Akurat
Pemprov Sumsel

Rekomendasi Investasi Saham 2026: Sektor Komoditas, Konsumsi, dan Telekomunikasi Diproyeksikan Jadi Peluang Menarik

Naufal Lanten | 4 Desember 2025, 15:12 WIB
Rekomendasi Investasi Saham 2026: Sektor Komoditas, Konsumsi, dan Telekomunikasi Diproyeksikan Jadi Peluang Menarik

 

AKURAT.CO Tahun 2026 mulai dilihat sebagai momentum penting bagi pasar keuangan Indonesia. Dalam forum Media Day pada 4 Desember 2025 di Jakarta, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyampaikan bahwa perekonomian nasional diperkirakan tetap berada pada jalur yang kuat meskipun kondisi global bergerak penuh ketidakpastian. Stabilitas makro, konsumsi domestik yang terus tumbuh, serta dukungan komoditas menjadi alasan utama optimisme tersebut.

Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset, menjelaskan bahwa koordinasi fiskal dan moneter yang semakin solid, peluang penguatan rupiah, serta dorongan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi fondasi penting dalam menjaga sentimen pasar.

Sementara itu, tantangan global seperti perlambatan ekonomi Tiongkok dan proteksionisme yang meningkat di Amerika Serikat tetap perlu diwaspadai. Namun, menurut Mirae Asset, Indonesia berada dalam posisi yang cukup resilien karena ekspor komoditas utama masih menunjukkan ketahanan permintaan.


Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi dan Pergerakan Rupiah

Mirae Asset memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh stabil di:

  • 5,3% pada 2026

  • 5,4% pada 2027

Inflasi diproyeksikan tetap terkendali di sekitar 2,5%, sementara rupiah diprediksi menguat menuju Rp16.500 per dolar AS pada akhir 2026. Pergerakan ini didorong oleh pelemahan indeks DXY serta meningkatnya efektivitas koordinasi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah.

Prediksi tersebut memberi ruang bagi investor untuk melihat peluang lebih luas, terutama di sektor-sektor yang dinilai akan menjadi motor pendorong ekonomi tahun depan.


Komoditas Diprediksi Tetap Menjadi Primadona Investasi

Sektor komoditas disebut sebagai pilar utama yang memberikan peluang menarik bagi investor. Dalam paparannya, Rully menegaskan bahwa emas, batu bara, dan nikel akan tetap strategis dalam menopang kinerja eksternal Indonesia.

Farras Farhan, Senior Research Analyst Mirae Asset, menambahkan bahwa tahun 2026 akan ditandai oleh divergensi yang kuat antar jenis komoditas. Menurutnya, emas berpeluang menjadi aset unggulan dengan harga yang diprediksi mampu bertahan di atas USD4.000 per ons, seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, meningkatnya permintaan dari bank sentral global, dan pemulihan arus masuk ETF.

Emas menjadi aset yang paling defensif dan atraktif tahun depan, sementara batu bara tetap solid dari sisi arus kas dan nikel menghadapi proses penyesuaian pasar yang panjang,” jelas Farras melalui pernyataan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Kamis, 4 Desember 2025.


Emiten yang Diuntungkan dari Tren Komoditas 2026

Mirae Asset menilai beberapa emiten memiliki potensi kuat untuk menikmati momentum positif dari pergerakan harga komoditas:

  • Emas: ANTM dan BRMS diprediksi mendapat dorongan dari harga emas yang tetap tinggi.

  • Batu Bara: ADRO dan ADMR dianggap solid berkat kemampuan menghasilkan arus kas kuat dan dukungan hilirisasi, termasuk proyek aluminium hijau ADMR.

  • Nikel: NCKL disebut menarik karena integrasi rantai pasok yang lebih efisien.

  • Dividen: AADI dinilai prospektif berkat fokusnya sebagai emiten dengan orientasi dividen.

Bagi investor, saham-saham ini dapat menjadi perhatian utama mengingat prospek komoditas yang masih konstruktif sepanjang 2026.


Sektor Konsumsi dan Telekomunikasi Ikut Menjadi Sorotan

Walaupun komoditas menjadi sorotan utama, Mirae Asset juga melihat sektor lain yang berpotensi memberikan imbal hasil menarik. Program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan mendorong permintaan protein serta produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG). Artinya, saham-saham yang bergerak di sektor konsumsi dapat mendapatkan dorongan pertumbuhan permintaan domestik.

Pada saat yang sama, tren penurunan suku bunga dinilai membuka ruang re-rating untuk perusahaan menara telekomunikasi dan jaringan fiber. Peningkatan kebutuhan layanan digital, internet cepat, dan transformasi teknologi membuat sektor ini diproyeksikan terus memperluas kinerja finansialnya.


