjadi target kan," katanya.

Menurut Saidu, peluang pencapaian target IPO masih terbuka apabila kondisi pasar membaik dan kepercayaan investor kembali meningkat. Ia menilai faktor geopolitik global menjadi salah satu penentu utama yang memengaruhi aktivitas penghimpunan dana di pasar modal tahun ini.

"Kalau kita berjuang, kalau kita bisa dapat trust secepat mungkin, kondisi juga membaik, geopolitik, dan segala macamnya support, rasa-rasanya kita harus melihat ke depan, betul-betul optimis kan. Masalah nanti tercapai atau tidak kan, akhir tahun," ujar Saidu.

Dalam waktu dekat, aktivitas pencatatan saham baru juga masih akan berlanjut. Pada Jumat (10/7/2026), satu perusahaan dijadwalkan melaksanakan IPO dengan target penghimpunan dana sebesar Rp429,25 miliar.

Selain itu, antrean perusahaan yang akan melantai di Bursa masih berjumlah enam perusahaan. Rinciannya terdiri atas tiga perusahaan dengan aset skala besar, satu perusahaan beraset skala menengah, serta dua perusahaan beraset skala kecil.

Hingga saat ini terdapat 962 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Jumlah tersebut masih terus bertambah untuk mengejar target jangka panjang BEI yang menargetkan lebih dari 1.100 perusahaan tercatat pada 2030.

Meski realisasi IPO tahun ini masih tertinggal dari target, BEI menilai pasar modal Indonesia tetap memiliki ruang pertumbuhan apabila stabilitas ekonomi dan kondisi geopolitik global mulai membaik.

Evaluasi terhadap target IPO 2026 pun dipastikan akan mempertimbangkan perkembangan tersebut dalam beberapa bulan ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.