Akurat Logo

Modal Asing Rp1,74 Triliun Kabur dari Pasar Saham RI dalam Sepekan

Yosi Winosa | 11 Juli 2026, 02:45 WIB
Modal Asing Rp1,74 Triliun Kabur dari Pasar Saham RI dalam Sepekan
Ilustrasi modal asing kabur dari pasar saham RI

AKURAT.CO Modal asing Rp1,74 triliun tercatat keluar (capital outflow) dari pasar saham RI selama sepekan, berdasarkan data BEI. Setiap hari asing atau nonresiden melakukan aksi jual atau net sell di sepanjang pekan.

Pada Senin (6/7/2026), asing atau nonresiden melakukan net sell Rp190,9 miliar. Di Selasa (7/7/2026), asing melakukan net sell Rp176,8 miliar. Lalu pada Rabu (8/7/2026), asing melakukan net sell Rp689,8 miliar.

Pada Kamis (9/7/2026) asing melakukan net sell Rp259,4 miliar dan di Jumat (10/7/2026) asing melakukan net sell Rp421,7 miliar.

Baca Juga: Modal Asing Rp2,73 Triliun Kabur dari Pasar Saham RI dalam Sepekan

Secara year to date, dana asing tercatat masih capital outflow Rp76,15 triliun per Jumat (10/7/2026), memburuk dari posisi sebelumnya sebesar Rp74,41 triliun per Jumat (3/7/2026).

Data perdagangan saham di BEI selama periode 6-10 Juli 2026 ditutup mayoritas positif. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan naik 0,83% ke level 5.924,360 dari 5.875,780 pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar BEI juga meningkat sebesar 0,51% menjadi Rp10.340 triliun dari Rp10.287 triliun pada penutupan pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa selama sepekan meningkat sebesar 29,69% menjadi 1,87 juta kali transaksi dari 1,44 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian Bursa meningkat sebesar 16,83% menjadi 20,49 miliar lembar saham dari 17,54 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian Bursa turun 8,88% menjadi Rp10,27 triliun dari Rp11,27 triliun pada pekan sebelumnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.