Infrastruktur Digital Jadi Penopang Ekonomi Baru

Mirae Asset menilai bahwa infrastruktur digital akan memainkan peran lebih besar di 2026. Kombinasi antara permintaan data yang terus meningkat, ekspansi jaringan broadband, serta kebutuhan perusahaan untuk memperkuat layanan digital membuat sektor ini semakin strategis.

Jika tren ini berlanjut, emiten-emiten yang bergerak di bidang jaringan fiber, data center, hingga menara telekomunikasi diperkirakan memiliki ruang pertumbuhan yang lebih kompetitif.


Apa Artinya untuk Investor?

Melihat berbagai proyeksi di atas, investor memiliki beberapa peluang sekaligus tantangan. Komoditas seperti emas dan batu bara masih memegang peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberi peluang return yang menarik. Industri konsumsi juga terbantu oleh kebijakan pemerintah, sementara sektor telekomunikasi dan digital menghadapi momentum relevan di tengah kebutuhan internet yang makin tinggi.

Dengan proyeksi ekonomi yang positif dan kemampuan Indonesia menjaga stabilitas di tengah turbulensi global, 2026 bisa menjadi tahun yang menjanjikan bagi investor yang melakukan strategi berbasis data dan analisis sektor potensial.


Penutup

Momentum 2026 menawarkan peluang yang cukup luas bagi berbagai sektor, terutama komoditas, konsumsi, dan telekomunikasi. Dengan kondisi ekonomi domestik yang dinilai tetap kuat dan pasar global yang mulai menunjukkan arah baru, investor dapat memanfaatkan proyeksi ini untuk menyusun strategi yang lebih matang.

Kalau kamu ingin terus mengikuti perkembangan ekonomi dan peluang investasi terbaru, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Stockbit Jadi Aplikasi Saham Terpopuler 2025, Investor Nilai Aman dan Kredibel

Baca Juga: Saham Nvidia Menguat, Kekhawatiran AI Bubble Mereda

FAQ

1. Mengapa tahun 2026 dinilai memiliki peluang investasi yang menarik?

Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting karena ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah ketidakpastian global. Dukungan kebijakan fiskal–moneter, proyeksi penguatan rupiah, serta stabilnya konsumsi domestik membuat sentimen pasar lebih positif.

2. Sektor apa saja yang berpotensi tumbuh pada 2026?

Mirae Asset menilai tiga sektor yang paling menjanjikan adalah komoditas (emas, batu bara, nikel), konsumsi, dan telekomunikasi. Infrastruktur digital juga menjadi penopang utama pertumbuhan.

3. Mengapa komoditas masih dianggap menarik?

Komoditas seperti emas, batu bara, dan nikel memiliki permintaan global yang masih kuat. Emas diperkirakan bertahan di level di atas USD4.000 per ons, batu bara memiliki arus kas solid, dan nikel didukung integrasi rantai pasok industri.

4. Saham apa yang diproyeksikan diuntungkan dari tren komoditas 2026?

Beberapa emiten disebut berpeluang mendapat dorongan positif, yaitu:

  • Emas: ANTM, BRMS

  • Batu bara: ADRO, ADMR

  • Nikel: NCKL

  • Dividen: AADI

5. Bagaimana peran program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap sektor konsumsi?

MBG diperkirakan meningkatkan permintaan protein dan produk FMCG. Hal ini membuat emiten konsumsi memiliki peluang pertumbuhan volume penjualan lebih besar di 2026.

6. Mengapa sektor telekomunikasi dan digital ikut menjadi sorotan?

Tren penurunan suku bunga di 2026 memberi peluang re-rating bagi perusahaan menara telekomunikasi dan jaringan fiber. Selain itu, kebutuhan internet cepat, ekspansi data center, dan digitalisasi layanan membuat sektor ini semakin strategis.

7. Bagaimana proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026?

Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,3%, dengan inflasi tetap stabil di sekitar 2,5%. Rupiah juga diproyeksikan menguat ke sekitar Rp16.500 per dolar AS.

8. Apa faktor global yang memengaruhi prospek Indonesia?

Beberapa kondisi global yang perlu dicermati antara lain: perlambatan ekonomi Tiongkok, meningkatnya proteksionisme AS, dan siklus pemangkasan suku bunga di negara maju.

9. Apakah investasi di sektor komoditas aman untuk jangka panjang?

Komoditas seperti emas cenderung defensif dan bisa menjadi lindung nilai saat pasar bergejolak. Namun, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas harga global dan kebijakan industri.

10. Bagaimana investor sebaiknya menyikapi peluang 2026?

Investor disarankan mencermati sektor yang mendapat momentum positif, mengutamakan analisis data, dan mempertimbangkan kondisi global. Komoditas, konsumsi, telekomunikasi, dan digital dapat menjadi fokus utama untuk strategi tahun depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.